Persib Bandung dihubung-hubungkan dengan sejumlah kiper dalam beberapa pekan terakhir. Hal itu karena kebutuhan di posisi ini dianggap sebagian pihak tergolong darurat.
Sebab, komposisi skuad Persib di posisi kiper sejauh ini masih 'minimalis'. Itu karena hanya ada Teja Paku Alam yang berkategori kiper 'matang'.
Sisanya, Persib hanya bisa mengandalkan talenta muda. Setidaknya, ada dua kiper yang merupakan didikan Persib dari level kelompok umur, yaitu Fitrah Maulana dan Rhaka Syafaka.
Dari dua nama itu, Fitrah Maulana punya pengalaman bermain di level senior. Sebab, musim lalu ia pernah dipercaya tampil dalam dua laga. Sedangkan Rhaka belum pernah bermain.
Situasi ini jelas menjadi tantangan tersendiri bagi Persib yang akan segera tampil di Piala Presiden 2026. Sebab, Persib hanya bisa tampil dengan skuad seadanya di posisi kiper.
Di satu sisi, Persib perlu memainkan para calon pemainnya musim depan demi menambah jam terbang hingga membentuk kekompakkan. Namun, di sisi lain, potensi cedera juga ada di depan mata.
Bukan tidak mungkin ada pemain yang justru cedera di turnamen pramusim. Sehingga, Persib berpotensi kehilangan pemain saat mengarungi kompetisi mendatang.
Persib sendiri akan melakoni tiga laga di fase grup. Arema FC, Tampines Rovers, dan DPMM FC akan jadi calon lawan. Jika berhasil melenggang ke babak selanjutnya, jumlah pertandingan Persib akan bertambah.
Sejauh ini, Persib baru memiliki tiga kiper tersebut. Adapun nama-nama yang berseliweran dirumorkan diincar Persib, belum menemui kejelasan.
Setidaknya, ada beberapa kiper yang kabarnya dilirik Persib. Pertama ada M Riyandi yang musim lalu bermain untuk Persis Solo. Kedua ada kiper PSIM Yogyakarta Cahya Supriadi dan kiper asal Kroasia Matej Markovic.
Hingga kini, nama-nama itu masih sebatas rumor. Tak satu pun yang dikonfirmasi pihak-pihak terkait. Praktis, Persib baru punya tiga kiper sementara untuk
(orb/orb)