Di bawah sorot lampu stadion Piala Dunia 2026, sosok Eloy Room mendadak jadi buah bibir. Bukan karena timnya, Curacao, merajai papan klasemen, melainkan karena ketangguhannya menjaga gawang yang terus-menerus dibombardir lawan.
Hingga Senin (22/6/2026), statistik resmi FIFA menempatkan Room sebagai penjaga gawang paling 'tersiksa' di turnamen sejauh ini dengan catatan fantastis, yaitu 20 penyelamatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Angka tersebut bukan sekadar statistik di atas kertas. Bagi Curacao, 20 aksi heroik itu adalah napas yang memperpanjang asa mereka di fase grup. Tingginya intensitas serangan lawan memaksa Room bekerja ekstra keras, mematahkan satu demi satu peluang emas yang mengancam jala gawangnya sepanjang dua pertandingan awal.
Puncak aksi gemilang Room terekam jelas saat Curacao menahan imbang Ekuador tanpa gol. Dalam laga yang berakhir 0-0 tersebut, Room melakukan 15 penyelamatan krusial. Berkat tangan dinginnya, Curacao berhasil mengamankan poin perdana mereka sepanjang sejarah keikutsertaan di ajang Piala Dunia.
Di bawah Room, nama-nama lain menyusul dalam daftar kiper tersibuk. Mohammed Alowais dari Arab Saudi menguntit di posisi kedua dengan 14 penyelamatan, disusul kiper Iran Alireza Beiranvand di urutan ketiga dengan 13 aksi.
Sementara itu, posisi keempat ditempati oleh kiper Qatar, Mahmoud Abunada, yang membukukan 12 penyelamatan. Adapun kiper Paraguay, Orlando Gill, melengkapi daftar lima besar dengan catatan 11 kali menyelamatkan gawangnya dari kebobolan.
Menariknya, panggung kiper tersibuk ini justru belum mampu ditembus oleh nama-nama besar. Kiper Belgia, Thibaut Courtois, tercatat baru melakukan tujuh penyelamatan, sementara Alisson Becker dari Brasil hanya mengoleksi enam penyelamatan.
Fenomena ini menjadi pengingat bahwa banyaknya jumlah penyelamatan memang tidak selalu berbanding lurus dengan performa tim secara keseluruhan, namun menjadi bukti sahih betapa vitalnya peran seorang kiper di bawah tekanan hebat.
Artikel ini telah tayang di detikSport
(krs/orb)
