Bernardo Silva Ungkap Penyebab Tim Unggulan Tumbang di Piala Dunia 2026

Bernardo Silva Ungkap Penyebab Tim Unggulan Tumbang di Piala Dunia 2026

Tim detikSport - detikJabar
Rabu, 01 Jul 2026 22:30 WIB
FOXBOROUGH, MASSACHUSETTS - JUNE 29: Joshua Kimmich, Waldemar Anton, Nathaniel Brown, Malick Thiaw, Leon Goretzka, Nick Woltemade, Nadiem Amiri and Kai Havertz of Germany look dejected during the penalty shoot out of the FIFA World Cup 2026 Round Of 32 match between Germany and Paraguay at Boston Stadium on June 29, 2026 in Foxborough, Massachusetts. (Photo by Richard Sellers/Sportsphoto/Allstar via Getty Images)
Timnas Jerman (Foto: Getty Images/Richard Sellers/Allstar)
Bandung -

Peta persaingan Piala Dunia 2026 terus menghadirkan kejutan. Sejumlah negara yang sejak awal dijagokan melangkah jauh justru harus mengakhiri perjalanan lebih cepat setelah gagal melewati babak 32 besar.

Jerman dan Belanda menjadi dua tim besar yang harus angkat koper lebih awal. Keduanya sama-sama tersingkir melalui drama adu penalti, hasil yang sekaligus membuka jalan bagi tim-tim nonunggulan untuk melaju ke fase berikutnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir detikSport, Jerman gagal mempertahankan asa setelah ditundukkan Paraguay. Setelah bermain imbang 1-1 hingga babak tambahan waktu usai, Die Mannschaft menyerah 3-4 dalam adu penalti.

Nasib serupa dialami Belanda. De Oranje harus mengakui keunggulan Maroko lewat adu penalti 2-3 setelah skor 1-1 bertahan hingga 120 menit pertandingan.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Brasil juga nyaris mengalami nasib serupa. Tim Samba dipaksa bekerja keras sebelum akhirnya memastikan kemenangan tipis 2-1 atas Jepang untuk mengamankan tiket ke babak 16 besar.

Bagi Jerman, hasil tersebut memperpanjang catatan buruk di ajang Piala Dunia. Setelah dua edisi sebelumnya selalu gagal melewati fase grup, kini mereka kembali tersingkir lebih awal. Di sisi lain, Belanda mencatat hasil terburuk dalam empat penampilan terakhir mereka di turnamen sepak bola paling bergengsi tersebut.

Di tengah banyaknya hasil mengejutkan itu, gelandang Portugal Bernardo Silva justru mengaku tidak heran. Pemain yang kini memperkuat Real Madrid tersebut menilai kualitas peserta Piala Dunia semakin merata sehingga tidak ada lagi pertandingan yang benar-benar mudah.

"Itu bukan kejutan di Piala Dunia," ucap pemain baru Real Madrid itu mengatakan dilansir A Bola. "Semua tim sangat kuat, sangat mengandalkan fisik, dan memahami permainan dengan sangat baik."

"Kupikir selama ini ada perubahan besar, terutama dalam 10 tahun terakhir; sepakbola jadi lebih mengandalkan taktik, sehingga lebih sulit memenangi pertandingan sepakbola. Apa yang kita lihat kemarin di pertandingan Brasil, Jerman, dan Belanda tidak mengejutkan buatku," Bernardo Silva menambahkan.

Artikel ini telah tayang di detikSport.

(iqk/iqk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads