Pernyataan Lengkap Messi Saat Umumkan Pensiun dari Timnas Argentina

Soccer Update

Pernyataan Lengkap Messi Saat Umumkan Pensiun dari Timnas Argentina

Okdwitya Karina Sari - detikJabar
Selasa, 01 Sep 2026 12:00 WIB
FILE PHOTO: Soccer Football - FIFA World Cup Qatar 2022 - Semi Final - Argentina v Croatia - Lusail Stadium, Lusail, Qatar - December 13, 2022 Argentinas Lionel Messi celebrates scoring their first goal REUTERS/Carl Recine/File Photo
Lionel Messi (Foto: REUTERS/Carl Recine)
Bandung -

Lionel Messi memutuskan pensiun dari Timnas Argentina, setelah berkiprah selama lebih dari dua dekade. Megabintang sepakbola itu pun merilis kata-kata perpisahannya.

Dalam secarik kertas, pemain berusia 39 tahun itu menuliskan curahan hatinya di akun resmi media sosialnya pada Senin (31/8/2026), atau satu bulan setelah kekalahan Argentina di final Piala Dunia 2026.

Messi telah menyumbang 125 gol dan 68 assist dalam total 207 penampilan sejak debut dengan Albiceleste pada 2005. Kontribusi mantan bintang Barcelona dan Paris Saint-Germain itu mengantar Argentina sekali juara Piala Dunia (2022) dan dua kali merajai Copa America (2021, 2024).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di akhir pernyataan Lionel Messi, ada sebuah catatan kaki yang mengungkapkan bahwa kematian sang ayah Jorge Messi belum lama ini, memantapkan dia mengambil keputusan ini.

Setelah sekian lama waktu berlalu sejak final, dan setelah mempertimbangkannya dengan matang, aku ingin memberi tahu semua orang bahwa aku pensiun dari tim nasional Argentina...

ADVERTISEMENT

Ini adalah keputusan yang menyakitkan -- dan masih terasa menyakitkan hingga kini -- tapi aku sadar bahwa waktunya telah tiba. Aku bersumpah kepada kalian bahwa aku selalu memberikan yang terbaik -- bukan hanya dalam beberapa tahun terakhir ketika kita memenangkan segalanya, tapi juga sebelum itu; aku selalu berjuang dan memberikan segalanya di lapangan untuk seragam ini, untuk membawakan kegembiraan dan membuat kalian bangga menjadi orang Argentina melalui sepakbola.

Waktu semakin singkat, bab-bab akan segera berakhir, dan ini adalah salah satu bab yang sangat menyakitkan bagiku. Aku mencintai, telah mencintai, dan akan selalu mencintai jadi bagian dari tim nasional. Aku telah memberikan semua yang kumiliki; aku tak punya apa pun lagi untuk diberikan, dan lagipula, ada beberapa pemain muda hebat yang pantas berada di sini.

Terima kasih atas semua kasih sayang selama 20 tahun terakhir ini. Aku akan sangat merindukan suara kalian dari lapangan. Sekarang aku hanya akan jadi salah satu dari kalian, bersorak dan mendukung dari luar (melewati masa-masa baik dan buruk -- terutama masa-masa buruk).

Terima kasih kepada keluargaku karena selalu ada, karena menemaniku di dalam perjalanan ini -- begitu indah, juga begitu sulit. Terima kasih kepada setiap pelatih, rekan satu tim, dan ofisial yang telah berbagi jalan ini denganku. Aku membawa serta kenangan dan momen yang tak terlupakan.

Aku pergi dengan ketenangan pikiran dan kebanggaan karena telah memberikan kalian-bersama rekan-rekan setimku-momen-momen yang dulu hanya kita impikan. Sungguh pengalaman luar biasa menjalani ini bersama kalian semua. Aku sayang kalian!

Terima kasih, Tuhan, karena telah menjadikan aku orang Argentina.

Jayalah Argentina!

*Aku menulis kata-kata ini pada tanggal 21 Juli, dua hari setelah final. Hari ini, setelah apa yang terjadi pada ayahku, aku bahkan lebih yakin dari sebelumnya.

Artikel ini telah tayang di detikSport. Baca selengkapnya di sini.

(rin/yum)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads