Kata Umuh Muchtar soal Fasilitas Persib Disorot Bobotoh

Kata Umuh Muchtar soal Fasilitas Persib Disorot Bobotoh

Wisma Putra - detikJabar
Senin, 20 Jul 2026 09:30 WIB
Sesi latihan perdana Persib di era Igor Tolic. Tiga pemain anyar Persib Luka Menalo, Gabriel Mutombo dan Balsa Sekulic telah bergabung
Sesi latihan pemain Persib Bandung (Foto: Bima Bagaskara/detikJabar)
Bandung -

Ambisi Persib Bandung membangun skuad mewah untuk musim 2026/2027 kini terbentur persoalan infrastruktur. Di tengah pergerakan agresif di bursa transfer, fasilitas latihan klub berjuluk Maung Bandung tersebut dinilai belum sebanding dengan status mereka sebagai tim elite tanah air.

Menanggapi sorotan tersebut, Manajer sekaligus Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Umuh Muchtar, menegaskan bahwa kesejahteraan dan kenyamanan pemain tetap menjadi prioritas manajemen. Ia mengklaim kondisi internal tim saat ini tetap kondusif tanpa kendala berarti.

"Fasilitas, tanya mereka, kepuasan apa yang diberikan Persib, mereka tenang dan senang ada di Persib," kata Umuh, Minggu (19/7) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Umuh menjamin para penggawa Persib dapat menjalankan program latihan dengan tenang. Menurutnya, absennya keluhan dari pemain menjadi indikator bahwa pelayanan klub masih berada di jalur yang tepat.

ADVERTISEMENT

"Kalau mereka komplain berarti tidak ada ketenangan," ujarnya.

Terkait desakan perbaikan fasilitas latihan, Umuh berjanji akan terus memastikan kenyamanan skuad tetap terjaga.

"Insya Allah semuanya enjoy, gak ada yang komplain," tambahnya.

Sebelumnya, lambatnya pembangunan infrastruktur memicu gelombang kritik dari Bobotoh. Suporter menilai perkembangan fasilitas klub berjalan jauh lebih lambat dibandingkan komposisi pemain bintang yang didatangkan manajemen.

Ketua Umum Viking Persib Club, Tobias Ginanjar, memandang kritik tersebut sebagai dinamika positif. Baginya, suara suporter berfungsi sebagai fungsi kontrol terhadap kinerja manajemen.

"Saya menilainya kritik terus saran bagus-bagus aja ya karena kan Bobotoh juga harus jadi quality control buat manajemen Persib juga. Jadi kritik yang berkembang, saran yang berkembang, suara yang berkembang itu adalah bentuk kecintaan Bobotoh kepada Persib gitu," kata Tobias, Rabu (15/7).

Namun, Tobias juga mengingatkan bahwa kecintaan suporter harus dibarengi dengan tanggung jawab menjaga fasilitas yang sudah ada.

"Tapi tentunya kecintaan terus rasa peduli juga harus diimbangi dengan tingkat kesadaran untuk menjaga yang tinggi juga. Jadi sama-samalah, kita sama-sama harus naik level juga," katanya.

Mengenai tingginya ekspektasi publik dan keluhan yang sempat disuarakan tim pelatih, Tobias memilih bersikap objektif. Ia enggan menyudutkan manajemen sebelum mendapatkan penjelasan resmi mengenai kendala yang dihadapi dalam pembangunan infrastruktur.

"Ya itu kan ekspektasi dari Bobotoh ya, dari kacamata sudut pandang Bobotoh. Dan beberapa pelatih juga kan sudah menyuarakan. Tapi kan tentunya kita harus tanya juga dari sudut pandang manajemen seperti apa," katanya.

Ia berharap semua pihak tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sepihak tanpa mendengar klarifikasi dari pihak klub.

"Tentunya saya tidak mau berkomentar lebih dalam karena saya juga belum mendengar apa penjelasan dari manajemen terkait hal ini. Jangan sampai kita sudah memvonis atau berasumsi sedangkan belum mendengar juga dari sudut pandang yang lain," katanya.



(wip/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads