Alhamdulillah, Jemaah Bisa Kembali Cium Hajar Aswad

Tim detikTravel - detikJabar
Rabu, 03 Agu 2022 20:10 WIB
A Saudi policeman stands alert beside Al-Hajar al-Aswad, the black stone, at right, a Muslim holy relic which according to Islamic tradition dates back to the time of Adam and Eve, at the Grand Mosque, a day before the annual hajj pilgrimage, Saturday, July 17, 2021. The pilgrimage to Mecca required once in a lifetime of every Muslim who can afford it and is physically able to make it, used to draw more than 2 million people. But for a second straight year it has been curtailed due to the coronavirus with only vaccinated people in Saudi Arabia able to participate. (AP Photo/Amr Nabil)
Hajar Aswad (Foto: AP/Amr Nabil)
Bandung -

Kabar baik bagi umat Islam, sebab setelah dua setengah tahun ditutup area Hajar Ismail dan Hajar Aswad di Masjidil Haram kembali dibuka pada Selasa (2/8/2022) malam waktu Arab Saudi.

Kepresidenan Umum Dua Masjid Suci Mekah dan Madinah membuka area Hajar Ismail setelah menutupnya pada Februari 2022. Sebelumnya, otoritas di dua masjid tersebut membolehkan jemaah lokal dan asing untuk beribadah namun area Hajar Ismail dan mencium Hajar Aswad masih tidak diperkenankan.

Dikutip dari detikTravel, larangan akses ini dilengkapi dengan pemberian pembatas di sekeliling Ka'bah. Sehingga tidak ada jemaah yang bisa melanggar dan memasuki area ini.


Baru pada Selasa malam waktu setempat, pembatas di sekitar area Ka'bah akhirnya dibuka. Seperti yang dilaporkan oleh media pemberitaan resmi dari kedua masjid suci Haramain Sharifain melalui akun Twitternya.

"BREAKING NEWS | Presiden Sheikh Sudais memerintahkan untuk membuka pembatas di sekitar Ka'bah dan mengembalikan akses kepada jemaah dan pengunjung," tulis akun tersebut pada Rabu (3/8/2022) pukul 2:11 WIB.

Setelah pembatas dibuka, pihak Kepresidenan juga mengungkapkan rencana mereka untuk kembali menyelenggarakan salat di area Hajar Ismail. Mereka juga kembali mengizinkan untuk mencium Hajar Aswad. Dengan catatan, kegiatan ini dilakukan dengan tertib dan sehat.

"Di bawah bimbingan Presiden Jenderal Sheikh Abdul Rahman Sudais dan untuk kepentingan memfasilitasi para jemaah, Kepresidenan telah mengembangkan rencana untuk menyelenggarakan salat di Hajar Ismail dan mencium Hajar Aswad dalam suasana yang aman, spiritual dan sehat", kata pernyataan resmi dari Kepresidenan pada Selasa malam, seperti yang dikutip dari Ummid.

Akun Twitter Haramain Sharifain juga mengunggah beberapa foto dan video yang menunjukkan antusiasme para jemaah atas dibukanya akses ini. Para jemaah terlihat mengantri untuk menyentuh Kabah dan Hajar Aswad secara langsung.

(yum/yum)