Persib Bandung harus puas berbagi angka dengan Dewa United dalam laga lanjutan Super League di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Senin (12/10/2026). Pertandingan tensi tinggi tersebut berakhir dengan skor imbang 2-2.
Hasil ini memicu reaksi keras dari Bobotoh yang menyoroti performa bek muda Kakang Rudianto. Sepanjang jalannya laga, pemain asal Cianjur tersebut terus menjadi sasaran kritik tajam dari tribun penonton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi tekanan terhadap anak asuhnya, pelatih Persib Igor Tolic menegaskan bahwa tanggung jawab atas hasil pertandingan sepenuhnya berada di pundak pelatih, bukan pemain.
"Selalu saja ada orang lain (yang disalahkan). Saya sudah mengatakan bahwa jika ada yang perlu dikritik, itu seharusnya saya karena saya yang menempatkan para pemain di lapangan," kata Igor.
Igor menjelaskan bahwa kondisi tim saat ini cukup berat lantaran jadwal kompetisi yang sangat padat. Ia berharap para pendukung memahami situasi Persib yang harus membagi fokus di berbagai ajang.
"Jadi ini bukan masalah lelah atau tidak. Jadwalnya memang seperti ini, Anda memiliki jeda 72 jam ditambah penerbangan. Pihak liga yang menyusun jadwalnya, mereka menempatkan kami di kompetisi, inilah kami dan kami harus menjalani semua pertandingan. Pada akhirnya kita akan melihat apa yang terjadi," ungkapnya.
Meski sempat tertinggal 0-2 pada babak pertama, Igor mengapresiasi daya juang para pemain yang mampu bangkit dan menyamakan kedudukan di babak kedua. Ia menekankan bahwa berkompetisi di empat ajang sekaligus bukanlah perkara mudah dibandingkan tim lawan yang hanya fokus pada satu kompetisi.
"Tetapi para pemain di ruang ganti, mereka ingin tampil baik. Ini tidak mudah. Anda bermain di pertandingan Liga Champions, itu level yang berbeda. Anda bermain di Shopee Cup, itu level yang berbeda. Bayangkan saja setiap tiga hari Anda bermain melawan Persija, atau tim selevel itu. Lawan adalah tim yang bagus, hanya fokus pada satu kompetisi. Punya fasilitas luar biasa, bonus luar biasa, gaji bagus, dan hanya fokus di satu kompetisi. Sedangkan kami punya empat kompetisi," terangnya.
Igor menilai kritik personal yang berlebihan terhadap Kakang adalah hal yang tidak wajar. Baginya, kritik seharusnya dialamatkan pada aspek taktikal atau keputusan pelatih.
"Mengkritik Kakang atau siapa pun dalam hal ini sungguh tidak normal. Seperti yang saya katakan, kritiklah pelatihnya, Anda bisa bilang taktiknya buruk, rotasinya buruk, bla bla bla, itu bukan masalah. Tapi mengkritik Kakang, itu luar biasa (ironis). Tapi ini bukan hanya soal Kakang, orang lain akan jadi sasaran berikutnya. Mungkin nanti Marc, atau Peralta, saya sudah melihat semuanya. Jadi kita hanya perlu tetap bersatu," tambahnya.
Menutup keterangannya, Igor mengingatkan bahwa tekanan psikologis dari tribun dapat memengaruhi masa depan pemain. Ia meminta Bobotoh untuk lebih bijak dalam mengekspresikan kekecewaan.
"Sebagian besar, 99,9% penggemar bersama kami. Bagi yang ingin meneriakkan sesuatu, biarkan mereka berteriak, mereka membayar tiket, mereka bebas mengatakan apa yang mereka inginkan. Tapi itu tidak bagus untuk Kakang," pungkasnya.
(wip/dir)
