PSGC Ciamis membawa 23 pemain untuk menghadapi Persiku Kudus pada pekan keempat Liga 2 2026/2027. Dalam lawatan ke Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (3/10/2026), Laskar Singacala dipastikan tanpa gelandang asing Johan Bonilla.
Rombongan PSGC berangkat dari Stasiun Ciamis menggunakan kereta api, Kamis (1/10/2026). Dari 23 pemain yang dibawa, Bonilla tidak masuk dalam daftar karena kondisinya belum sepenuhnya pulih setelah sempat sakit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebaliknya, dua pemain anyar yang dipinjam dari Persib Bandung, Kevin dan Athaya Zahran, ikut dalam rombongan dan siap dimainkan.
Asisten Pelatih PSGC Ciamis Eka Ramdani mengatakan tim hanya membawa pemain yang dinilai siap secara fisik untuk menghadapi Persiku.
"Yang dibawa 23 pemain. Bonilla tidak dibawa karena kemarin sakit dan mungkin kondisinya belum 100 persen. Jadi kami pilih membawa pemain-pemain yang memang siap untuk memberikan yang terbaik," ujar Eka sebelum keberangkatan di Stasiun Ciamis.
Kehadiran Kevin dan Athaya Zahran menambah pilihan PSGC di pertandingan tersebut. Namun, Eka belum memastikan komposisi pemain yang akan turun sejak menit awal.
"Kevin sama Athaya saya bawa. Untuk starting belum, karena Jumat masih ada latihan. Kami lihat siapa yang paling siap nanti," katanya.
PSGC datang dengan target membawa pulang poin dari markas Persiku. Setelah kehilangan poin di kandang pada pertandingan sebelumnya, laga tandang ini menjadi kesempatan bagi PSGC untuk menebusnya.
"Target harus selalu tiga poin. Masalah hasil nanti itu bukan hak kita. Kita hanya ikhtiar dan berusaha maksimal. Kalau targetnya tiga poin, pemain juga pasti bermain untuk mendapatkan tiga poin," kata Eka.
Soal Persiku, Eka tidak ingin hanya fokus kepada satu atau dua pemain. Menurutnya, seluruh pemain tuan rumah tetap memiliki potensi membahayakan pertahanan PSGC.
"Semua pemain punya peluang untuk mencetak gol. Jadi kami coba mewaspadai semua pemain," ujarnya.
Eka juga menepis anggapan bahwa permainan PSGC terlalu bergantung kepada Ezechiel N'Douassel. Menurutnya, tim sebenarnya telah menyiapkan sejumlah alternatif dalam skema permainan, tetapi variasi tersebut belum selalu terlihat saat pertandingan.
"Dari persiapan awal sebenarnya kami tidak bertumpu pada Eze. Hanya saja secara taktikal belum sepenuhnya bisa diterapkan pemain. Akhirnya kelihatan seperti bola tertuju kepada Eze semua," jelasnya.
Padahal, kata Eka, PSGC memiliki sejumlah opsi untuk membangun serangan. Dengan skema 4-3-3 misalnya, ada tiga pemain di lini depan yang bisa menjadi tujuan umpan.
"Di latihan kami sudah banyak opsi supaya bola tidak hanya diberikan kepada Eze. Kami juga punya tiga striker di depan dan gelandang yang bisa muncul. Ini menjadi bahan evaluasi staf pelatih karena variasinya sebenarnya sudah diberikan, hanya belum terlihat di pertandingan," tuturnya.
(sud/sud)
