Arsenal resmi melepas Gabriel Martinelli ke klub Arab Saudi, Al-Hilal. Kesepakatan senilai 60 juta pounds ini tidak hanya mencatatkan nama penyerang asal Brasil tersebut sebagai penjualan termahal dalam sejarah klub, tetapi juga menegaskan berakhirnya sebuah era di Emirates Stadium.
Sejak menukangi Arsenal pada Desember 2019, Mikel Arteta secara bertahap merombak total skuad warisan Unai Emery. Nama-nama besar seperti David Luiz, Alexandre Lacazette, Bernd Leno, hingga Nicolas Pepe telah lebih dulu angkat kaki dalam proses pembangunan ulang tim. Kini, Martinelli menyusul jejak mereka setelah tujuh tahun mengabdi di London Utara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir detikSport, Martinelli bergabung sejak 2019, Martinelli merupakan salah satu pilar dengan masa bakti terlama. Selama berseragam The Gunners, ia membukukan 62 gol dari 278 penampilan di seluruh kompetisi. Namun, kontribusinya mulai meredup seiring perubahan dinamika taktik Arteta.
Penurunan peran Martinelli sebenarnya sudah terlihat sejak musim lalu. Ia hanya mencatatkan 11 kali starter dari 30 laga Premier League, statistik terendah bagi sang pemain sejak musim 2020/2021.
Memasuki awal musim 2026/2027, situasi Martinelli kian sulit. Ia bahkan absen dari daftar susunan pemain dalam dua laga pembuka liga karena kalah bersaing dengan Christos Tzolis dan Eberechi Eze. Kondisi ini mendorong Arsenal untuk melepasnya secara permanen ke Al-Hilal.
Dengan kepindahan Martinelli, Bukayo Saka kini menjadi satu-satunya pemain dari skuad awal era kepemimpinan Arteta yang masih bertahan. Kepergian Martinelli menjadi simbol tuntasnya revolusi skuad Arsenal, sekaligus menghapus hampir seluruh jejak peninggalan era Unai Emery di tim utama.
Artikel ini sudah tayang di detikSport
