Unak-anik Jabar

Larangan Tabuh Gong di Balik Pesona Situ Cangkuang

Hakim Ghani - detikJabar
Rabu, 09 Feb 2022 17:22 WIB
danau
Foto: (Kurnia/detikTravel)
Garut -

Siapa yang tak kenal dengan objek wisata Situ Cangkuang, Garut yang menyimpan beragam keindahan alam. Di balik keindahannya, ternyata tersimpan mitos yang pantang dilakukan siapa pun yang datang ke sana.

Mitos yang dimaksud adalah larangan menabuh gong. Konon kabarnya, terselip cerita horor yang mengiringi mitos tersebut.

Pengelola Situ Cangkuang, Zaki Munawar beberapa waktu lalu sempat berbincang dengan detikcom. Dia mengatakan, pelarangan menabuh gong itu sudah ada sejak dahulu kala.


"Memang betul ada larangan menabuh gong besar dari bahan perunggu di wilayah Kampung Pulo (kawasan Situ Cangkuang)," kata Zaki.

Pelarangan menabuh gong itu berkaitan dengan Arif Muhammad, seorang penyebar agama Islam yang makamnya terletak persis di samping Candi Cangkuang.

"Kabarnya, dulu, anak laki-laki dari Arif Muhammad tersebut akan dikhitan," katanya.

Sebelum dikhitan, kata Zaki, anak lelaki Arif Muhammad diarak mengelilingi perkampungan menggunakan jampana, semacam rumah-rumahan kecil yang dibopong orang dewasa, dengan diiringi musik gamelan.

"Namun saat diarak datang malapetaka berupa angin topan besar, dan membuat anak Arif Muhammad tersebut jatuh dan meninggal seketika," katanya.

Sejak saat itu, masyarakat di Kampung Pulo dilarang untuk menabuh gong. Selain larangan menabuh gong, ada larangan-larangan lain tak boleh dilakukan di lingkungan ini.

Seperti tidak boleh berziarah pada hari Rabu dan tidak boleh menambah bangunan yang ada di Kampung Pulo.

Selain itu juga, masyarakat di tempat ini tidak diperkenankan memelihara hewan berkaki empat.

"Alasannya karena Arif Muhammad tidak suka memelihara hewan yang memakan dedaunan. Jadi tidak ada yang memelihara hewan berkaki empat, kecuali kucing," tutup Zaki



Simak Video "Ngeri! Detik-detik Truk Sampah Tabrak Kerumunan Pengendara di Garut"
[Gambas:Video 20detik]
(yum/bbn)