12 Tempat Wisata Religi di Bandung, Unik dan Menarik Buat Dikunjungi

Anindyadevi Aurellia - detikJabar
Minggu, 10 Jul 2022 08:30 WIB
Warga selife di Masjid Al Jabbar
Ilustrasi wisata religi di Bandung (Foto: Wisma Putra/detikJabar)
Bandung -

Menyambut Hari Raya Idul Adha, ada beberapa tempat wisata religi di Bandung. Mulai dari tempat untuk beribadah bagi kaum muslim, hingga pondok pesantren. Beberapa tempat wisata religi di Bandung memiliki arsitektur yang unik dan bernilai sejarah.

Bagi para umat muslim, keindahan masjid juga semakin menambah nilai ibadah karena komunikasi dengan Sang Pencipta menjadi lebih nyaman dan khusyuk. Tak sedikit masjid di Bandung yang memiliki gaya bangunan arsitektur yang unik nan menarik, bahkan ada pula yang diarsitekturi langsung oleh sang Gubernur. Berikut daftar tempat wisata religi di Bandung.

1. Masjid Al-Irsyad Bandung


Masjid Al Irsyad di Padalarang Kabupaten Bandung Barat.Masjid Al Irsyad di Padalarang Kabupaten Bandung Barat. Foto: Whisnu Pradana

Masjid unik di Jawa Barat ini memiliki luas 1.871 meter persegi dan didominasi warna abu-abu. Tak seperti masjid pada umumnya yang memiliki kubah, desain dari masjid ini dibuat hampir mirip dengan Ka'bah, hanya berbentuk kubus. Terletak di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, arsitek masjid unik ini adalah Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat.

Masjid ini diterangi oleh 99 lampu yang menggambarkan 99 Asmaul Husna. Di depan mihrab masjid juga terdapat satu bola besar hita bertuliskan nama Allah, di mana bola ini terlihat seolah ada di atas air. Jika dilihat dari luar, ada banyak celah-celah lubang di dinding masjid. Celah ini jika dilihat dari jarak yang cukup jauh, akan membentuk tulisan arab "Laailaha Ilallah Muhammad Rasulullah". Celah ini membuat masjid lebih ramah lingkungan karena terasa terang di siang hari dan banyak udara yang masuk.

Masjid Al- Irsyad hingga kini telah memboyong tiga penghargaan bergengsi, antara lain ialah The Best 5 World Building of The Year 2010 untuk kategori Bangunan Religi dari National Frame Building Association, FuturArc Green Leadership Award tahun 2011 dari BCI Asia, dan Awards 2018 untuk kategori Bangunan Peribadatan.

2. Masjid Al Jabbar

Biasa dikenal dengan Masjid Terapung Gedebage, masjid ini dibangun di atas danau buatan Embung Gedebage yang memiliki luas 7,2 hektar. Embung ini bisa menampung air hingga 270.000 meter kubik yang juga akan berfungsi sebagai pengendali banjir, sumber air, dan konservasi. Bentuk masjid ini sangat cantik dan berbeda dari masjid pada umumnya karena konsep gedung berbentuk melengkung.

Terletak di Jl. Cimincrang No.14, Cimenerang, Kec. Gedebage, Kota Bandung, masjid ini masih dalam tahap renovasi. Di bagian depan masjid nantinya akan ada plaza yang dikelilingi empat menara bergaya modern minimalis. Keempat menara dibuat seolah-olah muncul dari dasar danau. Ada pula menara utama yang memiliki tinggi 99 meter dan bentangan atap baja yang mencerminkan 99 nama Asmaul Husna. Masjid dengan konsep terapung ini bakal dilengkapi dengan Museum Rasulullah, Museum Asmaul Husna dan Museum Al-Quran. Selain itu akan dilengkapi tempat simulasi manasik haji

3. Masjid di Bandung Al Multazam

Masjid ini juga berbentuk kotak, dengan satu menara di sebelahnya. Terletak di Jl. Ciganitri, Lengkong, Kec. Bojongsoang, Kabupaten Bandung, dibangun seluas 5.000 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 24 x 24 m2. Tempat ini memiliki disain mengotak, pada masing-masing dinding bertuliskan kaligrafi Alhamdulillah. Di depan masjid dipercantik dengan sebuah danau yang dapat digunakan untuk berswafoto.

4. Masjid Raya Bandung

The biggest mosque in Bandung, IndonesiaThe biggest mosque in Bandung, Indonesia Foto: iStock

Siapa yang tak kenal dengan masjid ini? Masjid ini menjadi favorit warga lokal untuk beribadah sekaligus beristirahat setelah lelah berkeliling Jalan Asia-Afrika dan Alun-Alun. Tempat ini juga menjadi salah satu masjid tertua di Bandung karena didirikan sejak tahun 1810. Masjid Raya Bandung dibangun cukup luas karena dapat menampung sekitar 18.000 jamaah.

