Persib Bandung akhirnya memenangi perburuan Mariano Peralta. Pemain terbaik Super League 2025/2026 itu resmi menjadi bagian 'Maung Bandung' setelah melalui proses negosiasi panjang yang berlangsung selama sekitar satu bulan.
Mendatangkan Peralta bukan perkara mudah. Persib harus bersaing dengan sejumlah klub yang juga menginginkan tanda tangan gelandang asal Argentina tersebut. Namun, di balik sukses transfer itu, ada peran besar Direktur Utama PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Glenn Sugita dan Sporting Director PT PBB Stanley Bernard.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komisaris PT PBB Umuh Muchtar mengungkapkan seluruh proses negosiasi dipimpin langsung oleh Glenn Sugita. Ia pun memberikan apresiasi atas kerja keras manajemen hingga akhirnya Peralta bersedia bergabung dengan Persib.
"Itu Pak Glenn yang nego semuanya, alhamdullilah. Benar-benar jadi berita menarik. Pokonya saya bilang tenang, akhirnya deal dan terimakasih Pak Glenn atas kepercayaannya," kata Umuh.
Hal senada disampaikan pelatih Persib Igor Tolic. Menurutnya, keberhasilan Persib merekrut pemain-pemain berkualitas tidak lepas dari pembagian tugas yang jelas di dalam manajemen klub.
Igor menjelaskan, Glenn Sugita menjadi sosok yang menyediakan fondasi utama melalui dukungan dan investasi terhadap pengembangan tim. Sementara Stanley Bernard bertanggung jawab penuh dalam proses perekrutan pemain.
"Kita memiliki pembagian kerja yang jelas. Pak Glenn dengan energinya yang sangat besar dan investasinya untuk mendukung kami dalam apa yang ingin kami lakukan. Ini adalah hal pertama, ini jadi dasarnya. Tanpa ini, kita tidak bisa melakukan apa-apa. Hal kedua adalah Pak Stanley. Dia orang yang melakukan perekrutan di sepanjang tahun. Jadi dia yang bernegosiasi dengan para pemain," ujar Igor.
Menurut Igor, kemampuan negosiasi Stanley menjadi salah satu kekuatan Persib di bursa transfer. Meski tidak memiliki kekuatan finansial sebesar klub-klub lain, Persib tetap mampu mendatangkan pemain-pemain terbaik.
"Dengan semua tugas ini, kita berhasil mendatangkan pemain dengan uang yang lebih sedikit dibandingkan klub-klub lain. Ini sangat penting, kami bukanlah klub yang sangat kaya raya yang bisa membeli siapa saja, tapi dengan seni bernegosiasi Pak Stanley, kami berhasil untuk mendatangkan pemain-pemain terbaik dan Peralta adalah pemain terbaik yang hadir ke klub kami," ungkapnya.
Igor menilai daya tarik Persib kini tidak hanya soal nilai kontrak. Reputasi sebagai klub yang sukses membuat banyak pemain tetap memilih Bandung meski mendapat tawaran finansial yang lebih besar dari klub lain.
"Jadi klub berada di level di mana meskipun uangnya tidak sama (lebih kecil), pemain tersebut tetap ingin datang, karena mereka ingin menjadi bagian dari sesuatu yang sukses. Mereka ingin menjadi bagian dari Persib, memenangkan gelar, berlaga di Asia, memiliki sesi latihan yang bagus, dan semuanya," jelas Igor.
Ia menambahkan, keberhasilan mendatangkan Peralta juga menjadi bagian dari strategi besar Persib dalam membangun skuad musim 2026/2027. Selain Peralta, Persib juga berhasil merekrut sejumlah pemain berkualitas seperti Balsa Sekulic, Luka Menalo, hingga Gabriel Mutombo.
"Kami bisa melakukan ini dan melakukan transfer luar biasa seperti ini, tidak hanya Peralta, tapi juga transfer Balsa, yang merupakan striker top Montenegro, Menalo yang juga merupakan pemain besar, Mutombo, yang merupakan bagian besar di (klub sebelumnya) dan semua pemain lainnya karena didasarkan pada visi yang sama," tuturnya.
Igor pun memberikan apresiasi khusus kepada Stanley Bernard dan tim negosiasi yang bekerja di balik layar hingga transfer Peralta akhirnya terealisasi.
"Stanley dan pihak yang bernegosiasi punya kemampuan untuk melakukan pekerjaan yang luar biasa, jadi ada apresiasi yang harus diberikan pada orang-orang ini. Ini membuat segalanya jadi lebih mudah di lapangan," katanya.
Ia bahkan mengungkapkan proses perekrutan Peralta menguras tenaga karena harus menghadapi persaingan ketat dengan klub lain. Selama hampir satu bulan, Stanley disebut bekerja tanpa mengenal waktu demi memastikan transfer itu berhasil.
"Soal transfer Peralta, Stanley bekerja tanpa tidur selama satu bulan. Karena itu negosiasi, semua hal terjadi. Itu sangat dinamis, kamu tahu siapa saja pesaingnya. Jadi, itu tidak mudah. Tapi kami berhasil menyelesaikannya," tutur Igor.
Meski menyambut antusias kedatangan Peralta, Igor mengingatkan bahwa sepak bola tetap merupakan permainan kolektif. Status sebagai pemain terbaik liga tidak akan berarti tanpa dukungan seluruh elemen tim.
"Sekarang anda sedang membahas Peralta, tetapi ini tidak pernah tentang individu semata. Dia adalah pemain yang luar biasa dan dia disambut baik, tapi dia tidak bisa melakukan apa pun sendirian, dia membutuhkan dukungan seluruh klub, setiap pemain, kami hanya bisa melakukannya bersama-sama," pungkasnya.
