Bagi kalian, detikers yang sedang atau berniat untuk menghabiskan waktu liburan di tempat-tempat wisata di Garut, tapi terkendala masalah dana, tenang saja. Empat tempat wisata ini bisa dikunjungi dengan tarif yang murah-meriah.
Garut memang menjadi salah satu kabupaten tujuan wisatawan dari berbagai daerah di Jawa Barat, tiap kali musim liburan datang. Hal tersebut tidak mengherankan, karena Garut punya segudang tempat wisata.
Tak heran juga, jika Garut dijuluki Swiss van Java oleh para bule Eropa, yang pernah bertandang ke Garut di zaman dahulu. Sebab, landskap Garut yang indah, disebut-sebut mirip dengan Negeri Alpen tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu momen wisatawan tumpah ke Garut, adalah ketika berlangsungnya momen liburan panjang, seperti libur lebaran Idul Fitri 2026 ini. Banyak wisatawan, baik dari Garut, maupun kota-kota luar seperti Bandung hingga Jakarta yang menghabiskan waktu liburannya di Garut.
Nah, bagi kalian detikers yang sedang atau berniat untuk berlibur di Garut, tapi terkendala budget, tenang. detikJabar punya rekomendasi sejumlah tempat wisata murah-meriah yang bisa didatangi dengan tarif yang sangat murah berikut ini.
Wisatawan mengunjungi Candi Cangkuang di Kawasan Wisata Cangkuang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (17/1/2026). Pengelola Kawasan Wisata Cangkuang yang menawarkan wisata sejarah berupa Candi Cangkuang dan Situ Cangkuang menargetkan 2.000 pengunjung per hari selama libur panjang Isra Miraj 2026. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/foc. Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi |
Situ Cangkuang
Situ Cangkuang merupakan sebuah tempat wisata buhun, berbentuk danau luas yang di tengah-tengahnya terdapat situs peninggalan bersejarah zaman dulu, berbentuk candi yang disebut Candi Cangkuang. Lokasinya berada di Kecamatan Leles, hanya berjarak sekitar 15 kilometer saja dari Nagreg.
Untuk bisa tiba ke Situ Cangkuang dari Bandung via Nagreg, detikers bisa berkendara menggunakan kendaraan bermotor dengan waktu tempuh sekitar 30 menit, dengan rute Nagreg-Kadungora-Leles.
Situ Cangkuang menawarkan pemandangan situ, yang bisa dijamah menggunakan rakit atau perahu bambu, dengan tarif sekitar 10 ribuan saja per orangnya. Tiket masuk ke lokasi juga tidak mahal. Hanya Rp 10 ribu untuk dewasa dan Rp 5 ribu untuk anak-anak.
Yang menjadi daya tarik lain dari tempat ini, adalah eksistensi Kampung Pulo. Sebuah kampung adat yang hanya terdapat 7 bangunan tradisional saja di dalamnya. 6 unit rumah dan 1 mushola yang ada di sana merupakan bangunan asli zaman dulu.
Situ Bagendit. Foto: Hakim Ghani/detikJabar |
Situ Bagendit
Situ Bagendit adalah tempat wisata yang legendaris, karena telah eksis sejak zaman dahulu kala, bahkan sebelum tahun 1900-an. Situ Bagendit merupakan tempat wisata alam dengan daya tarik utamanya yaitu sebuah situ, atau yang dalam bahasa Indonesia berarti danau.
Para pengunjungnya bisa mengitari danau tersebut, dengan menggunakan rakit, atau perahu angsa yang disewakan di sana. Lokasi Situ Bagendit berada di Jalan Raya KH. Hasan Arif, Kecamatan Banyuresmi, Garut. Sekitar 7 kilometer dari kawasan Tugu Kubang, yang menjadi gerbang masuk perkotaan Garut dari Bandung via Nagreg.
Situ Bagendit bisa diakses dengan kendaraan bermotor, dengan rute Jalan KH. Anwar Musaddad-Jalan KH. Hasan Arif dengan waktu tempuh sekitar 15 menit saja dari kawasan tersebut.
Keindahan danau yang asri bisa detikers nikmati hanya dengan merogoh kocek Rp 10 ribu untuk orang dewasa, dan Rp 5 ribu untuk anak-anak. Di sana juga tersedia banyak jajanan khas Garut, seperti cuanki hingga es kelapa muda yang harganya di bawah Rp 10 ribuan.
Pesona Pantai Citanggeuleuk yang tersembunyi di pedalaman Garut Foto: Hakim Ghani/detikJabar |
Pantai Citanggeuleuk
Selanjutnya, ada Pantai Citanggeuleuk, di wilayah Garut selatan. Meskipun namanya tidak seterkenal Pantai Santolo hingga Sayang Heulang di ingatan pembaca, tapi Pantai Citanggeuleuk menyimpan segudang keindahan yang memesona.
Secara administratif, Pantai Citanggeuleuk berlokasi di Desa Karangwangi, Kecamatan Mekarmukti, Kabupaten Garut. Berlokasi sekitar 1 jam perjalanan menggunakan kendaraan bermotor, dari kawasan Pantai Santolo.
Jika diakses dari kawasan pusat perkotaan Garut, Pantai Citanggeuleuk berjarak sekitar 87 kilometer, dengan waktu tempuh sekitar 4-5 jam perjalanan menggunakan kendaraan bermotor, dengan jalur Garut-Cikajang-Pameungpeuk-Mekarmukti.
Panorama tebing karang yang menjulang tinggi di pinggir pantai menjadi daya tarik utamanya. Pemandangannya yang estetik, membuat suasana Citanggeuleuk mirip dengan Pantai Keling di Nusa Penida, Bali. Udaranya masih asri, karena jauh dari perkotaan.
Tiket masuk kawasan pantai dibanderol Rp 5 ribu saja. Sayangnya, seperti pantai-pantai lainnya di selatan Jawa Barat, Citanggeuleuk juga tidak direkomendasikan untuk dijadikan tempat berenang karena memiliki ombak yang sangat ganas.
Ilustrasi Alun-alun Garut Foto: Hakim Ghani/detikJabar |
Alun-alun Garut
Yang terakhir, adalah Alun-alun Garut. Meskipun tidak seperti tiga tempat wisata sebelumnya dalam artikel ini yang menawarkan wahana dan pemandangan alam, tapi Alun-alun Garut sangat cocok untuk dikunjungi bagi kalian, utamanya yang ingin meresapi Garut dari titik awalnya didirikan.
Alun-alun Garut merupakan titik pertama Kabupaten Garut didirikan pada tahun 1813 silam setelah sebelumnya bernama Kabupaten Balubur Limbangan. Di sana, terdapat sebuah lapangan bernama Oto Iskandar Dinata, Masjid Agung Garut, Babancong, Pendopo, Kantor Gubernur Jawa Barat hingga titik nol kilometer Garut.
Sejak direnovasi pada tahun 2022 lalu, Alun-alun Garut cukup representatif untuk disinggahi. Ada beragam wahana yang ditambahkan di dalamnya, mulai dari amphitheater, wahana bermain anak, hingga taman baca yang ada di setiap sudutnya. detikers juga bisa berfoto ria di sana, dengan berbagai ornamen khas Garut yang ada.
Tidak ada tiket masuk yang harus dibayar detikers untuk berkunjung ke tempat ini. detikers cukup memarkir kendaraan di kawasan Masjid Agung Garut, kemudian memasuki area Alun-alun melalui berbagai pintu yang ada di setiap sudutnya. Jangan takut kelaparan juga, karena di sekitaran Jalan Siliwangi, terdapat banyak penjual jajanan yang ngehits dengan harga murah.
(sud/sud)














































