Sanksi larangan registrasi pemain (FIFA Registration Ban) yang sempat membayangi Persib Bandung akhirnya resmi dicabut. Manajemen Maung Bandung memastikan seluruh kewajiban yang menjadi dasar dijatuhkannya sanksi telah diselesaikan, sehingga Persib kini kembali bisa mendaftarkan pemain baru untuk menghadapi musim 2026/2027.
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan, menegaskan pencabutan sanksi tersebut menjadi bukti komitmen Persib dalam menjalankan tata kelola klub secara profesional dan mematuhi seluruh regulasi sepak bola, baik nasional maupun internasional.
"Alhamdulillah, kami dapat memastikan bahwa FIFA Registration Ban terhadap Persib telah resmi dicabut setelah seluruh kewajiban yang menjadi dasar sanksi tersebut kami penuhi. Sejak awal, kami berkomitmen menyelesaikan seluruh proses melalui mekanisme yang berlaku sebagai bentuk tanggung jawab dan profesionalisme klub," kata Adhitia, Jumat (24/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, kepatuhan terhadap regulasi menjadi prinsip yang tidak bisa ditawar dalam pengelolaan klub. Karena itu, ketika Persib menerima sanksi administratif, manajemen memilih menyelesaikannya melalui jalur yang telah ditetapkan FIFA, bukan mencari jalan pintas.
"Bagi kami, kepatuhan terhadap regulasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tata kelola klub. Karena itu, apabila Persib menghadapi sanksi atau konsekuensi administratif dalam bentuk apa pun, tentu manajemen tidak akan tinggal diam. Menjadi prioritas kami untuk segera menyelesaikan seluruh kewajiban sesuai mekanisme yang berlaku agar aktivitas klub dapat kembali berjalan secara optimal," ujarnya.
Adhitia mengatakan setiap persoalan yang dihadapi klub selalu diselesaikan dengan pendekatan profesional dan berorientasi pada solusi agar tidak mengganggu fokus tim menghadapi kompetisi.
"Setiap dinamika yang dihadapi klub kami respons secara profesional dengan mengedepankan pola pikir yang rasional, bukan emosional. Dengan pendekatan tersebut, kami dapat menjaga skala prioritas yang telah ditetapkan, memastikan setiap proses berjalan sesuai ketentuan, serta tetap menjaga fokus terhadap tujuan utama klub, baik dalam aspek olahraga maupun organisasi," ucapnya.
Dengan dicabutnya FIFA Registration Ban, Persib kini kembali memiliki kewenangan penuh untuk melakukan proses registrasi pemain sesuai regulasi FIFA dan PSSI. Kondisi ini menjadi angin segar bagi Maung Bandung yang akan menghadapi padatnya agenda kompetisi musim 2026/2027, baik di level nasional maupun internasional.
"Pencabutan FIFA Registration Ban menjadi momentum positif bagi Persib untuk kembali memusatkan perhatian sepenuhnya pada persiapan tim menghadapi musim kompetisi yang akan datang. Seluruh aspek, baik teknis maupun administratif, terus kami pastikan berjalan dengan baik agar tim dapat melakukan persiapan secara optimal," kata Adhitia.
Ia memastikan seluruh proses administrasi klub kini berjalan sesuai rencana sehingga seluruh pemain yang dibutuhkan tim dapat didaftarkan tepat waktu.
Di akhir pernyataannya, Adhitia menyampaikan apresiasi kepada Bobotoh yang tetap memberikan kepercayaan kepada manajemen selama proses penyelesaian sanksi berlangsung.
"Kami memahami bahwa Bobotoh selalu mengikuti setiap perkembangan yang terjadi di Persib. Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan, dukungan, dan kesabaran yang terus diberikan kepada kami. Dukungan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh jajaran manajemen untuk terus meningkatkan profesionalisme dan memberikan yang terbaik bagi klub yang kita cintai bersama," pungkasnya.
