Pantai Pataya, 'Surga' Liburan Murah Meriah di Indramayu

Pantai Pataya, 'Surga' Liburan Murah Meriah di Indramayu

Burhanuddin - detikJabar
Sabtu, 21 Mar 2026 06:00 WIB
Pantai Pataya Indramayu
Pantai Pataya Indramayu (Foto: Burhanuddin/detikJabar)
Indramayu -

Jika ingin mencari tempat bersantai tanpa harus merogoh kocek dalam, Pantai Pataya bisa menjadi pilihan. Berlokasi di Desa Tambak, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, pantai ini menawarkan panorama laut yang tenang dengan suasana yang masih terjaga kealamiannya.

Semilir angin dan hamparan laut lepas menjadi daya tarik utama. Tak ada gemerlap dekorasi atau wahana modern. Justru kesederhanaan itulah yang membuat pengunjung merasa lebih dekat dengan alam.

Salah satu spot favorit di sini adalah bangunan menyerupai dermaga yang memanjang ke arah laut. Bagian sisinya dicat kuning dan biru, memberikan sentuhan kontras dengan warna air laut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jembatan tersebut kerap menjadi lokasi berfoto sekaligus tempat menikmati pemandangan matahari terbenam.

ADVERTISEMENT

"Pantai Pataya itu singkatan dari Pantai Tambak Raya," ujar Kirlam, pengelola setempat belum lama ini.

Sekilas, namanya mengingatkan pada Pantai Pattaya di Thailand. Bagi pengelola, kemiripan nama tersebut menjadi harapan agar wisata desa ini kelak dapat dikenal luas dan menjadi kebanggaan daerah.

Meski belum seterkenal destinasi lain, suasana di Pantai Pataya terasa hidup. Banyak pengunjung memilih duduk santai di warung-warung yang menghadap langsung ke laut, berbincang sambil menikmati camilan. Anak-anak pun tampak riang bermain pasir dan berlarian di tepi pantai di bawah pengawasan orang tua.

Selamet Hidayat, wisatawan asal Desa Dermayu, Kecamatan Sindang, mengaku sengaja datang bersama keluarganya untuk menikmati waktu kebersamaan.

"Biar anak tidak terus bermain ponsel, sekalian memperbaiki kualitas waktu bersama keluarga," ujarnya sambil tersenyum.

Tiket Terjangkau, Akses Kian Mudah

Untuk mencapai lokasi, pengunjung akan melewati area tambak milik warga. Kini, akses jalan sudah dibeton sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat dapat melintas dengan nyaman hingga mendekati bibir pantai. Area parkir pun tersedia dan dikelola oleh warga setempat.

Dari sisi harga, Pantai Pataya terbilang sangat terjangkau. Pengunjung cukup membayar tiket masuk Rp5.000 per orang untuk menikmati suasana pantai sepuasnya.

"Murah, hanya Rp5.000 sudah bisa bersenang-senang," kata Selamet.

Menurut Kirlam, waktu yang paling dinanti biasanya menjelang senja. Saat matahari perlahan tenggelam, langit berubah jingga dan menciptakan siluet indah di atas permukaan laut.

Bangkit Usai Diterpa Abrasi

Di balik ketenangannya, pantai ini menyimpan kisah pilu di masa lalu. Kirlam menuturkan, Pantai Pataya sempat terdampak abrasi cukup parah akibat terjangan ombak besar.

Kini, sejumlah upaya penanganan telah dilakukan. Pemecah ombak dipasang di sepanjang bibir pantai untuk mengurangi gerusan air laut.

"Alhamdulillah, sekarang abrasi tidak terlalu besar seperti dulu," jelasnya.

Dengan pengelolaan berbasis swadaya masyarakat, warga Desa Tambak berharap Pantai Pataya semakin dikenal dan mampu menggerakkan roda perekonomian lokal.

Di tengah kesederhanaannya, pantai ini hadir sebagai ruang rehat bagi siapa saja yang ingin sejenak menjauh dari hiruk pikuk keseharian.




(dir/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads