'Final' Kepagian di Piala Dunia: Portugal Vs Spanyol Siapa Unggul?

'Final' Kepagian di Piala Dunia: Portugal Vs Spanyol Siapa Unggul?

Tim detikJabar - detikJabar
Senin, 06 Jul 2026 18:14 WIB
Soccer Football - FIFA World Cup 2026 - Group K - Portugal v Uzbekistan - Houston Stadium, Houston, Texas, U.S. - June 23, 2026 Portugals Cristiano Ronaldo celebrates scoring their third goal IMAGN IMAGES via Reuters/Troy Taormina     TPX IMAGES OF THE DAY
Cristiano Ronaldo (Foto: IMAGN IMAGES via Reuters/TROY TAORMINA)
Bandung -

Laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 menyajikan duel papan atas bertajuk 'Derby Iberian' yang mempertemukan tim Portugal melawan Spanyol di Dallas Stadium (Stadion AT&T), Arlington, pada Selasa (7/7/2026) pukul 02.00 WIB.

Pertemuan ini dianggap sebagai 'final kepagian' karena mempertemukan dua tim penghuni 10 besar peringkat FIFA, di mana Spanyol menempati posisi ketiga dan Portugal di urutan ketujuh dunia. Portugal melaju ke fase gugur setelah mengalahkan Kroasia 2-1, sementara Spanyol tampil meyakinkan dengan kemenangan 3-0 atas Austria di babak sebelumnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertarungan Dua Raksasa

Duel ini mempertemukan dua tim dengan materi pemain berkualitas yang merumput di level tertinggi kompetisi Eropa.

  • Status Unggulan: Penggawa timnas Portugal, Nelson Semedo, menilai tidak ada tim yang lebih diunggulkan karena kedua kubu memiliki kualitas yang seimbang.
  • Final yang Terlalu Dini: Menurut Semedo, pertandingan ini seharusnya terjadi di babak pamungkas. "Saya bisa bilang final kepagian karena kami adalah dua tim yang bisa dengan mudah berada di final," ujar Semedo sebagaimana diberitakan detikSport.
  • Jalur Kelolosan: Spanyol melaju mulus setelah menang meyakinkan atas Austria, sedangkan Portugal harus bersusah payah sebelum akhirnya menundukkan Kroasia.
Soccer Football - FIFA World Cup 2026 - Round of 32 - Spain v Austria - Los Angeles Stadium, Inglewood, California, U.S. - July 2, 2026 Spain's Mikel Oyarzabal celebrates scoring their third goal with Gavi REUTERS/Lisi Niesner     TPX IMAGES OF THE DAYTimnas Spanyol (Foto: REUTERS/Lisi Niesner)

Ambisi Balas Dendam dan Dominasi Historis La Roja

Pertandingan ini menjadi ulangan final UEFA Nations League 2025, di mana saat itu Portugal keluar sebagai juara melalui drama adu penalti setelah bermain imbang 2-2 hingga babak tambahan.

ADVERTISEMENT
  • Misi Oyarzabal: Penyerang Spanyol, Mikel Oyarzabal, mengusung misi balas dendam setelah kekalahan di final tahun lalu. "Kami percaya pada diri kami sendiri dan berpikir kami dapat menghadapi lawan mana pun," ujar pemain Real Sociedad tersebut dikutip dari detikSport.
  • Catatan Pertemuan: Sejak 1921, Spanyol memegang rekor lebih unggul dengan 17 kemenangan, 17 hasil imbang, dan hanya 6 kali kalah dari Portugal.
  • Keseimbangan Terkini: Dalam lima pertemuan terakhir, kedua tim berbagi angka yang sama kuat dengan masing-masing meraih satu kemenangan dan tiga laga lainnya berakhir imbang.

Strategi Meredam Pergerakan Cristiano Ronaldo

Meskipun usianya telah mencapai 41 tahun, sosok Cristiano Ronaldo tetap menjadi ancaman utama yang diwaspadai oleh barisan pertahanan La Roja.

  • Analisis Unai Simon: Kiper Spanyol, Unai Simon, menilai Ronaldo saat ini bukan lagi pemain yang sama seperti saat masa keemasannya di Real Madrid.
  • Berbahaya di Kotak Penalti: Simon memperingatkan rekannya agar menjauhkan Ronaldo dari area terlarang. "Cristiano itu seorang pemain yang menentukan ketika dia masuk ke kotak penalti. Di final Nations League, dia mencetak gol dari bola yang dia sentuh di kotak penalti, dan itulah yang bisa dia lakukan," kata Simon yang dikutip dari detikSport.
  • Statistik Ronaldo: Kapten Portugal ini telah mengemas tiga gol dalam empat penampilan di Piala Dunia 2026 dan tercatat membobol gawang Spanyol sebanyak empat kali dalam 10 pertemuan terakhir.
Soccer Football - FIFA World Cup 2026 - Group K - Portugal v DR Congo - Houston Stadium, Houston, Texas, U.S. - June 17, 2026 Portugal's Bruno Fernandes, Bernardo Silva, Rafael Leao, Goncalo Ramos and Diogo Costa look dejected after the match IMAGN IMAGES via Reuters/Troy TaorminaTimnas Portugasl (Foto: IMAGN IMAGES via Reuters/TROY TAORMINA)

Adu Kreativitas dan Duel Sektor Sayap

Pertarungan di lini tengah dan sisi lapangan diprediksi menjadi kunci penentu kemenangan bagi kedua kesebelasan.

  • Pedri vs Vitinha: Gelandang Spanyol, Pedri, bertekad memenangi duel di lini tengah melawan Vitinha yang ia akui sebagai salah satu gelandang terbaik dunia.
  • Prinsip Kerja Keras: Pedri menekankan pentingnya kolektivitas tim sesuai nasihat ayahnya. "Jika keadaan tidak berjalan sesuai keinginanmu, jika kamu tidak bermain bagus, setidaknya berlarilah dan bekerjalah untuk tim," ujar Pedri sebagaimana diberitakan detikSport.
  • Mendes vs Lamine Yamal: Bek Portugal, Nuno Mendes, akan kembali berupaya meredam talenta muda Spanyol, Lamine Yamal. Pada final Nations League 2025, Mendes dinilai sukses membatasi ruang gerak Yamal hingga sang pemain gagal menembus kotak penalti.
  • Performa Yamal: Lamine Yamal tampil impresif di Piala Dunia 2026 dengan torehan satu gol, 14 percobaan tembakan, serta mengkreasikan lima peluang bagi Spanyol.



(bbp/bbp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads