Di tengah gegap gempita Piala Dunia 2026, perhatian dunia mendadak tertuju pada sebuah negara kepulauan kecil di Samudra Atlantik. Bukan karena konflik politik atau krisis ekonomi, melainkan karena kejutan yang mereka ciptakan di lapangan hijau.
Cape Verde, negara yang baru menjalani debut di putaran final Piala Dunia, sukses menahan imbang salah satu kekuatan terbesar sepak bola dunia, Spanyol, dengan skor 0-0 pada laga Grup H di Atlanta Stadium, Senin (15/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi banyak negara, hasil imbang mungkin terasa biasa. Namun, bagi Cape Verde, hasil tersebut layaknya sebuah kemenangan. Menahan tim peringkat atas dunia tanpa kebobolan menjadi pencapaian bersejarah yang langsung memicu euforia di tanah air mereka.
Sesaat setelah peluit panjang dibunyikan, sebagaimana dilansir dari detikTravel, jalan-jalan di ibu kota Praia berubah menjadi lautan manusia. Klakson kendaraan terdengar bersahutan, bendera nasional berkibar di berbagai sudut kota, sementara ribuan warga turun ke jalan merayakan hasil yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya.
Suasana haru dan bangga menyelimuti kawasan fan zone di pusat kota. Salah seorang pendukung, Isa Conceicao, mengaku sulit menggambarkan perasaannya setelah menyaksikan tim nasional negaranya menahan imbang Spanyol.
"Ini momen yang sangat emosional. Sebagai negara kecil, bisa meraih hasil seperti ini melawan Spanyol adalah perasaan yang luar biasa dan tak tergantikan. Ini perasaan terbaik yang pernah ada," ujarnya.
Cape Verde national soccer team fans wave their flags as they watch a World Cup group stage match against Spain, in Praia, Cape Verde, June 15, 2026. REUTERS/Danilson Sequeira Foto: REUTERS/Danilson Sequeira |
Di tengah kerumunan, pria, wanita, hingga anak-anak menari bersama mengikuti lantunan lagu dan yel-yel khas Cape Verde. Mereka kompak meneriakkan kalimat nos ora dja txiga, ungkapan dalam bahasa Kreol Cape Verde yang berarti waktu kita telah tiba.
Ungkapan tersebut terasa sangat relevan dengan momen bersejarah yang sedang mereka rayakan.
Bukan hanya warga lokal yang terkesan. Pauline, wisatawan asal Prancis yang sedang berlibur di Cape Verde, menilai keberhasilan tim nasional negara itu tidak lepas dari semangat juang yang mereka tunjukkan sepanjang pertandingan.
"Itu saja yang penting," katanya.
"Saya kira Spanyol akan menang, tapi energi dan kecepatan Cape Verde luar biasa," timpal seorang wisatawan asal Kongo yang untuk pertama kalinya mengunjungi negara tersebut.
Pesona Cape Verde, Lebih dari Sekadar Sepak Bola
Meski sepak bola menjadi olahraga paling populer di Cape Verde, negara ini sebenarnya menyimpan pesona lain yang belum banyak dikenal wisatawan dunia.
Terletak di lepas pantai Afrika Barat, Cape Verde merupakan negara kepulauan yang terdiri atas sejumlah pulau vulkanik dengan karakter alam yang beragam. Pantai berpasir putih, laut berwarna biru jernih, pegunungan, hingga lanskap vulkanik menjadi daya tarik utama negara ini.
Di Pulau Santiago, wisatawan dapat mengunjungi Praia yang menjadi pusat pemerintahan sekaligus kota terbesar di negara tersebut. Tak jauh dari sana terdapat Cidade Velha, kota kolonial bersejarah yang masuk dalam daftar Warisan Dunia UNESCO dan dianggap sebagai salah satu permukiman kolonial tertua di Afrika Barat.
Taman Nasional Serra Malagueta di Tanjung Verde Foto: Getty Images/Iacob MADACI |
Sementara itu, Pulau Sal dikenal sebagai destinasi wisata paling populer. Kawasan Santa Maria Beach menawarkan hamparan pasir putih dan laut berwarna biru toska yang menjadi magnet bagi wisatawan internasional.
Bagi pencinta ketenangan, Pulau Boa Vista menawarkan suasana yang jauh lebih sepi. Pulau ini terkenal dengan pantai-pantai panjang, bukit pasir, dan panorama alam yang masih alami.
Di Pulau Fogo, wisatawan dapat menjelajahi Gunung Pico do Fogo, gunung berapi aktif yang menjadi ikon negara tersebut. Lanskap lava hitam yang kontras dengan desa-desa kecil di sekitarnya menciptakan pemandangan yang dramatis dan unik.
Sementara itu, Pulau SΓ£o Vicente menjadi pusat seni dan budaya Cape Verde. Kota Mindelo dikenal sebagai rumah bagi musik tradisional morna, kehidupan malam yang semarak, serta berbagai festival budaya yang berlangsung sepanjang tahun.
Bagi pencinta petualangan alam, Serra Malagueta National Park menawarkan jalur trekking dengan panorama lembah, pegunungan, dan vegetasi hijau yang berbeda dari citra Cape Verde sebagai negara kepulauan yang kering.
Perjalanan Panjang dari Indonesia
Bagi wisatawan Indonesia, Cape Verde memang bukan destinasi yang mudah dijangkau. Hingga saat ini belum tersedia penerbangan langsung menuju negara tersebut.
Umumnya, perjalanan dilakukan melalui transit di kota-kota besar seperti Doha, Dubai, Lisbon, atau Amsterdam sebelum melanjutkan penerbangan menuju Cape Verde.
Pintu masuk utama wisatawan internasional biasanya melalui Bandara Internasional AmΓlcar Cabral yang berada di Pulau Sal. Total waktu perjalanan dari Indonesia dapat mencapai 20 hingga 30 jam, tergantung rute dan durasi transit.
Untuk urusan dokumen perjalanan, wisatawan Indonesia umumnya memerlukan registrasi perjalanan atau visa elektronik sebelum kedatangan. Karena kebijakan keimigrasian dapat berubah sewaktu-waktu, calon pelancong disarankan untuk selalu memeriksa informasi terbaru melalui sumber resmi sebelum melakukan perjalanan.
Kini, berkat kejutan yang mereka ciptakan di Piala Dunia 2026, Cape Verde tidak hanya dikenal sebagai negara kepulauan eksotis di Atlantik. Untuk sesaat, negara kecil berpenduduk kurang dari satu juta jiwa itu berhasil mencuri perhatian dunia dan membuktikan bahwa dalam sepak bola, ukuran negara bukanlah segalanya.
Artikel ini sudah tayang di detikTravel
Simak Video "Video: Peta Persaingan Grup A Piala Dunia 2026, Setelah 3 poin Meksiko dan Korea"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/dir)


