Karier sepak bola Zeph Thomas terbilang unik. Selama 18 tahun berkiprah sebagai pesepak bola, pria asal St Kitts & Nevis itu tercatat pernah memperkuat 39 klub di sejumlah negara.
Kisah perjalanan Zeph Thomas bahkan menarik perhatian media Inggris, BBC. Kini, pria berusia 36 tahun tersebut tidak lagi aktif sebagai pemain dan menjalani peran sebagai pelatih tim U-12 Derby County.
Zeph Thomas mengawali perjalanannya sebagai penyerang sayap. Sepanjang kariernya, ia menjajal kompetisi di Inggris, Belgia, Kanada, hingga Amerika Serikat.
Berbagai klub pernah menjadi bagian dari perjalanan Zeph. Beberapa di antaranya Rotherham United, Rossington Main, Mickleover Sports, Frickley Athletic, Garden City Broncbusters, Montegnee, Thunder Bay Chill, Cowdenbeath, Boston United, Harrogate Town, Scarborough Athletic, Stafford Rangers, Leek Town, Ilkeston Town, Matlock Town, Goole, Glossop North End, Stocksbridge Park Steels, Brighouse Town, Emley, Harrogate Railway Athletic, Sheffield, Shaw Lane, Belper Town, Parkgate, Campion, Eccleshill United, Selby Town, Ossett United, serta Dearne & District.
Zeph juga sempat kembali memperkuat empat klub dalam dua periode atau lebih. Sebagian besar klub yang ia bela berasal dari kompetisi non-liga Inggris.
Perpindahan klub yang begitu sering ternyata memiliki alasan sederhana. Zeph mengaku faktor finansial menjadi salah satu pertimbangannya dalam menentukan klub berikutnya.
"Jika saya mendapat bayaran yang lebih baik, maka saya akan pergi," ujar Zeph Thomas menjelaskan alasannya pindah-pindah klub.
Meski sering berganti klub, Zeph melihat perjalanan tersebut sebagai pengalaman berharga. Ia mendapat kesempatan bermain di sejumlah negara sekaligus bekerja dengan banyak pelatih yang memiliki pendekatan berbeda.
"Jumlah klub saya memang banyak banget. Sebenarnya itu pengalaman yang bagus, saya bisa bermain di berbagai negara dan bertemu banyak pelatih dengan gagasan serta filosofi yang beragam," paparnya.
Selama memperkuat Stocksbridge Park Steels, Zeph pernah berhadapan dengan Jamie Vardy. Kala itu, Vardy masih memperkuat Halifax Town.
Zeph juga merasakan atmosfer Piala FA ketika bermain untuk Dearne & District di kasta kesembilan sepak bola Inggris. Pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian menarik dari perjalanan panjangnya di sepak bola non-liga.
Brighouse Town menjadi klub non-liga yang paling lama Zeph bela. Ia memperkuat klub tersebut pada periode keduanya sejak 2020 hingga 2023.
Perjalanan Zeph sempat terhenti pada 2013. Cedera pangkal paha membuatnya hampir memutuskan untuk pensiun dari sepak bola.
Setelah itu, Zeph bekerja di sebuah pusat panggilan di Rotherham. Ia bahkan sempat mempertimbangkan untuk bergabung dengan militer.
Namun, peluang untuk kembali bermain sepak bola datang dari Kanada. Zeph mendapat kesempatan melanjutkan karier bersama Thunder Bay Chill di Ontario.
Kini, Zeph telah beralih ke dunia kepelatihan. Pengalaman berpindah-pindah klub dan bertemu banyak pelatih menjadi bagian dari bekalnya saat membimbing pemain muda.
Menariknya, Zeph mengakui ada kontradiksi antara nasihatnya kepada pemain muda dengan perjalanan kariernya sendiri.
"Terkadang saya merasa agak munafik karena dulu saya sendiri sering pindah klub demi bayaran lebih besar," ujarnya.
Meski begitu, Zeph kini meminta para pemainnya untuk fokus menjalani proses dan tidak menjadikan uang sebagai tujuan utama.
"Sekarang, saya justru berkata kepada para pemain saya, 'teruslah lakukan apa yang sedang kalian jalani saat ini, karena uang itu pasti akan datang dengan sendirinya'," tutupnya.
Baca selengkapnya di detikSport.
(aff/sud)