Udara sejuk Lembang menyambut setiap langkah wisatawan yang berkunjung ke The Great Asia Africa. Kali ini, pandangan mata akan tertuju pada deretan bangunan merah menyala dengan arsitektur khas daratan Tionghoa yang begitu kental. Ini bukan sekadar dekorasi, melainkan upaya pengelola untuk membawa atmosfer kawasan pacinan legendaris di Malaysia dan Singapura ke jantung Kabupaten Bandung Barat.
Di zona teranyar bernama Little Nyonya ini, pengunjung diajak menyelami lorong waktu. Nuansa oriental yang dihadirkan bukan sekadar pemanis swafoto, melainkan jembatan untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya peranakan di tengah pesatnya perkembangan pariwisata Jawa Barat.
"Jadi kita punya suguhan baru buat wisatawan di libur sekolah ini, namanya Little Nyonya. Ini suasana yang kita adopsi dari kawasan pacinan di negara Malaysia dan Singapura. Bangunannya kita buat semirip mungkin," kata Public Relations The Great Asia Africa, Intania Setiati saat ditemui di Lembang, Jumat (3/7/2026).
Perjalanan di Little Nyonya tak hanya memuaskan dahaga konten media sosial, tetapi juga memanjakan lidah. Aroma kwetiau dan teh tarik yang harum menyeruak, mengundang siapa pun untuk mencicipi kuliner khas Tionghoa yang sudah akrab di telinga masyarakat Indonesia.
"Cocok pastinya untuk liburan keluarga. Kita siapkan semuanya secara lengkap, jadi wisatawan bisa menikmati kuliner yang ada di Malaysia, seperti nasi lemak, kwetiau, bakso, teh tarik," ujar Intania.
Sejarah mencatat bahwa Chinatown atau pacinan adalah jejak para imigran Tionghoa yang membawa arsitektur dan tradisi leluhur melintasi Selat Malaka berabad-abad silam. Di tanah semenanjung, interaksi antara budaya Melayu dan peranakan Tionghoa melahirkan identitas unik yang kini diabadikan melalui ikon Little Nyonya di The Great Asia Africa.
Salah satu bentuk nyata akulturasi tersebut bisa dirasakan pengunjung melalui busana yang tersedia. "Makanya di Little Nyonya ini ada penyewaan kebaya yang sebetulnya merupakan budaya yang lahir dari akulturasi budaya lokal dengan peranakan Tionghoa," kata Intania.
The Great Asia Africa memang dirancang sebagai jendela dunia di tanah Pasundan. Sesuai namanya, destinasi ini menawarkan wisata budaya lintas benua. Selain Little Nyonya, wisatawan bisa melintasi batas negara menuju Korea Selatan, India, Jepang, hingga Cina dalam satu kawasan. Berbagai wahana seperti Skyride, kereta danau, hingga replika Tembok Cina siap memberikan pengalaman petualangan yang berbeda.
Bagi pencinta estetika, African Pavillion menawarkan kontras yang menarik. Konsep bangunan yang mengadopsi suasana pedesaan khas pedalaman Afrika menjadi daya tarik tersendiri. Dinding tanah liat dengan atap jerami menciptakan suasana eksotis yang sangat fotogenik. Di sini, setiap sudut adalah cerita, dan setiap jepretan kamera adalah kenangan dari perjalanan lintas benua di perbukitan Bandung Barat.
Simak Video "Video: Polisi Tangkap 6 Tersangka Baru Kasus Penjualan Bayi ke Singapura"
(dir/dir)