Masjid ini memiliki dua buah menara dengan ketinggian mencapai 81 meter, dengan taman yang cukup besar dengan rumput sintetis sebagai pijakan. Inilah Alun-Alun Bandung. Masjid Raya Bandung berada di Jl. Dalem Kaum Nomor 14, Kota Bandung, dengan mengalami 13 kali perombakan hingga akhirnya direnovasi kembali pada 2001 dan diresmikan pada 2003.

5. Masjid Bandung Lautze 2

Sketsa langsung Masjid Lautze 2 oleh Penulis 2021Sketsa langsung Masjid Lautze 2 oleh Penulis 2021 Foto: detik

Berada di Jalan Tamblong No. 27, Braga, Sumur Bandung, Bandung. Masjid ini berdesain unik karena kental dengan aksen Tionghoa. Layaknya sebuah klenteng, warna masjid ini didominasi warna merah dan kuning di sekeliling masjid, ditambah dengan banyak lampu lampion.

Masjid Lautze 2 ini berada di area pertokoan, sehingga sekilas tidak tampak seperti masjid pada umumnya. Didirikan oleh seorang muslim keturunan Tionghoa, H. Ali Karim (putra Abdul Karim Oei Tjeng Hien) pada bulan Januari tahun 1997. Masjid ini adalah masjid tertua yang dibangun muslim Tionghoa yang bermukim di Kota Bandung. Awal berdirinya masjid ini adalah di Jakarta, sehingga Masjid Lautze yang berada di Bandung diberikan nama Masjid Lautze nomor 2 untuk membedakannya dengan yang ada di Jakarta. Masjid ini hanya memiliki ukuran 7 kali 6 meter, namun dapat menampung 200 orang jamaah.

6. Masjid Al-Imtizaj

Masjid Al ImtizajMasjid Al Imtizaj Foto: (Nfadils/d'traveler)

Masih dengan masjid bernuansa Tionghoa, ada sebuah masjid di wilayah semi pecinan Bandung, yakni di Jalan ABC. Masjid Al-Imtizaj memiliki arsitektur unik menyerupai bangunan Tionghoa. Masjid dengan warna dominan merah, dipadukan dengan warna emas dan kuning ini berdiri didalam bangunan eks Mal Matahari pada Tahun 2008 lalu. Meski terlihat kecil, masjid ini berkapasitas 200 orang. Ornamen yang ada di masjid ini juga unik, terdapat kaligrafi, ada juga tulisan Cina hingga lampion.

7. Masjid Agung Trans Studio Bandung (TSB)

Masjid Agung berdiri kokoh di Kawasan Trans Studio Bandung keindahan masjid ini mejadi salah satu daya tarik wisatawan yang datang ke TSM yuk simak foto-fotonyaMasjid Agung berdiri kokoh di Kawasan Trans Studio Bandung keindahan masjid ini mejadi salah satu daya tarik wisatawan yang datang ke TSM yuk simak foto-fotonya Foto: Tim detikcom

Rumah ibadah seluas 4.000 meter persegi bergaya Timur Tengah ini menjadi oase di tengah-tengah pusat perbelanjaan dan tempat rekreasi. Desainnya dibuat mirip Masjid Nabawi.

Konsep masjid modern yang mengadopsi ala Timur Tengah ini berdasarkan arahan Chairul Tanjung (CT), selaku pemiki CT Corp. Bangunan Masjid TSB yang persis karakter Nabawi terletak pada bagian pilar marmer di dalam masjid, kepala pilar dan relung tembok jendela. Begitu juga bagian mihrab dan pintu utama masjid. Masjid ini diresmikan pada 2015 lalu.

8. Kampung Mahmud

Letaknya berada di Desa Mekar Rahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung. Jaraknya kira-kira 6 km dari Soreang sebagai ibu kota kabupaten. Letaknya strategis, sebab terdapat di tengah-tengah Kota Bandung dan Soreang. Kondisi alamnya cukup indah berada di pinggir Sungai Citarum dan dikelilingi oleh hamparan sawah yang luas. Tapi uniknya pada saat musim hujan kampung ini tidak pernah terendam banjir.

Pada umumnya, mata pencaharian masyarakat di Kampung Mahmud bekerja sebagai petani, pedagang, sopir dan pegawai negeri atau swasta. Bangunan rumah panggung di Kampung Mahmud bandung, memiliki syarat filosofi hidup sederhana. Kampung adat ini memiliki ciri khas dalam tata cara berkehidupan yang berpedoman pada agama yang sangat kuat.

Kampung Mahmud didirikan sekitar abad ke-15. Tokoh pendirinya adalah Sembah Eyang Abdul Manaf yang masih memiliki garis keturunan Syarif Hidayatullah. Ketika masa penjajahan Belanda, Kampung Mahmud kerap menjadi tempat persembunyian yang cukup aman bagi para pejuang.

Di dalam kampung Mahmud Bandung terdapat sebuah masjid bersejarah Masjid Agung Mahmud, konon pembangunan masjid tersebut menggunakan tanah segenggam yang di bawah oleh Kyai Haji Abdul Manaf sepulangnya dari haji di Makkah Madinah Arab Saudi untuk membangun masjid tersebut.

9. Ponpes Daarut Tauhiid Bandung

Pondok Pesantren ini milik dai Kondang Abdullah Gymnastiar yang wilayah nya bukan hanya pondok pesantren tapi juga wilayah religi sepanjang Jalan Geger Kalong Girang. Berdiri Masjid DT berlantai tiga, tepatnya di Jalan Gegerkalong Girang No. 38 Bandung. Masjid ini sering dijuluki sebagai "Masjid Seribu Tangan" karena dibangun secara gotong royong oleh ribuan masyarakat dan jamaah DT. Di daerah ini, yang akan didapatkan bukan hanya sekedar belajar agama dan mendengarkan ceramah saja, tapi juga merasakan kehidupan di tengah pondok pesantren dengan menginap di homestay yang tersedia di wilayah daarut Tauhid.

10. Masjid Al-Ukhuwah

Masjid Al Ukhuwah di BandungMasjid Al Ukhuwah di Bandung Foto: Dony Indra Ramdhan/detikcom

Terletak strategis di sekitar Jalan Wastukencana di seberang Balai Kota Bandung, masjid ini juga menjadi salah satu jejak Bandung sebagai pusat gerakan Vrijimetselarij atau freemasonry di Hindia Belanda. Dulunya, bangunan ini disebut Loge Sint Jan.

Bangunan ini disebut oleh warga jaman dulu ialah Gedung Setan. Selain karena pelafalan Sint Jan dalam lidah Sunda, juga karena arsitektur gedung yang gelap, minim jendela, dan terkesan tertutup. Setelah gedung dibongkar, pada tahun 1998 terbangunlah sebuah masjid megah ini dengan atap yang meruncing ke depan dan banyak pintu kaca besar.

11. Masjid Cipaganti

Masjid Besar Cipaganti terkenal sebagai salah satu masjid tertua dan bersejarah di Bandung. Masjid yang didirikan tahun 1933 ini dirancang oleh arsitek Belanda.Masjid Besar Cipaganti terkenal sebagai salah satu masjid tertua dan bersejarah di Bandung. Masjid yang didirikan tahun 1933 ini dirancang oleh arsitek Belanda. Foto: Dok. Syahda Musthafa/Humas.Bandung.go.id.

Masjid Besar Cipaganti di Kota Bandung merupakan salah satu masjid tertua dengan sejarahnya yang panjang. Perpaduan keindahan arsitektur Eropa dan Jawa menjadi ciri khas masjid yang berlokasi di Jalan Raden AA Wiranatakusumah (Jalan Cipaganti) No 85 ini.

Unsur Eropa lainnya terlihat dari konstruksi bangunan yang memakai kuda-kuda segitiga penyangga atap. Selain itu, bangunan masjid dikelilingi pilar-pilar dari bata juga merupakan ciri khas arsitektur Eropa.

Masjid Besar Cipaganti juga terasa kuat dalam balutan Jawa bernuansa Islami. Itu terlihat dari atap sirap berbentuk tajuk tumpang dua serta empat saka guru di dalam masjid yang berhiaskan ornamen bunga bersulur dan ukiran kaligrafi ber-lafaz Hamdallah.

Pada 1 November 2018, masjid yang diarsiteki C.P.W. Schoemaker itu lolos verifikasi sebagai bangunan cagar budaya di Kota Bandung. Sebuah plakat bangunan cagar budaya yang berada di samping kanan pintu masuk masjid menandakan bahwa bangunan masjid tersebut termasuk dilindungi Pemerintah Kota Bandung.

12. Masjid Pusdai

Masjid Pusdai JabarMasjid Pusdai Jabar Foto: Sudirman Wamad

Masjid Pusdai Jabar ini bergaya Timur Tengah dan Turki. Pola geometris dan lengkung mudah ditemukan di Masjid Pusdai Jabar. Atap masjidnya menggunakan model tropis dengan bentuk limasan. Arsitek Masjid Pusdai Jabar ini adalah Slamet Wira Sonjaya. Arsitek masjid ini merupakan salah satu dosen Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

Dalam situs resminya, dijelaskan bahwa menara Masjid Pusdai menyimbolkan soal keesaan Tuhan. Melambangkan kejujuran, efesien, kesederhanaan dan fungsional. Sementara itu, secara estetika menggunakan filosofi Sunda. Ini terlihat di bagian dinding dan kolom berupa ukiran tanaman khas Sunda seperti patrakomala, hanjuan dan melati.

Kompleks Pusdai Jabar berdiri di lahan seluas 45.0000 meter persegi. Bangunannya terdiri dari dua lantai, total luasnya sekitar 13.832 meter persegi. Kemudian, plaza atau tempat terbukanya seluas 3.375 meter persegi. Dan beberapa elemen lainnya.



Simak Video "Ketenteraman Destinasi Wisata Religi di Desa Blimbingsari Jembrana"
[Gambas:Video 20detik]
(aau/tya)