Manchester City kini tengah berada di ujung tanduk. Klub berjuluk The Citizens itu berpotensi dijatuhi hukuman berat akibat dugaan pelanggaran finansial. Bahkan, muncul spekulasi bahwa para pemainnya memiliki celah hukum untuk memutus kontrak jika merasa dirugikan oleh situasi ini.
City didakwa oleh Premier League atas 114 kasus pelanggaran finansial yang terjadi dalam rentang waktu 2009 hingga 2018. Saat ini, proses hukum masih terus bergulir dan pihak City diketahui telah mengajukan banding atas dakwaan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belum ada yang bisa memastikan kapan kasus ini akan menemui titik terang, atau bagaimana akhir dari drama hukum ini bagi City. Namun, sejumlah sanksi berat membayangi klub, mulai dari pencabutan gelar juara selama periode pelanggaran hingga ancaman degradasi dari kasta tertinggi Liga Inggris.
Situasi ini tentu menjadi sorotan bagi para pemain City yang selama ini menikmati gaji tinggi dan fasilitas mewah. Kondisi finansial klub yang sedang bermasalah memicu perdebatan mengenai masa depan para bintang di Etihad Stadium.
Secara teoritis, pemain bisa saja mengajukan pembatalan kontrak sepihak jika klub terbukti tidak transparan terkait kondisi finansial mereka. Jika skenario ekstrem ini terjadi, Erling Haaland dan rekan-rekannya berpotensi hengkang ke klub lain dengan status bebas transfer.
Baca juga: Sorotan Tajam Fans Timnas Singapura |
"Pemain kini bisa bilang 'Anda sudah melanggar kepercayaan dan kesetiaan kami. Anda adalah bos kami, Anda melanggar aturan itu dan saya berhak memutus kontrak lalu pergi'," ujar pengacara olahraga top asal Inggris, Paul Gilroy KC, dalam wawancara di acara 'Stick to Football'.
"Ada kemungkinan memang untuk itu; saya sih sudah liat ada banyak orang bilang itu tidak mungkin, tapi semua tergantung kepada banyak hal. Klub bilang apa ke pemain? Bagaimana mereka menyelesaikan masalah finansial? dan lain-lainnya. Tapi pastinya itu mungkin terjadi (pemain memutus kontrak)," sambung Gilroy.
Artikel ini telah tayang di detikSport
(mrp/orb)
