Topi Ferran Torres Dianggap Sindir Trump, Begini Respons Presiden AS

Soccer Update

Topi Ferran Torres Dianggap Sindir Trump, Begini Respons Presiden AS

Yanu Arifin - detikJabar
Senin, 27 Jul 2026 23:00 WIB
Soccer Football - FIFA World Cup 2026 - Final - Spain v Argentina - New York/New Jersey Stadium, East Rutherford, New Jersey, U.S. - July 19, 2026 U.S. President Donald Trump and FIFA President Gianni Infantino during the trophy presentation after the match IMAGN IMAGES via Reuters/Mark J Rebilas
Donald Trump (Foto: IMAGN IMAGES via Reuters/MARK J REBILAS)
Jakarta -

Selebrasi juara Piala Dunia 2026 Timnas Spanyol memunculkan sorotan di luar lapangan. Salah satu pemain La Furia Roja, Ferran Torres, menjadi perbincangan setelah mengenakan topi yang dinilai menyindir Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Momen itu terjadi saat skuad Spanyol merayakan keberhasilan menjuarai Piala Dunia di Madrid pada awal pekan lalu.

Torres, yang mencetak gol kemenangan Spanyol saat mengalahkan Argentina di final, mengenakan topi merah yang sekilas menyerupai topi khas gerakan Make America Great Again (MAGA).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, sebagaimana dilansir dari detikSport, tulisan pada topi tersebut bukan Make America Great Again, melainkan Make Spain Great Again. Permainan kata itu dianggap banyak pihak sebagai sindiran terhadap slogan politik yang identik dengan Trump.

ADVERTISEMENT

Menanggapi hal tersebut, Trump justru memberikan respons bernada positif. Dilansir Marca, Presiden AS itu mengaku mengapresiasi aksi Torres.

"Dia adalah pemain hebat. Dia mengenakan topi bertuliskan 'Make America Great Again', jadi itu merupakan penghormatan yang bagus. Dan saya rasa niatnya sangat baik, kami menghargainya," kata Trump.

Slogan Make America Great Again pertama kali dipopulerkan oleh mantan Presiden AS Ronald Reagan pada 1980 sebelum kembali digunakan Trump sebagai slogan utama kampanyenya.

Selama bertahun-tahun, slogan tersebut memicu perdebatan di Amerika Serikat. Para pendukung menilainya sebagai simbol kebangkitan ekonomi dan nasionalisme, sementara para pengkritik menganggap slogan itu identik dengan narasi anti-imigrasi dan dikaitkan dengan isu supremasi kulit putih.

Di sisi lain, hubungan diplomatik Spanyol dan Amerika Serikat juga sempat menjadi sorotan menyusul ketegangan terkait konflik Iran. Pemerintah Spanyol sebelumnya dilaporkan menolak permintaan pemerintahan Trump untuk menggunakan salah satu pangkalan militernya.

Timnas Spanyol sendiri baru saja menjuarai Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat. La Furia Roja mengalahkan Argentina dengan skor 1-0 pada laga final berkat gol tunggal Ferran Torres.


Artikel ini sudah tayang di detikSport, selengkapnya di sini



(yna/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads