Kritik Keras Bobotoh soal Kondisi Rumput Stadion GBLA

Kritik Keras Bobotoh soal Kondisi Rumput Stadion GBLA

Bima Bagaskara - detikJabar
Rabu, 09 Sep 2026 10:30 WIB
Koreo Persib Vs PSM di GBLA, Minggu (6/9/2026)
Persib Vs PSM di GBLA, Minggu (6/9/2026). (Foto: Wisma Putra/detikJabar)
Bandung -

Persib Bandung memang mengawali Super League 2026/2027 dengan kemenangan. Namun, ada persoalan besar yang justru mencuri perhatian setelah laga perdana di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

Alih-alih menjadi panggung yang layak untuk menyambut langkah pertama sang juara bertahan, permukaan lapangan justru mendapat keluhan dari tim lawan. PSM Makassar yang menghadapi Persib pada Minggu (6/9/2026) menilai kondisi rumput tidak ideal untuk pertandingan.

Sorotan tersebut kemudian ikut datang dari Bobotoh. Bagi mereka, persoalan rumput GBLA sudah tidak semestinya terus berulang, terlebih stadion tersebut menjadi kandang Persib yang berstatus juara bertahan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indra Jaya, Bobotoh sekaligus pengamat Persib, mengaku terkejut ketika pertama kali melihat kondisi lapangan GBLA saat pertandingan.

ADVERTISEMENT

"Kaget pas pertama lihat. Tidak bisa ditawar-tawar lagi, bereskan," ucap Indra, Rabu (9/9/2026).

Menurut Indra, persoalan kualitas lapangan seharusnya menjadi perhatian serius. Status Persib sebagai juara bertahan membuat setiap pertandingan kandang menjadi sorotan, bukan hanya dari pendukung sendiri, tetapi juga dari publik sepak bola yang lebih luas.

"Sebagai juara bertahan, harusnya tahu jika laga perdana akan menjadi pusat perhatian banyak orang, bukan hanya Bobotoh," ucapnya.

Kritik tersebut tidak berhenti pada kondisi rumput yang terlihat tidak ideal. Indra juga mendorong agar Persib kembali menggunakan Stadion Si Jalak Harupat apabila kondisi GBLA belum memungkinkan untuk menggelar pertandingan.

Menurutnya, Stadion Si Jalak Harupat bisa menjadi pilihan sementara sembari perbaikan GBLA dilakukan secara serius. Namun hal itu baru bisa dilakukan setelah Si Jalak Harupat selesai digunakan ajang FIFA ASEAN Cup 2026.

"Jalak Harupat dulu aja lah selesai acara FIFA mah, benerin sampai bagus lagi," tegas Indra.

Kondisi rumput GBLA memang menjadi pekerjaan rumah yang tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Apalagi Persib harus menjalani musim yang padat dengan pertandingan domestik dan kompetisi Asia.

Manajemen Maung Bandung sebelumnya juga sudah buka suara soal hal itu. Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan beralasan, kemarau jadi salah satu penyebab rumput GBLA belum optimal hingga liga dimulai.

"Rumput mah teu bisa dipaksa tumbuh. Memang sudah kuduna salapan bulan, salapan bulan. Apalagi jelas kemarin Bandung kan tiga bulan kemarau, nggak ada hujan. Jadi tumbuhnya pasti lebih lama," ucapnya.

Namun ia menyebut, Persib bersama vendor terus melakukan upaya terbaik untuk memperbaiki kondisi lapangan. Adhitia bahkan mengaku ikut memantau langsung kondisi stadion menjelang pertandingan.

"Doain lah. Pokoknya kita lagi ngelakuin yang terbaik. Kita yang ngerjain tahu kendalanya apa, prosesnya gimana," tuturnya.

"Waktu malam aja sebelum pertandingan saya di stadion sampai setengah satu, ngelihatin semua. Cuma kan kadang nggak semuanya bisa diceritain ke publik. Ya sabar aja. Insyaallah nanti di Oktober sudah bagus," tambahnya.

(bba/sud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads