Mental Baja Jepang Dipuji, Gaya Mainnya Dikritik

Soccer Update

Mental Baja Jepang Dipuji, Gaya Mainnya Dikritik

Adhi Prasetya - detikJabar
Senin, 15 Jun 2026 12:30 WIB
Soccer Football - FIFA World Cup 2026 - Group F - Netherlands v Japan - Dallas Stadium, Arlington, Texas, U.S. - June 14, 2026 Japan players applaud their fans after the match REUTERS/Hannah Mckay
Timnas Jepang (Foto: REUTERS/Hannah McKay)
Jakarta -

Timnas Jepang berhasil mencuri satu poin pada laga pembuka Grup F Piala Dunia 2026 setelah bermain imbang 2-2 melawan Belanda di Dallas Stadium, Senin (15/6/2026) dini hari WIB. Meski dua kali tertinggal, Samurai Biru mampu bangkit dan menghindari kekalahan.

Jepang menunjukkan mentalitas kuat sepanjang pertandingan. Tim asuhan Hajime Moriyasu dua kali merespons gol Belanda untuk mengamankan hasil imbang yang penting dalam persaingan menuju fase gugur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Belanda lebih dulu membuka keunggulan pada menit ke-51 melalui sundulan Virgil van Dijk. Namun, Jepang hanya membutuhkan enam menit untuk menyamakan kedudukan lewat Keito Nakamura.

Tim Oranje kembali unggul pada menit ke-64 melalui gol Crysencio Summerville. Saat Belanda tampak berada di jalur kemenangan, Jepang kembali memberikan respons. Daichi Kamada mencetak gol penyeimbang pada penghujung pertandingan untuk memastikan skor berakhir 2-2.

ADVERTISEMENT

Secara statistik, Jepang kalah dominan dibandingkan Belanda. Samurai Biru hanya mencatatkan delapan tembakan, sementara lawannya melepaskan 11 percobaan. Penguasaan bola Jepang juga hanya mencapai 40 persen.

Meski demikian, sebagaimana dilansir dari detikSport, perhatian tertuju pada perubahan pendekatan permainan Jepang sepanjang laga. Mereka dinilai tampil lebih agresif dan berani setelah kebobolan, seolah baru mengeluarkan kemampuan terbaiknya saat berada dalam tekanan.

Perubahan sikap tersebut terlihat jelas setelah gol Virgil van Dijk dan Crysencio Summerville. Jepang bermain lebih menekan, berani menguasai bola, dan tampil lebih ofensif dibandingkan fase awal pertandingan.

Hal itu menjadi sorotan mantan pelatih Tottenham Hotspur, Ange Postecoglou. Pria yang pernah berkarier di Jepang bersama Yokohama F. Marinos tersebut menilai Jepang sebenarnya memiliki kapasitas untuk tampil lebih berani sejak menit pertama.

"Saya merasa frustrasi karena setiap kali Jepang tertinggal satu gol, tiba-tiba Anda melihat kemampuan yang mereka miliki, (mereka) jauh lebih positif dalam menguasai bola," ujar Postecoglou dalam analisisnya di ITV, dikutip BBC Sport.

"Tiba-tiba mereka mulai menekan Belanda, (harusnya) lakukan itu sejak awal. Mereka mampu melakukan jauh lebih banyak dari yang mereka tunjukkan hari ini dan mereka bisa jauh lebih berani," tegas Postecoglou, yang pernah meraih gelar bersama Timnas Australia, Yokohama F. Marinos, Celtic, dan Tottenham Hotspur.

Hasil imbang tersebut menjadi modal berharga bagi Jepang untuk menatap pertandingan berikutnya. Samurai Biru dijadwalkan menghadapi Tunisia pada Minggu, 21 Juni 2026, pukul 11.00 WIB.

Sementara itu, Belanda akan menjalani laga penting melawan Swedia pada hari yang sama pukul 00.00 WIB dalam upaya meraih kemenangan perdana di Grup F.


Artikel ini sudah tayang di detikSport




(adp/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads