Libur sekolah selalu menjadi momen yang ditunggu anak-anak. Ada yang memilih menghabiskan waktu dengan bermain, berwisata, atau sekadar berkumpul bersama keluarga.
Namun, liburan tak harus selalu soal hiburan. Di tengah waktu senggang itu, orang tua juga bisa mengajak buah hati berkunjung ke tempat-tempat yang memberi pengalaman baru sekaligus menambah pengetahuan.
Di Kabupaten Ciamis, ada sejumlah wisata edukasi yang bisa menjadi pilihan. Tak hanya menawarkan suasana rekreasi, tempat-tempat ini juga mengajak anak mengenal sejarah daerah, melihat jejak hewan purba lewat fosil, hingga menumbuhkan rasa cinta pada tanah kelahirannya. Liburan pun tak sekadar menyenangkan, tetapi juga memberi cerita dan pelajaran yang membekas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut 5 Rekomendasi Wisata Edukasi di Ciamis
Salah satu wisata edukasi di Ciamis. Foto: Dadang Hermansyah |
1. Kampung Bungur
Kampung Bungur menjadi salah satu destinasi wisata edukasi di Kabupaten Ciamis yang cocok dikunjungi saat libur sekolah. Kawasan agrowisata berbasis ketahanan pangan ini mengajak anak-anak belajar lebih dekat dengan dunia pertanian dan peternakan dalam suasana alam terbuka.
Di tempat ini, anak-anak bisa mengikuti berbagai aktivitas, mulai dari bermain di area camping ground, melihat villa domba dan peternakan ayam, hingga belajar membatik. Mereka juga diajak mengenal permainan tradisional seperti oray-orayan dan permainan khas tempo dulu lainnya, sehingga liburan terasa lebih seru sekaligus menambah pengalaman.
Fasilitas di Kampung Bungur pun terbilang lengkap. Tersedia area parkir yang luas, toilet, musala, hingga kantin dan gerai UMKM yang menjajakan aneka produk khas Ciamis.
Kampung Bungur berada di Desa Jalatrang, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis. Lokasinya sekitar 14 kilometer dari Alun-alun Ciamis. Berdiri di lahan seluas 6 hektare di ketinggian 500 sampai 600 meter di atas permukaan laut, kawasan ini berada di kaki Gunung Sawal sehingga menawarkan udara sejuk dan pemandangan alam yang asri.
2. Situs Bojong Galuh Karangkamulyan
Situs Bojong Galuh di Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, bisa menjadi pilihan liburan edukatif bersama anak saat musim libur sekolah. Di kawasan cagar budaya ini, anak-anak tak hanya diajak berwisata, tetapi juga mengenal jejak sejarah Tatar Galuh yang lekat dengan kisah dan legenda masa lampau.
Area situs yang dikelilingi hutan lindung rindang itu menyimpan sejumlah batu bersejarah, serta dilengkapi Pusat Budaya Ciamis dan Gong Perdamaian Dunia. Suasananya pun teduh dan tenang, cocok untuk anak-anak belajar sejarah sambil menikmati alam. Tiket masuk ke Situs Bojong Galuh cukup terjangkau, yakni Rp6.500 per orang.
Fasilitasnya juga lengkap, mulai dari area istirahat, sejumlah kantin makanan khas Ciamis, masjid, toilet, hingga lahan parkir luas yang mampu menampung bus, mobil, dan sepeda motor. Lokasinya pun mudah dijangkau karena berada di tepi jalan nasional Ciamis-Banjar sekitar 13 kilometer atau 20 menit dari pusat Kota Ciamis.
Salah satu wisata edukasi di Ciamis. Foto: Dadang Hermansyah |
3. Kampung Angklung Ciamis
Kampung Angklung yang berada di Dusun Nempel, Desa Panyingkiran, Kecamatan Ciamis, menawarkan pengalaman liburan yang berbeda. Di tempat ini, pelajar maupun wisatawan tidak hanya datang untuk melihat hasil kerajinan, tetapi juga diajak menyaksikan langsung proses lahirnya sebuah angklung, mulai dari pemotongan bambu, perautan, hingga penyusunan setiap bilah menjadi alat musik tradisional yang utuh.
Suasana belajar terasa lebih hidup karena pengunjung juga bisa ikut mencoba membuat angklung bersama para perajin. Dari memilih bambu hitam atau bambu putih, membentuk bagian-bagiannya, hingga menyetel nada agar menghasilkan bunyi yang pas saat dimainkan.
Setelah itu, wisatawan pun dapat merasakan pengalaman memainkan angklung, sehingga kunjungan tak sekadar menjadi wisata, tetapi juga ruang belajar seni dan budaya Sunda secara langsung. Letaknya yang tak jauh dari pusat Kota Ciamis membuat Kampung Angklung mudah dijangkau, baik dengan kendaraan roda dua maupun roda empat.
Salah satu wisata edukasi di Ciamis. Foto: Dadang Hermansyah |
4. Kampung Nila Kawali
Kampung Nila Kawali di Dusun Banjarwaru, Desa Kawali, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, bisa menjadi pilihan wisata edukasi saat libur sekolah. Lokasinya sekitar 34 kilometer dari pusat Ciamis dan dikenal sebagai salah satu destinasi unggulan eduwisata di Tatar Galuh.
Tempat ini mengusung konsep mina eduwisata yang memadukan perikanan, pendidikan, dan rekreasi alam dalam satu kawasan. Melimpahnya sumber air bersih dari kaki Gunung Sawal dimanfaatkan untuk mengembangkan budidaya ikan nila dari hulu hingga hilir, sekaligus menjadi sarana belajar bagi pengunjung.
Di Kampung Nila Kawali, wisatawan dapat melihat langsung proses budidaya ikan nila. Pengunjung juga dapat mengenal sistem budidaya yang menggunakan teknologi.
Tak hanya belajar, pengunjung juga bisa menikmati suasana santai di Kampung Nila. Terdapat saung tempat makan yang berdiri di atas kolam. Salah satu menunya nasi liwet dan ikan nila segar yang diambil dari kolam langsung.
5. Museum Fosil Tambaksari
Situs Museum Fosil Tambaksari menjadi salah satu destinasi wisata edukasi yang layak dikunjungi saat libur sekolah. Berlokasi di Jalan Tambaksari-Rancah, Desa Tambaksari, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis, museum ini menyajikan jejak sejarah purbakala yang pernah ditemukan di wilayah Ciamis.
Museum tersebut berdiri sejak 2001 sebagai Gedung Penyelamatan Benda Cagar Budaya, lalu baru-baru ini ditata ulang dan diresmikan kembali dengan konsep pameran yang lebih modern, rapi, dan informatif melalui kerja sama Disbudpora Ciamis dengan Museum Geologi Bandung.
Museum ini menyimpan ratusan koleksi fosil, meski baru sebagian yang dipamerkan karena keterbatasan ruang. Koleksi yang ditampilkan tetap mewakili kekayaan temuan fosil di kawasan Tambaksari, mulai dari fosil gajah purba, gigi buaya, moluska, banteng, sapi, hingga rusa purba.
Salah satu koleksi yang paling menarik perhatian adalah fosil kuda nil purba yang disebut hanya ditemukan di Tambaksari untuk wilayah Asia. Selain itu, pernah pula ditemukan gigi seri manusia yang diperkirakan berusia sekitar 500 hingga 600 tahun.
Lokasi museum ini berjarak sekitar 41 kilometer dari pusat Kota Ciamis, atau dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih satu jam menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.



