Lionel Messi terus menunjukkan ketajamannya di Piala Dunia 2026. Namun, di balik produktivitasnya sebagai pencetak gol, kapten Argentina itu juga mencatat rekor kurang mengesankan dalam urusan eksekusi penalti.
Argentina memastikan langkah ke perempat final setelah mengalahkan Mesir dengan skor 3-2 pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium, Selasa (7/7) malam WIB. Tim Tango membalikkan keadaan setelah sempat tertinggal dua gol.
Argentina memperoleh hadiah penalti pada babak pertama setelah Hassan melanggar Nicolas Tagliafico pada menit ke-21. Wasit lebih dulu meninjau insiden tersebut melalui VAR dan memutuskan terjadi pelanggaran setelah kaki Hassan menginjak Tagliafico.
Lionel Messi maju sebagai eksekutor. Namun, tendangannya ke sisi kiri gawang mampu dibaca kiper Mesir, Mostafa Shobeir, yang kemudian berhasil melakukan penyelamatan.
Berdasarkan data BBC, kegagalan tersebut membuat Messi mencatat rekor yang tidak diinginkan. Ia menjadi pemain pertama yang gagal mengeksekusi dua penalti secara beruntun dalam satu edisi Piala Dunia.
Sebelumnya, Messi juga gagal memanfaatkan penalti saat Argentina menghadapi Austria pada fase grup. Meski demikian, ia tetap mampu mencetak gol dalam kedua pertandingan tersebut.
Menariknya, dua eksekusi penalti itu sama-sama mengarah ke sisi kiri gawang. Saat melawan Austria, tendangan Messi melebar dari sasaran. Sementara saat menghadapi Mesir, kiper berhasil menepis bola.
Statistik penalti Messi di ajang Piala Dunia juga menjadi sorotan. Dari delapan kesempatan sebagai eksekutor penalti, pemilik delapan Ballon d'Or itu hanya mampu mencetak empat gol atau memiliki tingkat keberhasilan 50 persen.
Artikel ini telah tayang di detikSport. Baca selengkapnya di sini.
(aff/sud)