Kontroversi Piala Dunia, Enzo-Mac Allister Sewa Pengamanan ke Inggris

Kontroversi Piala Dunia, Enzo-Mac Allister Sewa Pengamanan ke Inggris

Afif Farhan - detikJabar
Kamis, 30 Jul 2026 21:00 WIB
Soccer Football - World Cup - South American Qualifiers - Argentina v Brazil - Estadio Mas Monumental, Buenos Aires, Argentina - March 25, 2025 Argentinas Alexis Mac Allister celebrates scoring their third goal with Enzo Fernandez and Nicolas Otamendi REUTERS/Agustin Marcarian
Alexis Mac Allister-Enzo Fernandez (Foto: REUTERS/Agustin Marcarian)
Jakarta -

Enzo Fernandez dan Alexis Mac Allister dikabarkan meningkatkan pengamanan pribadi menjelang kembali ke Inggris usai membela Argentina di Piala Dunia 2026.

Dilansir dari detikSport, Enzo disebut mendapat reaksi negatif dari sebagian suporter Chelsea setelah selebrasinya saat mencetak gol ke gawang Inggris dalam kemenangan Argentina 2-1 di semifinal Piala Dunia 2026. Gelandang berusia 25 tahun itu dinilai mengejek pendukung Inggris, sehingga memicu kemarahan sebagian fans The Blues.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Situasi tersebut membuat Enzo, yang akan kembali bergabung dengan Chelsea, serta Mac Allister yang akan kembali ke Liverpool, dikabarkan menyewa tim keamanan untuk menjaga rumah dan keluarga mereka.

Langkah itu diambil sebagai antisipasi setelah muncul sejumlah ancaman, meski hingga kini belum ada informasi yang jelas mengenai sumber maupun tingkat kredibilitas ancaman tersebut.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, bek Manchester United, Lisandro Martinez, juga disebut meminta perlindungan tambahan kepada klubnya. Namun, Manchester United dikabarkan tidak menyediakan pengamanan khusus dan menyerahkan urusan tersebut kepada sang pemain.

Ketegangan antara Inggris dan Argentina meningkat seusai laga semifinal yang berlangsung sengit. Seusai pertandingan, sejumlah pemain Argentina juga menuai kontroversi setelah melakukan selebrasi yang menyinggung Kepulauan Falkland atau Malvinas.

Argentina masih mengklaim kepulauan tersebut sebagai wilayahnya, sementara Falkland berada di bawah pemerintahan Britania Raya. Aksi tersebut memicu perdebatan dan mendapat sorotan luas di Inggris.

Artikel ini sudah tayang di detikSport, selengkapnya di sini



(aff/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads