Sisi Lain Rumah Sandekala Jurnalrisa yang Bikin Bergidik

Anindyadevi Aurellia - detikJabar
Sabtu, 14 Mei 2022 20:00 WIB
Rumah Sandekala.
Rumah Sandekala. (Foto: Anindyadevi Aurellia/detikJabar)
Bandung -

Piset Square Mall, sebuah pusat perbelanjaan di Bandung ini jarang terjamah publik. Banyak gerai yang tutup, bahkan sebagian besar eskalator tak berfungsi.Kotor, tak terurus, sehingga alih fungsi menjadi tangga biasa.

Hanya satu supermarket yang masih beroperasi dan ramai dikunjungi. Namun belakangan ini Piset Square Mall justru jadi perbincangan hangat, sebab adanya wahana 'Jurnal Risa-Rumah Sandekala' - The Haunted House Experience.

Wahana ini dibuat berdasarkan pengalaman spiritual yang dialami Risa Saraswati, seorang indigo dan penulis, saat mencoba menuliskan legenda Rumah Sandekala dalam sebuah buku.


"Risa memilih buku Rumah Sandekala yang udah lama ditulis dan merupakan novel best seller untuk dibuat sebuah wahana. Akhirnya setelah diskusi, terpilih Piset Square Mall di Bandung yang memiliki vibes mendukung. Apalagi dua tahun sempat tak beroperasi," jelas CEO Otello Asia Sysan Ibrahim kepada detikJabar.

Kepada tim promotor acara, Risa Saraswati mengungkapkan ada banyak teman-teman tak kasat mata yang ada di wahana bermain. Hal serupa diucapkan beberapa pengunjung yang memiliki kemampuan khusus. Percaya tak percaya, Risa dan tim akhirnya melakukan beberapa ritual demi menjamin acara berlangsung lancar.

"Adanya permintaan khusus dari makhluk yang ada di sana itu benar adanya. Jadi sudah kami siapkan dalam satu ruangan, yakni manekin dengan kebaya merah lengkap dengan sinjang (kain), serta bunga warna merah yang setiap hari harus selalu diganti agar fresh," tutur Sysan.

Ia menyampaikan hal ini untuk menghormati beberapa makhluk yang mungkin hanya bisa dilihat beberapa orang saja, serta menjamin agar pengunjung tidak ada yang 'diikuti'.

"Ini boleh percaya atau tidak ya, tapi kita sesama makhluk hidup saling berdampingan. Jadi saling jaga supaya sama-sama tidak mengganggu dan saling menghormati, supaya makhluk tak kasat mata di sana juga tidak mengikuti sampai luar wahana," ungkapnya.

Penjelasan ini turut menjawab pertanyaan beberapa pengunjung yang takut jika 'tertempel' makhluk tak kasat mata dari wahana tersebut atau mengalami kerasukan.

"Untuk medis kami cukup concern, sudah kami siapkan mini klinik lengkap dengan segala perlengkapan medis seperti oksigen. Akan diberi pertolongan jika ada yang cedera. Bahkan jika ada yang mengalami peristiwa nonmedis seperti kerasukan, kami ada ustaz yang in charge," terang Penanggung Jawab Operasional Rumah Sandekala Jurnal Risa Rega Budiman.

Melihat pengalaman selama 10 hari wahana berjalan, Rega memberi pesan bagi para calon pengunjung. Salah satunya hindari memakai sandal jepit. Kenapa ya?

"Sejauh ini alhamdulillah tidak ada kejadian kerasukan dan lainnya. Justru kejadian di dalam jambak-jambakan dengan temannya sendiri, berlarian sampai sandalnya putus. Maka baiknya kami sarankan jangan pakai sandal jepit, gunakan sepatu yang nyaman dan kuat jadi tidak buat jatuh atau putus di dalam," tutup Rega.

Sementara itu, dalam sehari, angka pengunjung tertinggi Rumah Sandekala tembus hingga 600 orang. Antusiasme pengunjung cukup tinggi terhadap wahana ini, yang mayoritas adalah penggemar kanal YouTube Jurnal Risa.

Salah seorang pengunjung, Laras (16), datang bersama empat temannya yang merupakan pengikut cerita Risa Saraswati. Ia mengaku rasa penasaran tersendiri, khususnya pada teman-teman tak kasat mata Risa.

"Enggak sabar dan makin deg-degan (mau masuk), memang sengaja ke sini karena juga tahu kalau di dalam ada teman-teman tak kasat matanya Risa juga," ungkap Laras.



Simak Video "Tampang Pasutri yang Sekap dan Siksa ART di Bandung Barat"
[Gambas:Video 20detik]
(aau/ors)