Gegara Ejek Messi, Tukang Becak Tewas Dibunuh

Gegara Ejek Messi, Tukang Becak Tewas Dibunuh

Rita Uli Hutapea - detikJabar
Sabtu, 11 Jul 2026 19:30 WIB
Ilustrasi: pembunuhan, mayat, bunuh diri, garis polisi, police line
Ilustrasi pembunuhan (Foto: Ilustrasi/Thinkstock)
Bangladesh -

Siapa sangka drama gagal penalti Lionel Messi di babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina vs Mesir bakal berbuntut tragedi mematikan. Tak sekadar bikin fans Albiceleste patah hati, momen itu memicu keributan maut di Bangladesh.

Seorang pria setempat bernama Mohammed Shariful Islam (35 tahun) dilaporkan tewas setelah terlibat bentrokan fisik di sebuah kedai teh di Cumilla, Bangladesh, saat ketegangan pertandingan sepak bola tersebut memuncak.

Dalam pertandingan Argentina vs Mesir pada Selasa (7/7) lalu, Yasser Ibrahim mencetak gol melalui sundulan pada menit ke-15. Messi memiliki kesempatan untuk menyamakan kedudukan pada menit ke-21 tetapi gagal mengeksekusi penalti, setelah kiper Mostafa Shobeir melakukan penyelamatan gemilang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir media NDTV, Sabtu (11/7/2026), menurut laporan di The Daily Star, Shankar Kumar Das, penanggung jawab Pos Polisi Nazira Bazar, mengatakan bahwa pertengkaran terjadi setelah Messi gagal mengeksekusi penalti.

ADVERTISEMENT

Menurut seorang saksi mata, setelah kegagalan Messi tersebut, Shariful mengejek para pendukung Argentina.

"Bapakmu enggak bisa cetak gol (your father could not score a goal)," ujar saksi itu menirukan Shariful, dikutip NDTV. Situasi pun berubah jadi "panas".

Polisi mengatakan saat perdebatan memanas dan berubah menjadi perkelahian, dua warga lokal yang diidentifikasi sebagai Babu dan Main Uddin Malu, diduga memukul kepala Shariful.

Shariful kemudian diselamatkan oleh warga setempat dan dibawa ke Rumah Sakit Perguruan Tinggi Kedokteran Cumilla, di mana ia dinyatakan meninggal.

Laporan lain di media Prothom Alo, mengutip warga setempat dan saksi, mengatakan Shariful, seorang pengemudi becak motor, mendukung Mesir selama pertandingan itu.

Istrinya, Beauty Banu, sangat berduka. "Bagaimana mungkin orang membunuh seseorang hanya karena pertandingan sepak bola? Saya punya dua anak perempuan. Siapa yang akan mereka panggil ayah sekarang? Kedua anak perempuan saya telah menjadi yatim piatu," kata sang istri.

"Saya menginginkan hukuman terberat bagi mereka yang membunuh suami saya. Saya adalah wanita miskin dan tak berdaya. Bagaimana saya akan membesarkan kedua anak perempuan saya sekarang? Seluruh keluarga saya telah hancur," ujarnya.

Artikel ini telah tayang di detikNews

(ita/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads