4 Bangunan Jadul di Cimahi Bakal Jadi Spot Military Heritage Tourism

4 Bangunan Jadul di Cimahi Bakal Jadi Spot Military Heritage Tourism

Whisnu Pradana - detikJabar
Kamis, 29 Sep 2022 05:00 WIB
RS Dustira, Saksi Bisu Garnisun Belanda di Kota Cimahi
RS Dustira Kota Cimahi (Yudha Maulana/detikcom)
Cimahi -

Empat bangunan peninggalan zaman penjajahan Belanda dan Jepang menjadi destinasi Military Heritage Tourism yang digagas Pemerintah Kota Cimahi sebagai sarana hiburan dan edukasi bagi wisatawan.

Empat bangunan tersebut di antaranya Rumah Sakit Dustira, Pusdik Armed, Gedung Historich, dan Lembaga Pemasyarakatan Militer (Lemasmil) Poncol. Keempat bangunan itu juga sudah berstatus bangunan cagar budaya.

"Hari ini kita kunjungi 4 bangunan peninggalan zaman Belanda dan Jepang yang ada di Cimahi, khususnya kompleks militer untuk Military Heritage Tourism," ungkap Wali Kota Cimahi Ngatiyana kepada wartawan di Lemasmil Poncol, Rabu (28/9/2022).


Military Heritage Tourism yang digagas, kata Ngatiyana, diharapkan bisa menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan agar berkunjung ke Cimahi untuk menikmati bangunan peninggalan zaman Belanda dan Jepang.

"Sekarang kita masih menunggu MoU dengan Mabes TNI dan Kodiklat TNI AD, karena semuanya ada di bawah mereka. Jadi nanti kalau sudah diizinkan wisatawan bisa masuk melihat bagaimana bangunannya, alutsista, dan kegiatan TNI," kata Ngatiyana.

Empat bangunan yang telah ditetapkan menjadi cagar budaya itu punya usia yang rata-rata sudah lebih dari 100 tahun, misalnya Lemasmil Poncol yang masih berdiri kokoh sejak dibangun pada tahun 1886.

"Misalnya di Lemasmil Poncol ini, tentu banyak nilai sejarahnya sebagai lembaga pembinaan bagi prajurit. Dulu tokoh-tokoh yang pernah ditahan di sini itu ada Edi Sampak, Letkol Untung, dan masih banyak lagi. Jadi banyak nilai sejarahnya," ujar Ngatiyana.

Ngatiyana mengatakan tak hanya empat bangunan itu saja yang menjadi destinasi Military Heritage Tourism. Tahun depan pihaknya bakal menambah bangunan lain sebagai destinasi.

"Saat ini baru 4 yang ditetapkan jadi cagar budaya dan destinasi wisatanya. Tahun depan kita tambah 25 bangunan yang segera diajukan jadi bangunan cagar budaya," ujar Ngatiyana.

Sementara itu Kepala Seksi Rehab Lemasmil Poncol Mayor CHK Kowad Novi Susanti mendukung rencana Military Heritage Tourism yang digagas Pemkot Cimahi.

"Intinya kalau kita mendukung rencana tersebut, itu juga jadi keuntungan buat kita karena selama ini enggak banyak yang tahu tentang Lemasmil Poncol," ujar Novi.

Namun jika nanti sudah resmi diizinkan dan dibuka sebagai destinasi wisata heritage militer, ada batasan tempat di dalam Lemasmil Poncol yang boleh dijamah wisatawan.

"Mungkin dibatasi, hanya sampai bagian gerbang depan sebelum gerbang hitam ke tempat pembinaan prajurit yang sedang dibina di sini. Karena itu kan privasi mereka dan wilayah terbatas," kata Novi.

(yum/yum)