Langkah Berat PSGC Ciamis di League Cup 2026/2027

Langkah Berat PSGC Ciamis di League Cup 2026/2027

Dadang Hermansyah - detikJabar
Rabu, 07 Okt 2026 20:08 WIB
Laga PSGC Ciamis vs Sumsel United di Stadion Galuh, Ciamis.
Para pemain PSGC Ciamis. (Foto: Dok. Panpel PSGC Ciamis)
Ciamis -

Di musim 2026/2027, PSGC Ciamis bakal menjalani dua kompetisi sekaligus. Selain berlaga di Liga 2, Laskar Singacala akan tampil di kompetisi baru, yakni League Cup 2026/2027.

League telah melakukan drawing pembagian grup League Cup pada Rabu (7/10/2026). Kompetisi edisi perdana tersebut diikuti 38 klub dan dijadwalkan mulai bergulir pada 3 November 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

PSGC Ciamis masuk Zona Barat 2 Grup F. Tim asuhan Heri Kiswanto itu berada satu grup dengan dua klub Liga 1, yakni Garudayaksa FC dan PSS Sleman.

Asisten Pelatih PSGC Ciamis Eka Ramdani menilai kehadiran League Cup menjadi keuntungan tersendiri, terutama bagi pemain yang selama ini belum banyak mendapatkan menit bermain di Liga 2.

ADVERTISEMENT

"Kalau saya secara pribadi, adanya League Cup ini bagus untuk memberikan kesempatan kepada pemain-pemain yang mungkin di liga tidak mendapat menit bermain. Di League Cup mereka bisa mendapatkan menit bermain. Jadi lebih ke perkembangan dan menit bermain anak-anak. Semakin mereka mendapatkan kesempatan, tentu kami harapkan mereka bisa berkembang," ujar Eka, melalui sambungan telepon.

League Cup menggunakan regulasi pemain asing yang membatasi klub Liga 1 memainkan maksimal tiga pemain asing. Menurut Eka, aturan tersebut membuat pertandingan antara klub Liga 1 dan Liga 2 menjadi lebih berimbang.

"Kalau aturannya seperti itu, bagus. Saya pikir nantinya tidak terlalu ada ketimpangan terkait kualitas tim. Jadi tim Liga 2 dan Liga 1 bisa lebih kompetitif," katanya.

PSGC juga harus membagi konsentrasi karena League Cup akan berlangsung di tengah kompetisi Liga 2. Dengan jumlah pemain yang dimiliki saat ini, Eka menilai skuad masih cukup untuk menjalani dua ajang sekaligus.

"Kalau melihat jumlah pemain yang ada sekarang, 33 termasuk tiga kiper, saya pikir sebenarnya cukup untuk bisa memainkan dua kompetisi. Tinggal nanti kita lihat siapa yang siap untuk pertandingan," tuturnya.

Meski berada satu grup dengan dua tim Liga 1, Eka memilih tidak membebani pemain dengan target berlebihan.

"Nothing to lose. Artinya, secara kualitas di atas kertas tentunya tim-tim Liga 1 lebih diunggulkan. Tapi sepak bola ini banyak kejutan. Bagaimana kami bisa menciptakan kejutan-kejutan itu, itu yang penting," katanya.

Diketahui, Eka juga memiliki pengalaman bersama Garudayaksa. Namun, ia menyebut kondisi tim tersebut saat ini sudah jauh berbeda dibanding ketika dirinya berada di sana.

"Ya, pernah di sana. Tapi mungkin 70 sampai 80 persen pemainnya sudah berganti," kata Eka.

Menurutnya, perubahan materi pemain dan staf kepelatihan membuat Garudayaksa yang akan dihadapi PSGC nanti tidak bisa disamakan dengan tim yang pernah dikenalnya.

"Komposisi pemain tentunya sangat berbeda jauh. Ada perubahan mungkin hampir 70 persen. Mereka juga harus bersaing di Liga 1 sehingga melepas banyak pemain. Regulasi Liga 1 juga berbeda dengan Liga 2," jelasnya.

Eka menyambut positif adanya dua kompetisi bagi klub Liga 2. Menurutnya, kesempatan tersebut bisa menjadi ruang bagi pemain muda PSGC untuk mengasah kemampuan sekaligus mental bertanding.

"Saya senang tahun ini ada dua kompetisi buat tim-tim Liga 2, sehingga bisa memberikan jam terbang untuk para pemain muda. Dengan semakin banyak mendapatkan kesempatan dan menit bermain, kami harapkan mereka bisa lebih berkembang dan secara mental bertanding juga lebih baik," ungkapnya.

Ia juga meminta dukungan positif dari suporter PSGC. Menurut Eka, mayoritas pemain Laskar Singacala masih berusia muda sehingga membutuhkan dukungan yang bisa membangun kepercayaan diri.

"Untuk suporter, tetap support secara positif. Karena banyak pemain muda di sini, saya pikir jangan disamakan ketika mendukung. Jangan disamakan tuntutannya. Saya berharap suporter bisa membantu pemain-pemain muda ini berkembang dan jangan sampai mereka merasa tertekan berada di sini," pungkasnya.

Sementara itu, Manajer PSGC Ciamis Erwan Darmawan mengaku optimistis timnya mampu bersaing meski harus menghadapi dua klub Liga 1.

"PSGC menghadapi dua tim Liga 1, Garudayaksa dan PSS Sleman. Saya percaya dengan kekuatan tim dan kemampuan para pelatih dalam menangani PSGC Ciamis," kata Erwan.

Erwan juga menilai regulasi tiga pemain asing membuat persaingan di League Cup lebih berimbang.

"Dalam League Cup ini saya rasa lebih adil karena setiap tim hanya bisa memainkan tiga pemain asing. Jadi tim dari Liga 1 tidak sebebas di kompetisi yang bisa memainkan banyak pemain asing. Saya kira kekuatannya menjadi lebih sama, lebih adil dan merata," ujarnya.

Erwan pun berharap PSGC bisa menjalani dua kompetisi tersebut dengan baik. Namun ia menekankan untuk tim supaya tetap konsentrasi menjalani dua kompetisi sekaligus.

"Insyaallah optimistis bisa bersaing. Semoga diberikan kekuatan lebih untuk menghadapi dua kompetisi yang baru pertama kami rasakan. Mohon da dan dukungannya dari masyarakat," katanya.

PSGC sebenarnya bukan kali pertama menghadapi tim kasta teratas. Laskar Singacala pernah tampil di Piala Presiden ketika masih bermain di Divisi Utama dan berhadapan dengan klub-klub yang saat itu berlaga di ISL.

(orb/orb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads