Beckham Putra sedang menjalani salah satu fase terpenting dalam kariernya. Di usia 24 tahun, pemain asli binaan Persib Bandung itu akhirnya mendapat kesempatan lebih besar untuk mengenakan seragam Timnas Indonesia.
Namun, alih-alih mendapat dukungan penuh, Beckham justru menjadi sasaran hujatan dari sejumlah oknum suporter saat membela Merah Putih.
Dua laga FIFA Matchday melawan Oman dan Mozambik menjadi panggung yang seharusnya dinikmati Beckham sebagai bagian dari perjalanan bersama Timnas Indonesia. Tetapi yang terjadi justru sebaliknya.
Usai pertandingan melawan Oman, Beckham dikabarkan mendapat teriakan bernada tidak pantas dari sejumlah oknum suporter saat berada di hotel tim. Situasi itu kembali berulang setelah laga kontra Mozambik di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Selasa (9/6/2026) malam.
Bahkan setelah pertandingan berakhir, Beckham sempat terlibat adu mulut dengan seorang oknum suporter di tribun stadion. Ketegangan itu sampai membuat Kevin Diks turun tangan menarik Beckham menjauh agar situasi tidak semakin memanas.
Peristiwa tersebut langsung memunculkan gelombang simpati dari berbagai kalangan. Banyak yang menilai Beckham tidak layak menerima perlakuan seperti itu ketika sedang berjuang untuk Timnas Indonesia, sebab saat mengenakan jersei Merah Putih, seorang pemain tidak lagi mewakili klubnya masing-masing, melainkan mewakili negara.
Bobotoh senior Eko Noer Kristiyanto atau yang akrab disapa Eko Maung menilai para suporter seharusnya mampu membedakan rivalitas klub dengan kepentingan nasional.
"Jadi yang namanya suporter harus paham, kalau ada pemain dari klub manapun sekalipun dari klub yang mereka benci, ketika sudah berbaju merah putih, berbaju timnas berlogo garuda harusnya jadi satu bagian," kata Eko, Rabu (10/6/2026).
Menurutnya, identitas klub harus ditanggalkan ketika seorang pemain sudah dipercaya membela Timnas Indonesia.
"Sudah beda ya entitas yang berbeda, klub sama timnas. Jadi harus disuport lah," ujarnya.
Eko menegaskan, tidak ada alasan bagi suporter untuk memberikan tekanan kepada pemain yang sedang berjuang untuk negara.
"Gak pantas juga pemain timnas diperlakukan seperti itu ya, harusnya mendapatkan respek dan rasa aman," tegasnya.
Ia menduga Beckham menjadi sasaran karena statusnya sebagai ikon Persib Bandung sekaligus pemain asli binaan akademi Maung Bandung.
"Itu kan patut diduga dan kayaknya benar itu dari suporter Persija sedangkan Beckham merepresentasikan pemain Persib asli, binaan Persib," katanya.
Menurut Eko, faktor tersebut pula yang membuat perlakuan terhadap Beckham berbeda dibandingkan pemain Persib lainnya seperti Saddil Ramdani.
"Makanya beda perlakuan ke Saddil Ramdani ya, Saddil baru kemarin di Persib. Kalau Beckham sudah identik, itu penyebabnya," ujarnya.
Karena itulah, Eko menyayangkan rivalitas yang seharusnya hanya berlangsung di kompetisi domestik justru terbawa ke ranah Timnas Indonesia.
"Jadi sentimen di kompetisi domestik dibawa-bawa ke Timnas Indonesia," katanya.
Dukungan kepada Beckham ternyata tidak hanya datang dari kalangan Bobotoh. Sikap yang lebih menyejukkan justru diperlihatkan sejumlah tokoh yang selama ini identik dengan rivalitas Persib dan Persija.
Mantan Ketua Umum Jakmania, Diky Soemarno, secara terbuka membela Beckham melalui akun Instagram pribadinya. Ia mengunggah foto bersama pemain bernomor punggung 7 tersebut dan meminta publik bersikap objektif.
"Rasanya terlalu munafik kalau kita tidak mengakui bahwa Beckham Putra adalah salah satu pemain lokal terbaik di Indonesia saat ini. Dan ketika dia sedang membela Timnas, kita juga perlu adil dan objektif dalam bersikap," tulis Diky.
Ia juga mengingatkan bahwa dukungan terhadap Timnas seharusnya melampaui sekat rivalitas antarklub.
"Anak the Jak asik-asik. Rasanya kita juga perlu asik dalam segala hal. Gue pribadi akan mendukung siapapun yang membela bendera Indonesia melawan dunia."
"Tetap berprestasi untuk Indonesia ya @beckham_put7."
Nada yang sama juga datang dari kapten Persija Jakarta, Rizky Ridho. Melalui Instagram Story pribadinya, Ridho mengunggah foto kebersamaan para pemain Persija dan Persib yang saat ini sama-sama memperkuat Timnas Indonesia.
Dalam foto tersebut terlihat Beckham Putra dan Saddil Ramdani berdampingan dengan Rizky Ridho, Rayhan Hannan, serta Doni Tri Pamungkas. Ia juga menyematkan pesan penuh makna.
"Kita mungkin datang dari klub yang berbeda, tetapi saat mengenakan jersey Tim Nasional, kita adalah satu keluarga," tulis Ridho.
Ridho juga mengajak seluruh suporter menghentikan kebencian dan provokasi terhadap para pemain Timnas. "Mari hentikan segala bentuk kebencian dan provokasi, dan dukung siapa pun yang berjuang untuk lambang Garuda."
Di tengah berbagai hujatan yang diterimanya, Beckham memilih menjawab dengan cara yang elegan. Tanpa membalas sindiran yang ditujukan kepadanya, Beckham mengunggah tiga foto yang sangat berarti dalam perjalanan kariernya.
Tiga foto tersebut memperlihatkan dirinya mengangkat trofi juara bersama Persib Bandung, yakni juara Liga 1 2023/2024, Liga 1 2024/2025, dan Super League 2025/2026. Dalam unggahan itu, Beckham menegaskan bahwa semua pencapaiannya adalah hasil kerja keras, bukan sekadar mimpi.
"3 Bintang Saya persembahkan untuk kota tercinta. Dan bagi saya ini bukan tentang sejarah yang di buat tapi ini adalah bukti saya nyata untuk anak asli BANDUNG yang bukan soal hanya mimpi semata tapi tampil dan membuktikan THREEPEAT itu nyata bukan ilusi ataupun mimpi.🏆🏆🏆," tulis Beckham.
(bba/orb)