MU Diminta Tak Gegabah Pilih Antonio Conte, Ini Alasannya

Soccer Update

MU Diminta Tak Gegabah Pilih Antonio Conte, Ini Alasannya

Okdwitya Karina Sari - detikJabar
Selasa, 27 Okt 2026 20:00 WIB
Soccer Football - UEFA Champions League - Napoli v Chelsea - Stadio Diego Armando Maradona, Naples, Italy - January 28, 2026 Napoli coach Antonio Conte reacts REUTERS/Ciro De Luca
Antonio Conte (Foto: REUTERS/Ciro De Luca)
Jakarta -

Manchester United kini berada di ambang pergantian nakhoda menyusul performa buruk di bawah arahan Michael Carrick. Meski nama Antonio Conte mencuat sebagai kandidat kuat, mantan asisten manajer MU, Rene Meulensteen, justru melayangkan peringatan keras kepada pihak klub.

Kondisi Setan Merah kian mengkhawatirkan setelah dipermalukan Bournemouth dengan skor telak 0-3. Kekalahan ini memperpanjang tren negatif United di Liga Inggris musim 2026, di mana mereka telah menelan tiga kekalahan dari delapan laga awal. Hasil tersebut memaksa klub terlempar ke posisi 16 klasemen, mendekati zona degradasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Situasi pelik ini memicu spekulasi pemecatan Carrick. Melansir detikSport, Conte, pelatih berpengalaman yang pernah menangani Chelsea dan Tottenham Hotspur, disebut-sebut sebagai calon suksesor. Namun, Meulensteen menilai penunjukan pelatih asal Italia itu bukan solusi yang tepat.

"Saya sudah dengar tentang nama yang diperbincangkan, dan saya tidak mendukung penunjukan itu sama sekali," ungkap Meulensteen kepada talkSPORT.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, meski Conte mungkin memberikan efek instan, dampaknya diprediksi tidak akan bertahan lama bagi stabilitas tim.

"Saya kira itu mungkin akan mendapat sedikit peningkatan, tapi setelahnya akan jatuh dengan sangat-sangat cepat mengingat cara Conte menjalankan pekerjaannya. Saya tidak setuju dengan hal itu."

Akar Masalah di Level Manajemen

Meulensteen menegaskan bahwa persoalan di Old Trafford tidak akan tuntas hanya dengan mengganti manajer. Ia berpendapat bahwa klub memang membutuhkan figur pemimpin dengan visi dan karakter kuat, namun masalah yang ada saat ini jauh lebih mendalam.

"Jika Anda bertanya kepada saya tentang nama lain, saya tidak bisa memberitahu Anda, karena masalahnya bukanlah manajer selanjutnya. Ya, dia memang harus memiliki kepribadian yang kuat, karakter yang kuat dengan pandangan dan visi tentang bagaimana dia ingin melakukan banyak hal. Namun, setiap manajer yang berada di sana sebelumnya, saya kira, mengatakan hal yang sama," katanya.

Kritik tajam Meulensteen justru menyasar jajaran pemilik klub. Ia menilai kontrol berlebihan dari pemilik menjadi faktor utama yang menghambat kebangkitan Manchester United.

'Masalahnya adalah pemilik klub telah mengendalikan Manchester United sepenuhnya. Itulah masalahnya dan mereka tidak bisa keluar dari situ," tegas Meulensteen.

Bagi Meulensteen, tantangan terbesar United bukan sekadar mencari sosok baru di pinggir lapangan, melainkan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap masalah fundamental yang terus berulang meskipun kursi manajer telah berkali-kali berganti.

Artikel ini sudah tayang di detikSport



(rin/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads