Pesona Curug Bilik, Hidden Gem di Pangandaran

Pesona Curug Bilik, Hidden Gem di Pangandaran

Aldi Nur Fadillah - detikJabar
Minggu, 28 Jan 2024 05:00 WIB
Curug Bilik Pangandaran.
Curug Bilik Pangandaran (Foto: Aldi Nur Fadillah/detikjabar).
Pangandaran - Menjajal objek wisata di Pangandaran memang tidak ada habisnya dan banyak pilihan. Salah satunya Curug Bilik yang bisa jadi pilihan untuk wisata.

Curug Bilik berlokasi di Dusun Sindangsari, Desa Jayasari, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran. Jaraknya dari Bundaran Marlin Pangandaran ke Curug Bilik sejauh 51 km atau sekitar 1,2 jam perjalanan melalui Jalan Raya Cijulang, Cigugur, Pangkalan dan Langkaplancar.

Pesona alam Curug Bilik merupakan surga tersembunyi di Pangandaran. Selain lokasinya jauh dari hiruk pikuk, cocok untuk wisatawan yang suka lokasi hidden gem.

Akses jalan menuju Curug Bilik saat ini sudah diaspal dan dapat diakses sepeda motor dan mobil hingga minibus.

Tokoh Masyarakat Langkaplancar Aceng Sutisna (47) mengatakan, Curug Bilik mulai dikenal wisatawan lokal pada tahun 2016, saat pemerintah mulai membuka akses jalan yang merata ke daerah-daerah.

"Kalau Curug Bilik itu sudah ada sejak lama secara alami. Cuman hanya menjadi lokasi liburan masyarakat lokal di sini," kata Aceng kepada detikJabar, Rabu (24/1/2024).

Menurutnya, Curug Bilik Pangandaran tidak ada tarif tiket masuk, tapi menyediakan kotak uang untuk kebersihan yang dikelola masyarakat setempat.

"Ada juga lokasi parkir yang disiapkan warga setempat, itupun tidak ditarif hanya seikhlasnya untuk yang jaga," kata dia.

Adapun fasilitas yang tersedia, cukup lengkap, seperti mushola, gazebo tempat duduk dari kayu, warung rumah makan dan area swafoto.

"Kalau fasilitas saat ini cukup lengkap dan mulai dibenahi," katanya.

Ia mengatakan, wisatawan bisa melakukan aktivitas berenang, swafoto, dan botram (makan bersama). "Aktivitas santai, mencari ketenangan dan cukup seger suasananya di sini mah," ucap dia.

Aceng mengatakan, ketinggian air Curug Bilik diperkirakan 20 meter dan sumber airnya berasal dari gunung Bongkok. "Airnya cukup jernih dan menyegarkan karena masih asri," ucapnya.

Menurutnya nama Curug Bilik diambil dari bahasa Sunda, Bilik atau dinding yang terbuat dari bambu. "Bilik itu dinding yang terbuat dari anyaman bambu. Nah konon, karena mirip bilik diberikan nama Curug Bilik," katanya.

(mso/mso)



Hide Ads