Amoy (38), wisatawan asal Bandung, Jawa Barat, dilarikan ke rumah sakit setelah diserang monyet di Taman Wisata Alam (TWA) Cagar Alam Pangandaran. Ia mengalami luka gigitan saat sedang berwisata bersama rombongan keluarganya.
Insiden tersebut dikonfirmasi oleh Tim Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Pangandaran. Dalam sepekan terakhir, tercatat sudah dua wisatawan yang menjadi korban serangan monyet di kawasan TWA hingga harus mendapatkan perawatan medis intensif.
Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan pelancong yang hendak memasuki area konservasi tersebut. Koordinator Lapangan Balawista Kabupaten Pangandaran, Liyano, mengungkapkan bahwa kedua peristiwa itu terjadi di kawasan Pantai Pasir Putih Cagar Alam Pangandaran dalam waktu yang berbeda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korban pertama adalah Amoy, warga Majalaya, Kabupaten Bandung. Ia digigit monyet liar pada Senin, 29 Juni 2026, saat tengah beraktivitas di kawasan Pasir Putih.
"Akibat kejadian itu, ibu Amoy mengalami luka gigitan serius di bagian tangan kiri," ujar Liyano, Senin (6/7/2026).
Sementara itu, korban kedua merupakan seorang anak perempuan berusia 10 tahun asal Garut. Insiden nahas itu terjadi sesaat setelah korban turun dari perahu yang mengantarkannya menyeberang ke kawasan Pasir Putih.
Bocah tersebut mengalami luka gigitan pada tangan kanan. Beruntung, tak lama setelah kejadian, korban langsung mendapatkan pertolongan pertama dari tim medis di lapangan.
"Semua korban langsung dievakuasi petugas Balawista ke RSUD Pandega Pangandaran untuk mendapatkan penanganan medis," ucapnya.
Liyano menduga monyet liar yang menyerang wisatawan tersebut bertindak secara spontan. Hal itu bisa dipicu karena satwa merasa terkejut atau sedang mencari makanan yang dibawa oleh pengunjung.
"Kemungkinan monyetnya kaget, atau memang mengharapkan makanan dari wisatawan. Untuk itu, pengunjung jangan terlalu dekat dengan satwa liar dan jangan memberi makan monyet," ucapnya.
Ia mengingatkan bahwa kawasan Pasir Putih merupakan bagian integral dari Cagar Alam Pangandaran yang menjadi habitat asli berbagai satwa, termasuk koloni monyet ekor panjang.
Wisatawan pun diimbau untuk tetap menjaga jarak aman dengan satwa, tidak membawa makanan secara terbuka, serta senantiasa mematuhi arahan petugas selama berada di dalam kawasan.
"Jadi, seluruh wisatawan harus selalu berhati-hati saat beraktivitas di Pasir Putih Cagar Alam Pangandaran," ujarnya.
Kepala Resor TWA Cagar Alam Pangandaran Kusnadi menyarankan agar wisatawan yang memasuki kawasan hutan lindung tersebut selalu didampingi oleh pemandu resmi. "Apalagi jika rombongan ataupun perorangan," ucap Kusnadi kepada detikJabar.
Menurutnya, kedisiplinan wisatawan untuk tidak memberi makan satwa menjadi kunci keselamatan. "Biarkan mereka makan dengan alami. Banyak kejadian wisatawan diganggu karena bawa makan dan sengaja kasih makan sembarangan," katanya.
Kusnadi juga mengimbau agar wisatawan tidak bereaksi berlebihan atau melakukan aksi kekerasan terhadap hewan jika didekati. Wisatawan cukup mengabaikan satwa tersebut dan segera meminta bantuan pendampingan dari pemandu.
Simak Video "Video Menpar: Lebih dari 25 Ribu Pemandu Wisata Kini Bersertifikasi"
[Gambas:Video 20detik]
(mso/mso)
