Jepang Perkasa Lawan Tim Eropa, Masih Pantas Disebut Kuda Hitam?

Soccer Update

Jepang Perkasa Lawan Tim Eropa, Masih Pantas Disebut Kuda Hitam?

Yanu Arifin - detikJabar
Jumat, 26 Jun 2026 14:30 WIB
Soccer Football - FIFA World Cup 2026 - Group F - Tunisia v Japan - Estadio Monterrey, Monterrey, Mexico - June 20, 2026 Japans Ayase Ueda celebrates scoring their second goal with Hiroki Ito and Takehiro Tomiyasu REUTERS/Eloisa Sanchez
Timnas Jepang (Foto: REUTERS/Eloisa Sanchez)
Jakarta -

Jepang kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai salah satu tim paling konsisten saat menghadapi wakil Eropa. Kali ini, Samurai Biru menahan Swedia 1-1 pada laga terakhir Grup F Piala Dunia 2026 dan memastikan tiket ke babak 32 besar.

Bertanding di Dallas Stadium, Jepang sempat unggul lebih dulu melalui gol Daizen Maeda. Swedia kemudian menyamakan kedudukan lewat gol Anthony Elanga.

Hasil imbang tersebut mengantarkan Jepang finis sebagai runner-up Grup F dengan lima poin dan melaju ke fase gugur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yang menarik, sebagaimana dilansir dari detikSport, hasil itu kembali memperpanjang catatan impresif Jepang saat menghadapi tim-tim Eropa di Piala Dunia.

ADVERTISEMENT

Pada edisi 2022, pasukan Hajime Moriyasu sukses mengalahkan Jerman dan Spanyol dengan skor identik 2-1 untuk keluar sebagai juara grup.

Di babak 16 besar Piala Dunia 2022, Jepang juga mampu menahan Kroasia 1-1 selama 120 menit sebelum akhirnya kalah melalui adu penalti.

Empat tahun kemudian, tren positif itu berlanjut. Jepang menahan Belanda 2-2 dan kembali meraih hasil imbang saat menghadapi Swedia.

Tak hanya di Piala Dunia, performa Jepang melawan tim Eropa juga konsisten dalam laga internasional. Sejak 2019, mereka beberapa kali meraih hasil positif, termasuk kemenangan 4-1 atas Jerman dan 4-2 atas Turki pada laga uji coba 2023. Pada awal 2026, Jepang juga menaklukkan Inggris dan Skotlandia dengan skor identik 1-0 di turnamen ekshibisi.

Melihat tren tersebut, rasanya Jepang mulai layak dipandang sebagai kekuatan mapan, bukan sekadar "kuda hitam". Mereka kini memiliki identitas permainan yang jelas, mampu bersaing secara taktis maupun teknis dengan tim-tim elite Eropa, serta konsisten tampil kompetitif di panggung dunia.

Meski begitu, status sebagai penantang serius baru benar-benar akan teruji di fase gugur. Jika mampu melangkah jauh atau bahkan menembus perempat final maupun semifinal, Jepang akan semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu kekuatan baru sepak bola internasional, bukan lagi sekadar tim kejutan.


Artikel ini sudah tayang di detikSport




(yna/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads