Tak Ada Sinyal Seluler, Warga Desa Cikaracak Kompak Patungan Wi-Fi

Tak Ada Sinyal Seluler, Warga Desa Cikaracak Kompak Patungan Wi-Fi

Erick Disy Darmawan - detikJabar
Kamis, 06 Agu 2026 10:18 WIB
Kantor Desa Cikaracak, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka.
Foto: Erick Disy Darmawan
Majalengka -

Hawa sejuk langsung menyambut begitu memasuki Desa Cikaracak, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka. Hamparan kebun sayur membentang di sisi kiri dan kanan jalan, sementara kemegahan Gunung Ciremai berdiri tegak di kejauhan.

Sekilas, wajah desa tersebut tak ada bedanya dengan desa-desa lain di kawasan pegunungan. Rumah-rumah penduduk berdiri berjejer, anak-anak bermain di halaman, sedangkan para petani sibuk membawa hasil panen dari ladang. Namun, ada satu hal yang membuat Cikaracak berbeda: tak ada sinyal telepon seluler di desa ini.

Layar telepon pintar milik warga hanya menampilkan tulisan 'tidak ada layanan'. Tak ada jaringan 4G, apalagi 5G. Sinyal telepon seolah terputus tepat saat memasuki kawasan permukiman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau di area perkebunan yang di atas, sinyal provider masih ada. Tetapi kalau sudah masuk ke wilayah desa, memang enggak ada. Mungkin karena bentuk wilayahnya lembah," kata Kepala Desa Cikaracak, Aon, saat berbincang dengan detikJabar belum lama ini.

Kondisi itu sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Meski begitu, warga memilih beradaptasi daripada menyerah pada keadaan.

ADVERTISEMENT

Sejak 2018, jaringan internet berbasis Wi-Fi mulai masuk ke desa tersebut. Perlahan, jaringan itu berkembang hingga menjadi sarana komunikasi utama bagi masyarakat.

Hampir setiap rumah kini memiliki sambungan internet sendiri. Sebagian warga bahkan menggunakan satu jaringan secara bersama-sama dengan sistem patungan.

"Hampir semua rumah berlangganan Wi-Fi. Ada yang satu jaringan dipakai beberapa rumah. Jadi walaupun tidak ada sinyal operator, sinyal internet melalui Wi-Fi masih ada," ujar Aon.

Bukan hanya warga, perangkat desa pun mengandalkan jaringan tersebut untuk menjalankan berbagai aktivitas pelayanan publik. Bahkan, tamu yang datang ke Cikaracak juga dapat menggunakan akses internet yang telah disiapkan pemerintah desa.

"Kalau ada tamu, biasanya kami berikan kode Wi-Fi. Ketika pindah ke lokasi lain, jaringannya tetap tersambung karena router yang dipakai saling terhubung," tuturnya.

Desa Cikaracak sendiri merupakan wilayah terluas di Kecamatan Argapura dengan luas mencapai 639 hektare. Sebanyak 3.614 jiwa tinggal di kawasan yang berada pada ketinggian sekitar 950 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu.

Sebanyak 80 persen penduduknya bekerja sebagai petani. Cabai, bawang daun, kubis, dan kentang menjadi komoditas unggulan. Sementara itu, kopi menjadi salah satu hasil perkebunan yang banyak dibudidayakan masyarakat.

Meski berada di daerah pegunungan, infrastruktur kelistrikan di desa tersebut sudah tersedia sepenuhnya. Seluruh rumah warga telah menikmati aliran listrik selama bertahun-tahun.

Bagi warga Cikaracak, ketiadaan sinyal telepon seluler bukan lagi sesuatu yang mengganggu. Mereka telah terbiasa menjalani kehidupan dengan cara yang mungkin terdengar asing bagi banyak orang.

Di tempat lain, orang-orang mungkin akan panik ketika kehilangan sinyal selama beberapa menit. Namun, di Cikaracak, keadaan itu telah menjadi bagian dari harmoni kehidupan sehari-hari selama bertahun-tahun.



(tya/tya)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads