Libur Lebaran Idulfitri kerap menjadi momentum bagi masyarakat untuk berkumpul dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Biasanya, sehari setelah Lebaran, warga mulai ramai mengunjungi berbagai destinasi wisata.
Meski pengeluaran meningkat karena belanja kebutuhan Lebaran maupun membagikan THR kepada keluarga, masyarakat tidak perlu khawatir. Di Kabupaten Cianjur terdapat sejumlah destinasi wisata menarik yang dapat dikunjungi secara gratis.
Berikut tiga di antaranya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Alun-alun Cianjur
Monumen Pilar Budaya Ngaos di Alun-alun Cianjur Foto: Ikbal Slamet |
Alun-alun Cianjur yang berlokasi di Jalan Suroso tidak hanya menjadi landmark Kota Santri, tetapi juga menjadi tempat favorit bagi wisatawan, baik dari dalam maupun luar kota seperti Sukabumi dan Kabupaten Bandung Barat.
Banyak spot menarik yang dapat dinikmati di kawasan ini, mulai dari Monumen Tugu Al-Qur'an, Taman Maenpo, hingga Taman Mamaos.
Jalur penghubung antar-monumen juga terlihat estetik dengan lorong gapura yang dihiasi Asmaul Husna.
Destinasi ini dapat dikunjungi secara gratis sehingga cocok bagi masyarakat yang ingin berwisata bersama keluarga tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Akses menuju Alun-alun Cianjur juga sangat mudah. Pengunjung dapat menggunakan kendaraan pribadi melalui pintu utama di Jalan Suroso atau melalui pintu belakang di kawasan Masjid Agung Cianjur di Jalan Siti Jenab.
Bagi wisatawan dari luar kota, lokasi ini juga dapat dijangkau menggunakan kereta api. Dari Stasiun Cianjur, pengunjung hanya perlu berjalan kaki sekitar 500 meter ke arah utara.
2. Jembatan Citarum Lama
Jembatan Rajamandala lama Foto: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S |
Mendengar nama Jembatan Citarum atau Jembatan Rajamandala, sebagian orang mungkin hanya mengenal jembatan baru yang membentang di perbatasan Kabupaten Cianjur dan Bandung Barat. Namun sebelum jembatan tersebut dibangun, pengendara melintas melalui Jembatan Citarum Lama yang memiliki medan cukup menantang.
Jembatan ini berlokasi di Desa Cihea, Kecamatan Haurwangi. Panjangnya sekitar 100 meter dengan lebar sekitar 4,5 meter.
Jembatan tersebut dahulu menjadi jalur utama penghubung Cianjur dan Bandung sebelum jembatan baru diresmikan pada 1979.
Pada pembatas jembatan tertulis bahwa Jembatan Citarum Lama dibangun pada 1986-1987. Namun keterangan tersebut merujuk pada proses renovasi, bukan pembangunan awal.
Secara historis, jalur di kawasan Rajamandala-Haurwangi merupakan bagian dari koridor Jalan Raya Pos yang dapat ditelusuri sejak sekitar tahun 1852. Catatan perjalanan Walter Kinloch dalam buku Rambles in Java and the Straits in 1852 juga menyebutkan bahwa kondisi jalan di wilayah Rajamandala saat itu tergolong ekstrem.
Saat ini Jembatan Citarum Lama sudah jarang dilalui kendaraan karena pengendara lebih memilih menggunakan jalur jembatan baru.
Meski demikian, lokasi ini justru menjadi daya tarik wisata tersendiri. Di kawasan jembatan kerap terlihat puluhan monyet liar yang turun ke jalan.
Kawanan monyet tersebut biasanya menghampiri pengendara yang berhenti karena sering diberi makanan seperti pisang atau kacang oleh warga maupun pengunjung.
Pada waktu-waktu tertentu, di kawasan ini juga terdapat wahana wisata ekstrem swing jump, di mana wisatawan melompat dari atas jembatan dengan menggunakan tali pengaman.
3. Curug Sawer
Curug Sawer di jalan Cianjur-Sindangbarang Foto: Istimewa |
Kabupaten Cianjur dikenal memiliki banyak destinasi wisata air terjun atau curug.
Salah satu yang dapat dinikmati secara gratis adalah Curug Sawer yang berada di jalur utama Cianjur-Sindangbarang, tepatnya di Kecamatan Cibinong.
Curug ini berada di sisi jalan raya sehingga pengendara dapat langsung melihatnya saat melintas. Pengunjung juga dapat menepi sejenak untuk menikmati pemandangan air terjun serta merasakan udara segar di sekitarnya.
Curug Sawer bukanlah air terjun kecil. Tingginya mencapai puluhan meter dengan aliran air yang cukup deras, terutama saat musim hujan.
Bahkan pada kondisi tertentu, cipratan air dari curug dapat mencapai badan jalan dan mengenai pengendara yang melintas.
Di sekitar lokasi juga terdapat sejumlah warung yang buka selama 24 jam sehingga pengunjung tidak perlu khawatir jika ingin beristirahat atau membeli makanan.
(yum/yum)













































