Sampah Menggunung Rusak Pesona Curug Cibeureum Saat Libur Lebaran

Sampah Menggunung Rusak Pesona Curug Cibeureum Saat Libur Lebaran

Siti Fatimah - detikJabar
Sabtu, 28 Mar 2026 17:30 WIB
ScreenshotTumpukan sampah di Curug Cibeureum, Sukabumi
Tumpukan sampah di Curug Cibeureum, Sukabumi (Foto: Dok Warga)
Sukabumi -

Libur Lebaran yang seharusnya menyuguhkan keindahan alam Curug Cibeureum justru menyisakan pemandangan memprihatinkan. Di tengah sejuknya kawasan Resort Selabintana, TNGGP, wisatawan dibuat terganggu dengan tumpukan sampah yang menggunung di sekitar area air terjun.

Seorang wisatawan, Rizki Gustana, mengaku mendapati sedikitnya lima titik gundukan sampah saat berlibur bersama keluarganya ke Curug Cibeureum pada Jumat (27/3). Tumpukan itu berisi gelas plastik, botol minuman, bungkus makanan ringan, hingga kemasan mi instan yang berserakan di sela bebatuan dan batang kayu.

"Di area air terjun banyak sekali sampah. Ada lima titik gundukan, entah sengaja dibuang pedagang atau memang oleh pengunjung. Saya lihat tadi ada beberapa kelompok makan mi instan, setelah swafoto lalu pulang, sampahnya dibuang ke gundukan itu. Mungkin dikira tempat sampah," kata Rizki saat dikonfirmasi detikJabar, Sabtu (28/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, kondisi sampah yang tidak terkelola membuat kawasan konservasi itu terlihat acak-acakan dan merusak nilai estetika wisata alam. Padahal, Curug Cibeureum dikenal sebagai salah satu destinasi favorit di kaki Gunung Gede Pangrango yang menawarkan panorama hutan dan air terjun alami.

Tak hanya di sekitar air terjun, tumpukan sampah juga terlihat menonjol di depan salah satu pedagang yang membuka lapak makanan. Kondisi itu disebut mempermudah pengunjung membuang sampah sembarangan, terutama sisa kemasan kopi cup plastik dan mi instan.

ADVERTISEMENT

"Ada satu pedagang yang buka, persis di depannya sampah menggunung. Pengunjung beli makanan dan kopi pakai cup plastik, lalu buangnya di situ. Botol atau cup yang bisa dijual mungkin diambil, tapi sampah bekas mie dibiarkan, nggak dibawa turun," ujarnya

Keramaian wisatawan di Curug Cibeureum SukabumiKeramaian wisatawan di Curug Cibeureum Sukabumi Foto: Siti Fatimah/detikJabar

Rizki menilai persoalan ini tak hanya soal rendahnya kesadaran wisatawan, tetapi juga minimnya pengelolaan sampah dari pihak pengelola kawasan. Ia berharap disediakan titik tempat sampah yang layak sekaligus edukasi agar pengunjung membawa turun kembali sampah makanan mereka.

Humas Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Agus Deni mengatakan, pihaknya belum menerima laporan tersebut dari petugas lapangan. Pada umumnya, ia mengimbau agar pengunjung tidak membuang sampah di area kawasan TNGGP.

"Sampai saat ini belum ada report terkait hal tersebut dari petugas lapangan. Kami tetap mengimbau agar tidak membuang sampah sembarangan," kata Agus.

Pemandangan tumpukan sampah di kawasan air terjun saat momentum libur panjang ini pun menjadi ironi, ketika lonjakan wisatawan justru meninggalkan jejak yang mencederai kawasan konservasi. Jika tak segera ditangani, persoalan ini dikhawatirkan akan terus berulang dan mengikis pesona Curug Cibeureum sebagai destinasi wisata alam unggulan Sukabumi.

Curug Cibeureum yang berada di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango ini memiliki ketinggian sekitar 60 meter. Air terjun ini terkenal dengan keindahan alamnya dan menjadi salah satu destinasi favorit bagi para wisatawan yang menyukai petualangan dan keindahan alam pegunungan.

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads