Bedah Kekuatan Lawan Persib di Grup E ACL Two 2026/2027

Bedah Kekuatan Lawan Persib di Grup E ACL Two 2026/2027

Bima Bagaskara - detikJabar
Rabu, 02 Sep 2026 11:26 WIB
Persib Bandung.
Foto: Dok. Persib Bandung
Bandung -

Persib Bandung dipastikan menghadapi tantangan berat di fase grup AFC Champions League Two (ACL Two) 2026/2027. Setelah menyingkirkan Manila Digger lewat kemenangan 1-0 pada playoff, Maung Bandung masuk Grup E Zona Timur dan akan berhadapan dengan FC Seoul, Melbourne Victory, serta The Cong Viettel.

Ketiga klub tersebut datang dengan karakter berbeda. FC Seoul membawa nama besar Korea Selatan dan menjadi klub dengan nilai pasar skuad paling tinggi di grup. Melbourne Victory punya tradisi juara kuat di Australia, sementara The Cong Viettel datang dengan modal sebagai runner-up V.League 1 2025/26.

Berikut kekuatan tiga lawan Persib di fase grup kasta kedua kompetisi antarklub Asia

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. FC Seoul

FC Seoul layak ditempatkan sebagai lawan paling berat Persib. Klub yang bermarkas di Seoul World Cup Stadium itu memiliki sejarah panjang di sepak bola Korea Selatan dan berdiri sejak 1983. Dalam sejarahnya, klub ini pernah menjadi juara K League 1 sebanyak enam kali.

Yang membuat FC Seoul semakin berbahaya adalah kualitas materi pemainnya. Berdasarkan data Transfermarkt, nilai pasar skuad FC Seoul berada di kisaran Rp178,6 miliar, paling tinggi di antara tiga lawan Persib di Grup E.

ADVERTISEMENT

Beberapa pemain dengan nilai pasar terbesar adalah Yazan Al-Arab (Rp17,3 miliar), Juan Antonio Ros (Rp15,6 miliar), dan Hrvoje Babec (Rp15,6 miliar).

Di lini depan, perhatian Persib patut diarahkan kepada Patryk Klimala. Penyerang asal Polandia itu diboyong FC Seoul dari Slask Wroclaw pada 2025 dengan nilai pasar Rp9,5 miliar. FC Seoul juga memiliki Anderson Oliveira, winger Brasil bernilai sekitar Rp11,3 miliar.

Secara prestasi terakhir di kompetisi domestik, FC Seoul memang bukan juara. Mereka menutup K League 1 2025 di posisi keenam dengan 49 poin dari 38 pertandingan. Posisi tersebut sekaligus menjadi tiket mereka untuk tampil di ACL Two musim ini.

Tapi untuk kompetisi K League 1 2026 yang masih bergulir dan memasuki pekan 26, FC Seoul berada di puncak klasemen. Tim besutan Gi-dong Kim ini jadi kandidat kuat juara dengan mengemas 56 poin, unggul 16 angka dari Ulsan HD di urutan kedua

2. Melbourne Victory

Melbourne Victory datang dari Australia dengan reputasi yang tidak bisa dianggap remeh. Klub ini didirikan pada 2005 sebagai salah satu anggota awal era baru A-League dan berkembang menjadi salah satu kekuatan terbesar sepak bola Australia.

Prestasi mereka menjadi bukti. Melbourne Victory telah memenangkan empat Championship A-League putra, yakni pada 2006/07, 2008/09, 2014/15 dan 2017/18. Mereka juga mengoleksi dua gelar Australian Cup.

Pada musim terakhir, Melbourne Victory finis keempat di A-League Men 2025/26 dengan 40 poin dari 26 pertandingan. Klub kemudian masuk ke babak final, tetapi tersingkir di Elimination Final setelah kalah dari Sydney FC.

Dari sisi nilai pasar, Melbourne Victory berada di bawah FC Seoul tetapi masih cukup tinggi, sekitar Rp121,6 miliar berdasarkan data Transfermarkt terbaru untuk skuad 2026/27.

Tiga pemain dengan nilai pasar tertinggi di Melbourne merupakan pemain asal Australia, yakni Denis Genreau (Rp12,1 miliar), Jordi Valadon (Rp10,4 miliar), dan Keegan Jelacic (Rp8,6 miliar).

Salah satu pemain yang patut menjadi perhatian adalah Santos, winger Brasil yang dikenal karena kecepatan dan kemampuan duel satu lawan satu. Satu catatan penting adalah keberadaan Juan Mata.

Meski usianya sudah 38 tahun, mantan pemain Chelsea, Manchester United dan timnas Spanyol itu tampil luar biasa pada musim 2025/26 dan dengan mencatat lima gol dan 12 assist di A-League.

3. The Cong Viettel

Berbeda dengan FC Seoul dan Melbourne Victory, The Cong Viettel mungkin memiliki nilai pasar paling rendah di grup yakni Rp93,4 miliar. Klub yang bermarkas di My Dinh National Stadium ini punya koleksi enam gelar V.League 1.

The Cong Viettel menutup kompetisi musim 2025/26 sebagai runner-up dengan 54 poin. Mereka memastikan posisi tersebut setelah mengalahkan juara Cong An Ha Noi dengan skor 1-0 pada laga terakhir musim.

Dari komposisi skuad, sejumlah pemain yang menarik perhatian antara lain sayap asal Brazil, Hernandes (Rp8,6 miliar), gelandang Brasil Wesley Nata (Rp5,6 miliar), dan pemain lokal mereka Viet Hung Trieu (Rp5,2 miliar).

Yang menarik, Cong Viettel tidak sekadar mempertahankan skuad runner-up. Mereka melakukan perombakan cukup besar menjelang musim baru. Klub resmi memperkenalkan 11 pemain baru dan bahkan memasang target memenangkan V.League, menembus final Piala Nasional serta mencapai delapan besar ACL Two.

Mereka juga mendatangkan sejumlah pemain asing baru untuk memperkuat lini belakang dan depan. Salah satunya adalah Lucas Alves, bek Brasil berpostur 1,93 meter, serta beberapa pemain asing lain yang diperkenalkan klub sepanjang Agustus 2026.



(bba/tya)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads