Murka Pemain Mesir ke Wasit Usai Kalah Dramatis dari Argentina

Soccer Update

Murka Pemain Mesir ke Wasit Usai Kalah Dramatis dari Argentina

Yanu Arifin - detikJabar
Rabu, 08 Jul 2026 13:30 WIB
ATLANTA, GEORGIA - JULY 07: Mohamed Salah of Egypt looks on with disappointment during the FIFA World Cup 2026 Round of 16 match between Argentina and Egypt at Atlanta Stadium on July 7, 2026 in Atlanta, Georgia. (Photo by Wu Zhizhao/VCG via Getty Images)
Mesir Vs Argentina (Foto: VCG via Getty Images/Wu Zhizhao)
Jakarta -

Harapan Mesir untuk melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026 pupus dengan cara yang menyakitkan. Sempat unggul dua gol, The Pharaohs justru dipaksa menelan kekalahan dramatis 2-3 dari Argentina dalam laga babak 16 besar yang diwarnai kontroversi keputusan wasit.

Pertandingan di Atlanta Stadium, Selasa (7/7/2026) malam WIB, berlangsung penuh tensi. Tim asuhan Hossam Hassan tampil meyakinkan pada awal laga dan sempat berada di atas angin. Namun, momentum perlahan berbalik hingga Argentina sukses membalikkan keadaan.

Di balik comeback Albiceleste, kepemimpinan wasit asal Prancis, Francois Letexier, menjadi sorotan tajam dari kubu Mesir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melansir detikSport, kontroversi pertama muncul pada menit ke-59 saat Mostafa Ziko berhasil mencetak gol. Setelah meninjau tayangan VAR, Letexier memutuskan menganulir gol tersebut karena menilai terjadi pelanggaran terhadap Lisandro Martinez dalam proses terciptanya gol.

ADVERTISEMENT

Polemik semakin memuncak menjelang akhir pertandingan. Gol penentu kemenangan Argentina yang dicetak Enzo Fernandez tetap disahkan, meski kubu Mesir menilai Mohamed Salah lebih dulu dilanggar sebelum Argentina melancarkan serangan balik.

Pemain dan ofisial Mesir meminta wasit meninjau insiden tersebut melalui VAR, sebagaimana yang dilakukan saat menganulir gol Ziko. Namun, Letexier tetap pada keputusannya. Bahkan, seorang staf Mesir diganjar kartu merah setelah meluapkan protes di tepi lapangan.

Usai pertandingan, Ziko tak mampu menyembunyikan kekecewaannya. Winger berusia 29 tahun itu melontarkan kritik keras terhadap kepemimpinan wasit, bahkan menuding turnamen ini sudah diarahkan untuk dimenangkan Argentina.

"Keputusan wasit itu tidak adil. Benar-benar tidak adil, itu sangat jelas. Keputusannya itu menghancurkan semua usaha kami. Kami sempat unggul 2-0, tapi kami tak bisa berbuat apa-apa; semuanya kini di tangan Tuhan," katanya, melansir The Athletic.

"Kami sangat menyesal (kepada rakyat Mesir). Saya sangat menyesal. Kami ingin membuat kalian semua bahagia. Tapi itu tidak ditakdirkan. Itu karena wasit. Piala ini sudah diarahkan untuk Argentina," kata pemain berusia 29 tahun itu.

Kekalahan tersebut memaksa Mesir mengakhiri perjalanan mereka di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Sementara itu, Argentina melangkah ke perempat final dan bergabung dengan sejumlah tim unggulan lain seperti Prancis, Spanyol, dan Inggris.


Artikel ini sudah tayang di detikSport




(yna/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads