Messi Tak Akan Dikawal Ketat, Pelatih Spanyol Ungkap Alasannya

Soccer Update

Messi Tak Akan Dikawal Ketat, Pelatih Spanyol Ungkap Alasannya

Adhi Prasetya - detikJabar
Minggu, 19 Jul 2026 20:00 WIB
Soccer Football - FIFA World Cup 2026 - Spain Press Conference - Atlanta Stadium, Atlanta, Georgia, U.S. - June 14, 2026 Spain coach Luis De La Fuente during the press conference REUTERS/Bernadett Szabo
Luis De La Fuente (Foto: REUTERS/Bernadett Szabo)
Jakarta -

Lionel Messi dipastikan menjadi pusat perhatian dalam final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina. Namun, pelatih Timnas Spanyol Luis de la Fuente memastikan timnya tidak akan menerapkan strategi man-marking atau pengawalan khusus terhadap sang kapten Albiceleste.

Meski demikian, De la Fuente mengakui bahwa pemain berusia 39 tahun itu tetap menjadi ancaman terbesar yang harus diwaspadai sepanjang pertandingan di New York New Jersey Stadium, Senin (20/7) pukul 02.00 WIB.

Kewaspadaan tersebut bukan tanpa alasan. Melansir detikSport, Messi tampil luar biasa sepanjang Piala Dunia 2026 dengan torehan delapan gol dan empat assist, sekaligus menjadi motor utama yang membawa Argentina kembali menembus partai final.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menjelang laga puncak, De la Fuente mengungkap pengalaman yang hingga kini masih membekas dalam ingatannya. Kisah itu terjadi lebih dari dua dekade lalu ketika ia masih melatih tim junior Sevilla dan menghadapi Barcelona di ajang Copa del Rey kelompok usia.

ADVERTISEMENT

"Saya akan menceritakan kisah lucu tentang Messi. Dengar, saya bertemu Lionel Messi sewaktu saya melatih Sevilla di division de honour (liga U-19) dan kami bertanding melawan Barcelona di ajang Copa del Rey," ujar De la Fuente, dikutip The Guardian.

"Kami bertandang ke Barcelona. Mereka berbicara yang bagus-bagus soal bocah bernama Messi. Jadi kami menempatkan seorang pemain untuk melakukan man-marking padanya. Pada menit ke-70 skornya masih 0-0."

Menurut De la Fuente, strategi tersebut awalnya berjalan sesuai rencana. Namun keadaan berubah drastis setelah pemain yang ditugaskan mengawal Messi menerima kartu kuning dan terpaksa ditarik keluar.

"Saat mereka (ofisial) memberi kartu kuning pada pemain yang mengawalnya, saya pun menarik (pemain itu) keluar. Dan dalam 15 menit, Messi mencetak empat gol."

Kisah tersebut disambut tawa para jurnalis yang hadir dalam konferensi pers. Namun, De la Fuente menegaskan pengalaman itu bukan berarti Spanyol akan kembali menempatkan satu pemain untuk terus membayangi Messi di final nanti.

"Apakah itu artinya kami akan melakukan man-marking pada Messi? Tidak. Apa itu artinya kami akan mengawasinya? Ya, namun dengan cara yang sama dengan cara mereka mengawasi para pemain kami," tegas sang entrenador.

Bagi De la Fuente, cara terbaik menghadapi Messi bukan dengan menugaskan satu pemain khusus, melainkan melalui organisasi permainan yang solid. Spanyol akan berusaha membatasi ruang gerak sang megabintang tanpa mengorbankan keseimbangan permainan tim saat memburu gelar Piala Dunia kedua dalam sejarah mereka.

Artikel ini sudah tayang di detikSport, selengkapnya di sini



(adp/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads