Terjadi keributan saat laga Tasik Raya FC menghadapi Banjar Patroman FA di ajang Piala Soeratin U-15 yang digelar di Garut tempo hari. Kejadian itu, ternyata berbuntut panjang, hingga menyebabkan beberapa pertandingan lanjutan tidak digelar sesuai waktu yang dijadwalkan.
Keributan di laga Tasik Raya vs Banjar Patroman FA terjadi pada hari Sabtu, (22/8) siang lalu di Stadion Jayaraga, Garut. Laga tersebut, merupakan laga penentu di Grup B babak penyisihan Piala Soeratin U-15.
Tasik Raya yang pada laga sebelumnya dikalahkan oleh Persikotas Tasikmalaya, butuh kemenangan untuk bisa maju ke babak 8 besar, Zona Priangan Timur. Sedangkan Banjar Patroman FA, hanya butuh hasil imbang, karena di laga sebelumnya mereka menang dari Persikotas Tasikmalaya.
Kronologi Kejadian
Menurut Ketua Pelaksana, Firman Fauzi Samsudin, keributan di laga Tasik Raya vs Banjar Patroman FA, bermula saat tim Banjar Patroman FA mendapatkan tendangan penalti dari wasit di akhir laga.
Saat itu, wasit menganggap kiper dari Tasik Raya FC melanggar penyerang Banjar Patroman FA di dalam kotak penalti, sehingga dikenakan hukuman pelanggaran dan tendangan penalti.
Bola yang sukses dieksekusi oleh pemain Banjar Patroman FA itu, kemudian merubah skor menjadi 1-1. Sebelumnya, Tasik Raya FC juga berhasil mencetak gol pada laga tersebut, melalui tendangan dari titik putih.
"Hasil pertandingan ini membuat Banjar Patroman FA lolos ke babak 8 besar bersama Persikotas dari Grup B," ungkap Firman.
Seusai jalannya laga, pemain dan ofisial Tasik Raya FC yang murka dengan keputusan wasit itu, kemudian menyerbu lapangan. Mereka kemudian mengejar wasit, seperti terlihat dalam sejumlah rekaman video amatir, yang beredar di media sosial.
Dalam video tersebut, wasit diketahui dipukul, dilempari benda padat, hingga ditendang oleh para pemain dari Tasik Raya FC, hingga harus dilarikan menuju ke luar lapangan.
Keributan tak henti sampai di situ. Menurut Firman, sejumlah pemain Tasik Raya juga melakukan perusakan fasilitas stadion. Melihat kejadian tersebut, panitia pelaksana kemudian melerai. Namun, salah satu panitia justru menjadi korban kekerasan juga.
"Ada panitia yang dipukul. Ada videonya juga," katanya.
Simak Video "Video: Pertandingan Piala Soeratin U-17 zona Jawa Tengah diwarnai aksi tendangan kungfu"
(dir/dir)