Hattrick Messi Patahkan 'Kutukan' Juara Bertahan Piala Dunia

Hattrick Messi Patahkan 'Kutukan' Juara Bertahan Piala Dunia

Tim detikSport - detikJabar
Rabu, 17 Jun 2026 19:00 WIB
KANSAS CITY, MISSOURI - JUNE 16: Lionel Messi of Argentina celebrates after scoring a goal to make it 3-0 during the FIFA World Cup 2026 Group J match between Argentina and Algeria at Kansas City Stadium on June 16, 2026 in Kansas City, United States. (Photo by Robbie Jay Barratt - AMA/Getty Images)
Lionel Messi. (Foto: Robbie Jay Barratt - AMA/Getty Images)
Jakarta -

Timnas Argentina memulai langkahnya di Piala Dunia 2026 dengan hasil sempurna. Kemenangan 3-0 atas Aljazair di Stadion Kansas City, Rabu (17/6/2026) pagi WIB, tidak hanya mengantarkan tiga poin bagi sang juara bertahan, tetapi juga mengakhiri kutukan yang kerap menghantui pemegang gelar juara dunia pada laga pembuka.

Lionel Messi menjadi bintang kemenangan Argentina setelah mencetak hattrick. Penampilan gemilang sang kapten membawa Albiceleste mengawali turnamen dengan lebih meyakinkan dibandingkan empat tahun lalu saat mereka secara mengejutkan kalah dari Arab Saudi pada laga pertama Piala Dunia Qatar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasil ini juga memiliki makna tersendiri bagi Argentina. Untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade, mereka berhasil menghindari nasib buruk yang pernah dialami sebagai juara bertahan.

Pada Piala Dunia 1982, Argentina harus mengakui keunggulan Belgia di pertandingan pembuka. Delapan tahun kemudian, Albiceleste kembali menelan kekalahan saat menghadapi Kamerun pada laga pertama Piala Dunia 1990.

ADVERTISEMENT

Kutukan yang Kerap Menghantui Juara Bertahan

Argentina bukan satu-satunya juara dunia yang kesulitan memulai turnamen berikutnya. Sejumlah juara bertahan lain juga pernah mengalami hasil mengecewakan pada laga pembuka.

Prancis, yang datang sebagai juara bertahan pada Piala Dunia 2002, kalah 0-1 dari Senegal yang saat itu menjalani debut di ajang tersebut.

Nasib serupa dialami Spanyol pada Piala Dunia 2014. Tim Matador takluk telak 1-5 dari Belanda pada pertandingan pertama fase grup.

Jerman juga memulai langkah yang buruk pada Piala Dunia 2018 setelah kalah 0-1 dari Meksiko. Sementara itu, Italia sebagai juara bertahan pada edisi 2010 memang tidak kalah, tetapi hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Paraguay sebelum akhirnya tersingkir pada fase grup.

Di antara para juara bertahan dalam beberapa edisi terakhir, Prancis menjadi salah satu tim yang mampu memulai turnamen dengan baik. Pada Piala Dunia 2022 di Qatar, Les Bleus menang 4-1 atas Australia pada laga pembuka.

Tantangan Argentina Belum Berakhir

Meski berhasil mematahkan tren negatif di pertandingan pertama, Argentina masih menghadapi tantangan besar untuk mempertahankan gelarnya.

Catatan sejarah menunjukkan empat dari enam juara dunia terakhir gagal melangkah jauh pada edisi berikutnya. Mereka bahkan tersingkir sejak fase grup.

Namun, kemenangan meyakinkan atas Aljazair memberi modal positif bagi Argentina. Selain tampil dominan sepanjang pertandingan, tim asuhan Lionel Scaloni juga menunjukkan ketajaman lini depan dan soliditas permainan yang menjadi kekuatan mereka dalam beberapa tahun terakhir.

Awal yang menjanjikan ini membuat Argentina berhasil menghapus kutukan laga perdana juara bertahan sekaligus menjaga harapan untuk kembali melangkah jauh di Piala Dunia 2026.

(mrp/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads