Ricuh Laga Piala Soeratin di Garut: Wasit Dikejar-Dipukul Pemain

Hakim Ghani - detikJabar
Sabtu, 22 Agu 2026 20:20 WIB
Keributan di akhir laga yang mempertemukan Banjar Patroman FA melawan Tasik Raya FC di Stadion Jayaraga, Tarogong Kidul, Garut, Sabtu 22 Agustus 2026 (Foto: Istimewa)
Garut -

Pertandingan sepak bola usia dini yang digelar di Garut, berakhir ricuh. Penyebabnya, keputusan wasit yang dianggap kontroversial dan merugikan salah satu tim yang berlaga.

Keributan di akhir laga yang mempertemukan Banjar Patroman FA melawan Tasik Raya FC itu, terekam dalam berbagai rekaman video amatir yang kini beredar di media sosial.

Dalam salah satu video yang dilihat detikJabar, Sabtu, (22/8/2026) malam, terlihat jika wasit dikejar para pemain dan ofisial Tasik Raya, seusai peluit akhir dibunyikan.

Pengadil lapangan yang jadi sasaran, adalah wasit utama. Terlihat jika para pemain mengejar wasit hingga ke tunnel. Setelah itu, beberapa dari mereka terekam dengan jelas memukul hingga menendang wasit tersebut.

Tidak hanya wasit yang menjadi sasaran, panitia juga tak luput dari kekerasan yang diduga dilakukan oleh pihak Tasik Raya FC tersebut. Dalam video lainnya, terlihat salah seorang panitia yang dipukul orang tua, hingga keduanya hampir terlibat baku hantam.

Kronologi Kejadian

Belakangan diketahui, jika pertandingan yang berakhir ricuh itu, berlangsung di Stadion Jayaraga, Tarogong Kidul, Garut, Sabtu siang tadi. Laga Banjar vs Tasik itu, merupakan pertandingan terakhir di Grup B babak penyisihan, Piala Soeratin U-15 Zona Priangan Timur 2026.

Tasik Raya membuka skor melalui tendangan penalti pada pertandingan ini. Gol penalti dari Tasik Raya sebenarnya berpotensi untuk disamakan oleh Banjar Patroman FA yang juga mendapatkan hadiah penalti kemudian.

Sayangnya, bola tidak bisa dieksekusi dengan baik, sehingga pertandingan berjalan dengan kedudukan 1-0 untuk Tasik Raya FC, hingga pertandingan hampir berakhir.

Menurut Ketua Panitia Pelaksana, Firman Fauzi Samsudin, kejadian bermula saat tim Banjar Patroman FA mendapatkan tendangan penalti di akhir laga yang berjalan 2x35 menit tersebut.

Penalti itu didapat, setelah wasit memberikan pelanggaran, setelah pemain Banjar Patroman FA dianggap dilanggar di dalam kotak penalti, oleh kiper Tasik Raya.

Tendangan penalti yang sukses dieksekusi hingga berbuah gol itu, merubah skor menjadi 1-1. Hasil itu, kemudian membuat Tasik Raya yang butuh menang di pertandingan ini, gagal lolos ke babak selanjutnya.

"Hasil pertandingan ini membuat Banjar Patroman FA lolos ke babak 8 besar bersama Persikotas dari Grup B," kata Firman.

Diduga karena tidak puas dengan keputusan wasit tersebut, akhirnya para pemain dan ofisial Tasik Raya melakukan protes, hingga berujung pengeroyokan terhadap wasit tersebut.

"Setelah peluit akhir, seluruh pemain menyerang perangkat pertandingan. Bahkan saya melihat sendiri ada yang menyundul wasit dengan kepala dan ada videonya," kata Firman.

"Sebenarnya jika tidak puas dengan keputusan wasit, bisa disampaikan melalui mekanisme dan prosedur yang telah ditetapkan dalam kompetisi," pungkas Firman melanjutkan.




(yum/yum)
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork