Persib Bandung belum punya banyak waktu untuk merayakan kemenangan atas Persija Jakarta di semifinal Piala Presiden 2026. Maung Bandung langsung dihadapkan pada ujian berikutnya saat menantang Persebaya Surabaya di partai final yang digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (5/8/2026).
Final ini dipastikan menyedot perhatian publik. Selain mempertemukan dua klub besar dengan basis suporter yang masif. Duel ini juga mempertemukan dua tim yang dikenal gemar membangun skuad bertabur pemain berkualitas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika melihat data Transfermarkt per 5 Agustus 2026, Persib dan Persebaya sama-sama masuk jajaran lima besar klub dengan nilai pasar tertinggi di Indonesia. Persib berada di posisi teratas dengan total nilai pasar mencapai Rp164,60 miliar.
Angka tersebut bahkan masih berpotensi bertambah. Pasalnya, lima pemain muda Persib, yakni Faris Abdul, Kevin Pasha, Rafi Rasyiq, Rhaka Syafaka, dan Athaya Zahran, hingga kini belum memiliki nilai pasar resmi.
Di kubu lawan, Persebaya memiliki nilai pasar skuad sebesar Rp99,51 miliar. Nilai itu juga belum mencakup beberapa pemain muda yang belum memiliki valuasi, yaitu Andrea Arido, Sheva Kardanu, Ahmad Mujtaba, dan M Ilham.
Perbedaan nilai pasar membuat Persib unggul cukup jauh di atas Persebaya. Dengan komposisi tersebut, final Piala Presiden mempertemukan klub termahal dan klub termahal keempat yang akan menjadi kontestan Super League musim depan.
Meski begitu, nilai pasar tidak akan menjadi satu-satunya penentu hasil pertandingan. Kedua tim sama-sama datang ke final dengan kondisi fisik yang terkuras usai menjalani jadwal padat, ditambah beberapa pemain yang harus absen karena berbagai alasan.
Itulah yang membuat laga dengan nilai pasar kedua tim senilai Rp264,11 miliar ini semakin menarik untuk dinantikan. Walaupun hanya berstatus turnamen pramusim, gengsi dua klub besar Indonesia tetap menjadi taruhan, sehingga duel Persib kontra Persebaya diprediksi berlangsung sengit hingga peluit akhir.
(orb/orb)
