Polemik Jadwal Padat Piala Presiden 2026

Polemik Jadwal Padat Piala Presiden 2026

Bima Bagaskara - detikJabar
Kamis, 06 Agu 2026 08:58 WIB
Laga semifinal Piala Presiden 2026 antara Persib vs Persija di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (4/8/2026).
Persib vs Persija di Piala Presiden 2026 (Foto: Dokumentasi Piala Presiden 2026)
Bandung -

Persib Bandung dihadapkan pada situasi pelik jelang partai puncak Piala Presiden 2026. Skuad Maung Bandung dijadwalkan melakoni laga final menghadapi Persebaya Surabaya di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, pada Kamis (6/8/2026) malam ini.

Di tengah persiapan merebut trofi juara, pelatih Persib Igor Tolic meluapkan keluhan keras terkait jadwal turnamen yang sangat padat. Waktu pemulihan yang kurang dari 48 jam pascasemifinal membuat skuadnya dilanda kelelahan. Menurut Igor, hal itu bahkan melanggar aturan FIFA.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menanggapi keluhan itu, manajemen klub akhirnya angkat bicara. Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan, menyatakan bahwa manajemen berdiri di belakang pelatih dan sepakat bahwa aturan waktu istirahat ideal berdasarkan standar FIFA adalah 72 jam.

"Kami selalu mendukung apapun itu dari pelatih karena kami di manajemen bergerak berdasarkan instruksi pelatih, berdasarkan arahan pelatih jadi kami mendukung itu. Dan melihat regulasi FIFA benar pemain ada istirahat 72 jam," ujar Adhitia.

ADVERTISEMENT

Kendati demikian, di tengah kekhawatiran atas kondisi kebugaran pemain, pihak manajemen tetap bersikap tenang. Adhitia meyakini bahwa panitia penyelenggara Piala Presiden telah memperhitungkan seluruh aspek teknis dan operasional secara matang demi kebaikan bersama.

"Tapi kami meyakini panitia Piala Presiden sudah memikirkan dengan matang, mereka juga tahu apa yang terbaik bagi pemain, jadi kami tenang dan akan ada solusi terbaik juga dari panitia yang sejauh ini lebih baik dari sebelumnya," katanya.

Wakil Ketua 6 Bidang Administrasi Turnamen Piala Presiden, Risha Adi Wijaya, sebelumnya memberi penjelasan soal keluhan Igor dan pelatih lain. Risha berargumen bahwa aturan jeda 72 jam yang dimaksud merujuk pada turnamen antarnegara di bawah naungan resmi FIFA, sementara ajang pramusim ini memiliki regulasi tersendiri yang telah disetujui AFC.

"Terkait permasalahan 72 jam masa istirahat, kalau boleh kita share bahwa 72 jam masa istirahat itu adalah rekomendasi FIFA terhadap anggotanya, dengan catatan untuk turnamen antar federasi. Artinya antar negara seperti Timnas kita bertanding dengan Singapura atau Malaysia dan lain-lain. Dan tentunya juga khusus untuk kompetisi di bawah FIFA langsung," jelas Risha, Rabu (5/8/2026).

Pihak panitia, kata dia, telah mengantongi izin resmi dari AFC setelah menyerahkan draf jadwal, regulasi, serta dokumen administratif lainnya. Risha juga mengklaim bahwa sosialisasi terkait padatnya kalender turnamen ini telah dilakukan secara berulang kepada klub-klub peserta sejak awal.

"Untuk Piala Presiden 2026 ini, kita sudah mendapatkan approval dari AFC. Di mana untuk mendapatkan approval itu kita juga memberikan schedule, regulasi, dan hal-hal administrasi lainnya," ujarnya.

"Kita pun sudah bersosialisasi sebanyak tiga kali kepada klub-klub, dimulai dari dengan team briefing secara online karena ada beberapa klub masih di negara masing-masing, termasuk juga MCM yang kita lakukan baik Grup A dan Grup B," lanjutnya.

Sebagai solusi atas ketatnya jadwal pertandingan, panitia mengeklaim telah memberikan fleksibilitas penuh kepada para kontestan untuk merotasi pemain secara besar-besaran. Hal ini bertujuan meminimalkan risiko kelelahan, mengingat setiap tim dibolehkan melakukan pergantian pemain sebanyak 12 kali di setiap laga.

"Dan untuk mengantisipasi tentang schedule yang sangat ketat, kita memberikan kebebasan kepada klub peserta untuk mengganti rotasi pemain sebanyak 12 pemain dalam satu kali pertandingan. Jadi tinggal pelatih saja untuk mengatur gimana rotasi itu bisa dilaksanakan," ujar Risha.

(iqk/iqk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads