Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) menutup jalur pendakian Gunung Ciremai. Cuaca ekstrem dan pemulihan ekosistem menjadi alasan penutupan sementara aktivitas pendakian tersebut.
Dalam surat edaran TNGC Nomor PG 03/T.33/TU/KSA/B/01/2026 tentang Penutupan Aktivitas dan Kegiatan di dalam kawasan Jalur Pendakian Gunung Ciremai. Setidaknya, ada dua jalur yang ditutup, yakni Jalur Pendakian Apuy yang ditutup sejak tanggal 24 Januari 2026 sampai 1 Februari 2026 dan akan dibuka kembali pada 2 Februari 2026. Untuk Jalur Pendakian Linggajati ditutup sejak tanggal 27 Januari 2026 sampai 20 Maret 2026.
Humas TNGC, Ady Sularso menjelaskan bahwa Jalur Apuy ditutup karena banyaknya pohon tumbang di sepanjang jalur pendakian. Sedangkan untuk Linggajati, ditutup karena sering terjadi longsoran tanah yang membahayakan para pendaki.Untuk pendaki yang sudah melakukan booking, diharapkan untuk melakukan konfirmasi ulang ke admin secara online.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami anggap untuk jalur Apuy Majalengka itu berisiko bagi para pendaki karena banyaknya pohon tumbang dari desa sampai jalur pendakiannya. Untuk yang di Kuningan, itu karena cuaca ekstrem kemudian banyak terjadi longsoran yang membahayakan para pendaki. Untuk pendaki yang sudah memesan, kami akan jadwalkan ulang, jadi bisa konfirmasi langsung ke admin," tutur Ady, Rabu (28/1/2026).
Meskipun yang ditutup dua jalur pendakian, lanjut Ady, jalur lain juga kemungkinan akan ditutup jika cuaca ekstrem dan terjadi bencana yang membahayakan pendaki di jalur pendakian.
"Kalau jalur Palutungan, Sadarehe, Linggasana, juga tidak menutup kemungkinan untuk ditutup, terutama jika perjalanan berisiko dan cuaca ekstrem," tutur Ady.
Dalam surat edaran tersebut, TNGC juga mengumumkan penutupan semua jalur pendakian saat bulan Ramadan yang dimulai dari tanggal 20 Februari sampai 20 Maret 2026. Dan baru akan dibuka kembali pada tanggal 21 Maret 2026. Menurut Ady, penutupan ini bertujuan untuk pemulihan ekosistem Gunung Ciremai.
"Semua jalur akan ditutup selama Ramadan sampai setelah Lebaran sebagai upaya pemulihan ekosistem, untuk mengembalikan kondisi alam," pungkas Ady.
(yum/yum)










































