Tempat Wisata Religi yang Lagi Viral di Bandung

Tempat Wisata Religi yang Lagi Viral di Bandung

Wisma Putra - detikJabar
Selasa, 31 Mar 2026 07:00 WIB
Plaza Haji al-Qosbah.
Plaza Haji al-Qosbah. (Foto: Wisma Putra/detikJabar)
Bandung -

Sebuah bangunan megah menyerupai istana bakal membuat siapa saja pangling saat melintas di Jalan Gedebage Utama, Kelurahan Cimincrang, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung. Bangunan berwarna kuning emas, krem, dan putih itu saat ini banyak dikunjungi warga yang hendak berwisata.

Bukan menikmati pemandangan alam atau menaiki wahana permainan seperti di Ancol atau Trans Studio, kedatangan wisatawan ke tempat itu adalah untuk berwisata religi. Salah satunya melakukan manasik haji dan beragam simulasi kegiatan ibadah haji serta umrah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

detikJabar berkesempatan berkunjung ke tempat tersebut. Tempat itu dinamai Plaza Haji al-Qosbah. Banyak pengunjung yang datang ke sini untuk mengetahui tata cara manasik haji secara mendalam.

Seperti Nuri Novianti (35) dan anggota keluarganya. Selain penasaran dengan kawasan Plaza Haji yang saat ini viral di media sosial karena replika Ka'bah yang dibangun di dalam ruangan, dia juga ingin belajar manasik haji.

ADVERTISEMENT

Saat mengikuti kegiatan, Nuri beserta pengunjung lain harus mengikuti instruksi dari instruktur Plaza Haji al-Qosbah. Instruktur memberikan edukasi terkait tata cara ibadah haji, tujuan ibadah, hingga doa dan amalan-amalan lainnya. Tak hanya itu, mereka juga mendapatkan pengetahuan cara mengenakan kain ihram yang benar.

Setelah itu, Nuri dan pengunjung lain langsung masuk ke dalam gedung dan melakukan tawaf. Sama seperti sebelumnya, mereka juga mendapatkan pengetahuan tentang tawaf dan tata caranya. Banyak rangkaian ibadah haji lainnya yang bisa dilakukan di tempat tersebut.

Bahkan, pengunjung juga bisa melakukan sa'i yang menjadi salah satu rukun haji dengan cara berjalan atau berlari-lari kecil sebanyak tujuh kali bolak-balik dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah. Semua kegiatan dilakukan di dalam ruangan, sehingga mulai dari anak-anak, dewasa, hingga orang tua bisa melakukannya dengan nyaman.

Hampir satu jam Nuri dan pengunjung lain mengikuti rangkaian simulasi ibadah haji. Nuri mengatakan, tak sekadar berwisata religi, ilmu yang didapatnya di tempat tersebut menjadi bekal manakala dia berkesempatan menunaikan ibadah haji yang sesungguhnya.

"Kegiatan ini sangat berharga, menjadi bekal saya dan keluarga bila diberi kesempatan menunaikan ibadah haji, amin," kata Nuri kepada detikJabar.

Nuri menyebut, bukan hanya belajar ibadah, selayaknya berwisata pada umumnya, dia juga bisa berswafoto dengan pemandangan yang jarang ditemui.

"Kita bisa selfie atau foto-foto di depan replika Ka'bah, spot-spot foto yang ada di tempat ini bagus sekali," ujar Nuri.

Plaza Haji al-Qosbah.Replika Ka'bah di Plaza Haji al-Qosbah. (Foto: Wisma Putra/detikJabar)

Wisata Religi

Salah satu manajemen Plaza Haji al-Qosbah, Opik, mengatakan bahwa sebetulnya tempat itu memiliki fungsi seperti plaza haji pada umumnya. Namun, plaza haji ini dibuat dalam konsep indoor sehingga masyarakat yang melakukan manasik haji dan umrah merasa lebih nyaman.

"Di sini ada replika Ka'bah, replika Safa Marwah, potongan kain kiswah asli dan pengunjung bisa menunggangi unta. Ada juga foodcourt dan UMKM," kata Opik.

Opik menjelaskan, tempat ini menjadi salah satu destinasi yang memberikan edukasi religi kepada pengunjung, salah satunya melalui kegiatan manasik haji dan umrah.

"Sejak di buka per 1 Syawal, kunjungan alhamdullilah setiap hari meningkat, kurang lebih 1.000 orang per harinya," jelasnya.

Opik menyebut, sejak dibuka sudah banyak pihak yang melakukan pemesanan (booking) untuk melaksanakan manasik haji di tempat tersebut.

"Kebanyakan umum, sekarang sudah banyak yang booking juga, nanti April ada yang akan manasik haji," ucapnya.

Plaza Haji al-Qosbah.Unta di Plaza Haji al-Qosbah. (Foto: Wisma Putra/detikJabar)

Pengunjung Bisa Naik Unta

Opik menjelaskan, tiket masuk plaza haji pada weekday sebesar Rp10 ribu per orang dan pada *weekend Rp15 ribu per orang.

"Buat yang ingin naik unta Rp50 ribu per orang dan Rp80 ribu per dua orang," ujarnya.

Untuk manasik haji dimulai dari pukul 09.00, 10.00, 11.00, istirahat, lalu berlanjut pukul 14.00, 16.00, istirahat, hingga pukul 20.00 dan 21.00 WIB. Sedangkan operasional unta dimulai dari pukul 09.00-11.00, istirahat, dan lanjut pukul 13.00-16.00 WIB. Operasional unta juga menyesuaikan dengan jumlah pengunjung.

"Untanya dari Arab, cuman lamanya di Bali, di Sanur. Namanya Angelin dan Albert, umurnya 14 tahun dan 16 tahun," tuturnya.

"Unta ini sepasang suami istri, kemana-mana harus ikut, tidak bisa dipisahkan. Jenisnya unta punggung satu," tambahnya.

Opik menyebut keunggulan tempat tersebut adalah lokasinya yang sangat strategis karena dekat dengan Masjid Al Jabbar. Namun, dia mencatat jika operasional sudah berlangsung 100 persen, pihaknya harus menambah area parkir.

"Kita perlu perluas area parkir, lahanya terbatas," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2
(wip/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads