Nyabu dan Ngeganja Dulu, Nyerang Bus Rombongan Persib Kemudian

Nyabu dan Ngeganja Dulu, Nyerang Bus Rombongan Persib Kemudian

Tim detikJateng - detikJabar
Senin, 12 Okt 2026 18:00 WIB
Tampang suporter Persija pelaku perusakan bus Persib di rest area Tol Batang, Senin (12/10/2026).
Tampang suporter Persija pelaku perusakan bus Persib di rest area Tol Batang, Senin (12/10/2026). (Foto: Robby Bernardi/detikJateng)
Batang -

Aksi perusakan bus yang mengangkut rombongan Persib U-18 di Rest Area KM 360 Batang menyisakan fakta mengejutkan. Pelaku berinisial BPA (33), seorang pria asal Kota Bambu Utara, Palmerah, Jakarta Barat, diketahui berada di bawah pengaruh narkotika saat melancarkan aksinya.

Itu diketahui dari hasil tes urine yang dilakukan terhadapnya. BPA yang merupakan uporter Persija Jakarta itu dinyatakan positif mengonsumsi sabu dan ganja.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hasil pemeriksaan oleh Satnarkoba Polresta Batang tadi, ia positif. Ya memakai sabu dan ganja," Kata Kasatreskrim Polresta Batang, Kompol Bintoro Thio Pratama, saat ditemui detikJateng di Mapolresta Batang, Senin (12/10).

Selain temuan positif narkoba, polisi juga mendapati barang bukti berupa alat isap sabu dan minuman keras di dalam tas milik pelaku. Temuan ini menjadi bagian dari pendalaman penyidik untuk mengungkap motif di balik tindakan anarkis tersebut.

ADVERTISEMENT

"Di dalam tas ada alat hisap, dan ada minuman mirasnya juga," tambah Thio.

Hingga saat ini, penyidik masih terus mendalami keterkaitan antara kondisi pelaku yang berada di bawah pengaruh zat terlarang dengan aksi perusakan yang dilakukan. Pemeriksaan intensif terhadap BPA masih berlangsung di Mapolresta Batang guna mengungkap apakah ada keterlibatan pihak lain dalam insiden tersebut.

Sebelumnya, Satreskrim Polresta Batang berhasil meringkus BPA di Gerbang Tol Cikarang Utama. Penangkapan ini merupakan hasil pengembangan dari rekaman CCTV di SPBU Rest Area KM 360 serta keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian.

"Dapat kami pastikan (Suporter Persija), karena kemarin saat diamankan, kami juga ketemu Korlapnya, itu sudah kami omongkan, tapi dari Korlap juga sudah berbicara, itu di luar tanggung jawabnya, karena itu sudah melakukan suatu tindak pidana," ungkap Kasatreskrim Polresta Batang, Kompol Bintoro Thio Pratama.

Meski rekaman CCTV di lokasi kejadian sempat menangkap beberapa orang yang diduga terlibat, polisi baru berhasil mengamankan satu orang pelaku. Kendala teknis pada rekaman CCTV menjadi tantangan tersendiri bagi tim penyidik dalam melakukan identifikasi lebih lanjut.

"Dugaan sementara ada beberapa pelaku, tapi untuk kejelasan pelakunya, kami mengecek CCTV dan saksi-saksi itu baru satu yang kami amankan karena ada juga CCTV yang masih ngeblur lah atau tidak jelas," kata Thio.

Artikel ini telah tayang di detikJateng

(orb/orb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads