Lionel Messi Gagal Bawa Argentina Pertahankan Gelar Piala Dunia

Lionel Messi Gagal Bawa Argentina Pertahankan Gelar Piala Dunia

Baban Gandapurnama - detikJabar
Senin, 20 Jul 2026 07:06 WIB
Soccer Football - FIFA World Cup 2026 - Final - Spain v Argentina - New York/New Jersey Stadium, East Rutherford, New Jersey, U.S. - July 19, 2026 Argentinas Lionel Messi looks dejected with teammates after losing the World Cup final REUTERS/Hannah Mckay     TPX IMAGES OF THE DAY
Timnas Argentina gagal pertahankan gelar Piala Dunia. Messi cs harus mengakui keunggulan timnas Spanyol di laga final Piala Dunia 2026. (Foto: REUTERS/Hannah McKay)
Bandung -

Tim nasional Argentina terpaksa mengubur ambisi besar mereka untuk mengukir sejarah sebagai tim yang mampu mempertahankan gelar juara dunia secara berturut-turut. Dalam laga final yang berlangsung di Stadion New Jersey, Senin (20/7/2026) dini hari WIB, skuad berjuluk Albiceleste ini harus mengakui keunggulan Spanyol dengan skor tipis 0-1 melalui babak perpanjangan waktu.

Kekalahan ini memastikan trofi emas yang mereka rebut empat tahun lalu di Qatar resmi berpindah tangan, sekaligus mengakhiri misi 'back-to-back' yang diusung Lionel Messi cs. Perjalanan dramatis Argentina di partai puncak diwarnai oleh kebuntuan lini serang dan masalah disiplin pemain di menit-menit krusial.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Drama 120 Menit dan Kebobolan di Menit Krusial

Pertandingan final ini berjalan sangat alot dengan intensitas tinggi sejak peluit pertama dibunyikan. Sepanjang 90 menit waktu normal, pertahanan Argentina tampil cukup disiplin dan berhasil menahan gempuran Spanyol hingga skor tetap kacamata 0-0.

Namun, petaka bagi Argentina datang di babak perpanjangan waktu. Pada menit ke-106, gawang yang dikawal Emiliano Martinez akhirnya bobol oleh sontekan Ferran Torres. Gol tersebut menjadi satu-satunya pembeda dalam laga ini dan tidak mampu dibalas oleh barisan penyerang Argentina hingga pertandingan berakhir.

ADVERTISEMENT
Soccer Football - FIFA World Cup 2026 - Final - Spain v Argentina - New York/New Jersey Stadium, East Rutherford, New Jersey, U.S. - July 19, 2026 Spain's Martin Zubimendi in action with Argentina's Lionel Messi REUTERS/Agustin MarcarianSpanyol vs Argentina di final Piala Dunia 2026. (Foto: REUTERS/Agustin Marcarian).

Keruntuhan Disiplin: Dua Kartu Merah di New Jersey

Selain kekalahan skor, Argentina juga mengalami kerugian besar dari sisi kedisiplinan pemain. Hal ini memperberat perjuangan mereka untuk mengejar ketertinggalan di sisa laga.

  • Enzo Fernandez: Gelandang andalan ini harus meninggalkan lapangan lebih awal setelah menerima kartu kuning kedua di penghujung waktu normal.
  • Leandro Paredes: Ketegangan terus berlanjut hingga laga usai. Paredes diganjar kartu merah langsung oleh wasit tepat setelah peluit panjang berbunyi.

Komposisi Skuad Argentina dalam Laga Final

Pelatih Argentina menurunkan kekuatan terbaiknya untuk menghadapi kolektivitas Spanyol, meski pada akhirnya harus gigit jari di akhir laga. Berikut adalah susunan pemain Argentina di laga final:

  • Kiper: Emiliano Martinez.
  • Lini Belakang: Nicolas Tagliafico, Lisandro Martinez (digantikan Nicolas Otamendi 43'), Cristian Romero (digantikan Facundo Medina 70'), Gonzalo Montiel (digantikan Nahuel Molina 58').
  • Lini Tengah: Nico Gonzalez (digantikan Leandro Paredes 46'), Enzo Fernandez, Alexis Mac Allister, Rodrigo De Paul (digantikan Giuliano Simeone 70').
  • Lini Depan: Julian Alvarez, Lionel Messi.

Soccer Football - FIFA World Cup 2026 - Final - Spain v Argentina - New York/New Jersey Stadium, East Rutherford, New Jersey, U.S. - July 19, 2026 Argentina's Lionel Messi looks dejected after losing the World Cup final REUTERS/Agustin Marcarian     TPX IMAGES OF THE DAYLionel Messi (Foto: REUTERS/Agustin Marcarian)

Akhir Penantian Spanyol, Luka bagi Argentina

Kegagalan ini membuat Argentina gagal menyamai rekor tim-tim legendaris yang mampu mempertahankan gelar juara dunia. Sebaliknya, Spanyol berhasil merengkuh trofi juara dunia kedua mereka setelah penantian selama 16 tahun sejak edisi 2010.

Kekalahan ini menjadi catatan pahit bagi generasi emas Argentina yang sebelumnya tampil sangat dominan sejak fase grup dengan menyapu bersih kemenangan atas Austria, Aljazair, dan Yordania.



(bbp/bbp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads